Profil instastories

Kusuma Yanuwar Dani, lebih akrab di panggil Dani tapi orang rumah biasa memanggilnya dengan sebutan Goday. Lahir di Cirebon - Jawa Barat pada tanggal 31 Oktober 2002. Saat ini ia adalah siswa di SMK MUHAMMADIYAH LEMAHABANG sebagai siswa kelas XII di Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Ia alumni dari SMP NEGERI 1 LEMAHABANG & SD NEGERI 2 BELAWA. Saat ini ia tinggal di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. Lebih jelas bisa cek media komunimasi di bawah.☟ Facebook : Kusuma Yanuwar Dani Instagram : @goday311002 YouTube : 1. Dani Goday Creator 2. Dani Goday Email : kusumayanuwardani@gmail.com

Virus Corona di Depan Mata, Apa Cukup dengan Imbauan Jangan Panik?

Aneh, serangan virus corona yang sudah sangat membuat hampir seluruh negara dan warga di dunia menyikapinya dengan sangat serius, begitu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyampaikan bahwa ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus corona, tetap saja membuat pejabat negara dan pejabat pemerintahan daerah senyum-senyum meminta warga masyarakat tidak panik.

Bahkan di beberapa layar stasiun televisi dan video yang tersebar di media sosial, para pejabat ini menyatakan bahwa dua pasien sudah sehat. 

Apakah pernyataan dua pasien ini telah sehat, menggaransi mereka sebelumnya tidak menularkan virus ke orang lain? Padahal ada 
73 petugas RS Mitra Keluarga Depok yang telah dirumahkan. Dari investigasi pemerintah Kota Depok pun terdeteksi 40 orang mengalami gejala yang mengarah terjangkit virus corona.

Bagaimana pemerintah menjamin, virus ini tidak akan menyebar dengan cepat, bila tidak ada tindakan serius. Bukan tindakan menenangkan yang hanya sekadar senyum-senyum. 

Lihat Arab Saudi, bahkan melarang warga negara asing masuk ke negeri itu, termasuk Indonesia. Namun, mengapa warga Jepang yang menulari warga Depok bisa masuk ke Indonesia? 

Sebelum semuanya terlambat, pemerintah memang wajib segera memutuskan kebijakan tegas untuk rakyat. Bagaimana untuk kegiatan sekolah, kuliah, kerja, olah raga, dan lain sebagainya yang sangat memungkinkan terjadinya kontak secara langsung dengan korban yang terjangkit virus corona, namun tak terdeteksi atau tak jujur? 

Sebagai contoh, di beberapa negara khususnya dalam dunia olahraga memang sedang mencari cari agar melakukan pencegahan supaya virus tersebut tidak menular. 

Semisal dalam cabang sepak bola, caranya adalah dengan menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton ataupun menunda laga tersebut. 

Karena virus corona, di Italia, sejumlah pertandingan di sana harus digelar tanpa penonton termasuk laga Juventus kontra Inter Milan. 

Thailand pun demikian, federasi sepak bola Negeri Gajah memutuskan untuk menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton selama Maret 2020 guna mencegah penularan virus corona. 

Di Indonesia sendiri, selain kini PSSI baru saja menggelar Liga 1, juga ada beberapa kompetisi sepak bola akar rumput yang digelar pihak swasta, juga akan ada laga timnas senior dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia di akhir Maret. 

Menyikapi hal ini, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan,  mengatakan secara singkat bahwa PSSI sejatinya menunggu arahan dari pemerintah Indonesia. "PSSI menunggu dari pemerintah," kata Iwan Bule saat dihubungi awak media, Senin (2/3/2020). 

Di luar sepak bola, tentu juga harus memiliki sikap yang sama. Virus corona tidak dapat dicegah dengan "senyum-senyum" dan sekadar menenangkan agar masayarakat tidak panik. 

Memang virus akan takut kepada masyarakat yang tidak panik? Masyarakat dunia sudah bersikap. WHO sudah menaikkan status tinggi terhadap wabah corona ini. 

Jadi, kini masyarakat sangat menunggu sikap dan kebijakan pemerintah karena virus sudah di depan mata ada di Indonesia. Untuk itu, masyarakat sangat menunggu gerak cepat tindakan pemerintah Indonesia untuk segera mengambil keputusan terkait berbagai kegiatan masyarakat, sekolah, termasuk bergulirnya beberapa event pertandingan olah raga dan sepak bola. 

Harus ada panduan dan keputusan pemerintah bagi rakyat untuk mencegah jatuhnya korban seperti di negara lain. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Mei 14, 2020, 11:20 AM - satrioginzel
Mei 13, 2020, 3:53 PM - Irma Khairani Marbun
Mei 7, 2020, 9:58 AM - Rei Rullyan
Mei 5, 2020, 3:26 AM - Siti nur wahyuni
Apr 21, 2020, 4:28 AM - Real sastra