Profil instastories

Pernah belajar di ponpes al-Falah,Jember dari Banyuwangi

'Welut putih' dan Kebijaksanaan hidup Jawa.

Bagi orang jawa,ilmu ‘welut putih’ bukan perkara yang asing lagi.Sudah dikenal dan menjadi praktik mistis keilmuan orang jawa sejak jaman dulu kala.Ilmu klenik semacam ini begitu bervariasi bentuknya,ada yang berbentuk  mustika,rapalan mantra-mantra,ada juga yang merupakan bentuk batin sehingga ilmu itu masuk dengan sendirinya tanpa diusahakan dan diminta.

Konon kita tahu orang jawa terkenal sakti-sakti,apakah karena di zaman itu teknologi tidak secanggih sekarang sehingga ‘kesaktian’menjadi salah satu alat manusia menghadapi proses kehidupan,strungle for survival,sekarang kita tahu semua fasilitas hidup begitu canggih dan begitu mudah didapatkan.

Welut putih,dalam kepercayaan jawa,adalah gambaran sebagai ilmu dengan kecerdikan yang tinggi,gesit,fleksibel dan begitu licin jika dipegang.Orang yang disinyalir memiliki ilmu ini,akan sulit ditangkap dikarenakan tingkat kecerdikan dan kelicinnya tersebut,bayangkan saja ketika kita mencoba memegang seekor belut,benar-benar susah,dan bahkan menjengkelkan...

Itulah faktanya,di zaman dulu atau bahkan zaman sekarang mungkin masih ada orang yang memiliki ilmu ini.Dalam catatan sejarah jawa ilmu welut putih tergolong ilmu dengan kesaktian tingkat tinggi,sebut saja warok ponorogo adik kandung suro menggolo,yaitu suro handoko yang konon nenguasai ilmu ini,kesaktiannya menggegerkan semua kalangan warok zaman itu.

Ada dasar-dasar dari keilmuan ini yang jarang kita ketahui.Jika kita renungkan Welut putih memiliki unsur yang meliputi kekuatan,kecerdikan,dan juga kesaktian.Dilihat dari warnanya saja putih,adalah simbol kesucian,bersih dan terjaga dari noda.Belut sendiri adalah binatang dengan fisik yang begitu licin,susah jika akan dipegang atau ditangkap,dan jika kata belut dan putih dikombinasikan maka terbentuklah sebuah pengertian yang meningkat lebih kearah wilayah filosofis, dengan pengertian seseorang yang nenjaga keadaan jiwa dan raga dari perilaku yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan adalah orang yang tidak akan mudah diperdaya oleh hal-hal buruk apapun.

Meskipun seseorang itu kalah dalam pandangan mata sementara,tapi sebenarnya ada kemenangan besar menantinya.Kelicinannya untuk menghindar dan mengalah akan membawa dirinya lolos dari bermacam tipuan cobaan dan hambatan dalam hidupnya,menghindarkan diri dari perbuatan jahat dan bahkan merusak.

Hatinya akan senantiasa dalam iman dan keteguhan yang tinggi hingga dapat membaca segala tipu daya dan rayuan setan. Disinilah ilmu ini menjadi falsafah kehidupan dan bukan hanya sekedar kesaktian...

Wallahu a’lam

 

2824304_L.jpg Caption

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS