Profil instastories

VhieDjar

Pernahkah kamu jatuh cinta pada seseorang yang sama sekali belum pernah kamu temui? Hanya mengenalnya lewat media sosial dan bertukar sapa lewat pesan singkat saja?

 

Yah, itulah yang sedang di alami oleh Viona saat ini. Namanya Trisha Viona Lovhie, panggil saja dia Viona. Seorang gadis berusia 17 tahun, memiliki ciri-ciri perawakan tinggi semampai, kulit putih, bila Ia tersenyum akan terlihat lesung pipit yang menambah nilai plus untuk kecantikannya, rambut hitam lurus dan panjang.

Viona mengenal seorang pria lewat sosial media yang selama ini sama sekali belum pernah Ia jumpai. Mereka hanya saling bertukar sapa lewat Email tanpa saling bertukar nomor WhatsApp atau pun sekedar bertukar foto.

Walau begitu, Viona tetap merasa nyaman saat saling berkomunikasi bersama pria tersebut. Aneh memang, tanpa saling bertemu sebelumnya, tapi Viona sudah merasakan benih-benih cinta tumbuh di hatinya untuk sahabat mayanya.

 

Viona merupakan salah satu siswa sekolah menengah atas terfavorit di Kota Bandung. Ia memiliki seorang sahabat yang selalu menemaninya kemanapun Viona pergi, namanya Intan. Intan merupakan gadis yang cantik dan cerdas, namun bila dibandingkan dengan Viona, tetap Viona lebih unggul dari Intan. Namun Viona tetap bersikap ramah dan rendah hati.

 

Selain Intan, Viona juga berteman dengan seorang pemuda tampan yang cukup populer di sekolahnya. Namanya Arkana, Viona biasa memanggilnya Arka. Sama seperti persahabatannya dengan Intan yang bermula sejak kelas X, persahabatannya dengan Arka pun terus terjalin walau saat ini mereka sudah beda kelas.

 

Hari ini Viona dan Intan berada di sekolah. Seperti pelajar pada umumnya, setelah melaksanakan upacara sekolah yang dilaksanakan setiap seminggu sekali tepatnya setiap hari senin. Semua siswa kembali berhambur masuk kedalam kelasnya masing-masing untuk mengikuti pelajaran.

 

Suasana berubah menjadi hening setelah seorang guru yang merupakan wali kelas mereka memasuki kelasnya. "Selamat pagi anak-anak..." sapa Bu Indah wali kelas Viona dan Intan mengawali percakapannya.

 

"Selamat pagi, Bu..." serempak murid kompak membalas sapaan wali kelasnya.

 

"Hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari kota Jakarta," jelas Bu Indah.

 

Mendengar akan ada seorang murid baru yang akan bergabung di kelas mereka, semua siswa pun mulai berbisik-bisik satu sama lain. Mereka sangat penasaran pada sosok yang akan menjadi teman barunya.

 

"Silahkan masuk!" Bu Indah melihat ke arah pintu, mempersilahkan seseorang untuk masuk kedalam kelas.

 

Seorang pemuda berpenampilan rapi dengan mengenakan seragam yang sama dengan siswa lainnya, mulai memasuki kelas. Kehadirannya membuat seisi kelas terdengar riuh kembali menyambut kehadirannya, terutama siswa perempuan termasuk Intan.

 

"Silahkan perkenalkan diri kamu kepada teman-teman barumu!" jelas Bu Indah lagi pada seorang pemuda bertubuh tinggi, kulitnya berwarna sawo matang, hidungnya mancung dan memiliki lensa mata berwarna coklat.

 

"Vhi, lihat tuh anak baru... Ganteng ya?" Ucap Intan pada Viona.

 

Viona yang sedari tadi menunduk, mengangkat kepalanya seraya melihat murid baru yang sedang berdiri tegap dihadapan semua murid.

 

"Kamu mah, giliran lihat yang bening-bening langsung semangat." Viona terkekeh pelan mengejek Intan.

 

"Biarin, aku mah normal. Sukanya sama yang nyata, gak kaya kamu suka sama yang maya. Gak pasti...." Ucap Intan membalas ejekan Viona sambil terkekeh pelan.

 

Viona memutar bola matanya malas, lalu menoyor pelan kepala Intan.

 

"Enak saja, jadi kamu ngatain aku gak normal gitu?!" Viona berucap seraya memelototkan matanya pada Intan. Membuat Intan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih seraya mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.

 

"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Muhammad Fajar pindahan dari Jakarta," murid baru itu mulai memperkenalkan diri kepada teman-teman barunya.

 

"Hai Fajar, kamu ganteng deh..." sapa Nita pada murid baru itu dibalas sorakan dari teman-temannya.

 

"Huuuuhhh..." serempak semua murid  menyorakinya.

 

Fajar hanya menyunggingkan sedikit bibirnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap semua murid yang akan menjadi teman barunya.

 

"Fajar udah punya pacar belum? Kalo belum, boleh dong jadi pacar aku..." tanya Intan yang disambut sorakan semua murid.

 

Fajar yang mendengar itu memutar bola matanya malas tidak menanggapinya.

Fajar mengedarkan pandangannya menatap semua teman-teman barunya dan pandangannya berhenti pada gadis yang sedari tadi acuh tidak mempedulikan kehadirannya seperti teman-teman yang lainnya.

 

"Gak boleh! Kamu kan harus jadi pacar aku, Tan" jawab Doni, salah satu murid laki-laki yang selama ini diketahui menyukai Intan.

 

"Cieee..." Intan memutar bola matanya malas saat mendengar ucapan Doni yang disambut ledekan dari teman-temannya.

 

"Idih, ogah pacaran sama kamu," jawab Intan kesal sambil mengkerutkan bibirnya.

 

Viona terkekeh pelan melihat Intan yang sedang merasa kesal karena ulah Doni yang selama ini tidak pernah menyerah menggoda Intan.

 

"SUDAH DIAM!!!" tegas Bu Indah kesal,

 

"Fajar silahkan kamu duduk di bangku yang kosong itu ya!" Bu Indah berucap seraya menunjukan meja kosong yang akan menjadi tempat duduk untuk Fajar. Pemuda itu menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih kepada Bu Indah.

 

Fajar menatap sejenak meja kosong yang akan menjadi tempat duduknya, sejenak pandangannya berhenti pada gadis cantik dan imut yang sedang sibuk mencoret-coret bukunya. Fajar pun berjalan menghampiri bangku kosong yang berada tepat di belakang Viona.

 

"Hai, kenalin namaku Intan, dan yang duduk disebelahku ini nama nya Trisha, eh panggil saja dia Viona." sapa Intan mencoba berkenalan dengan Fajar.

 

"Fajar," jawab Fajar berkenalan dengan Intan dan Viona.

 

Pelajaran pun berlangsung hingga bel berbunyi di jam istirahat. Guru yang mengajar pun keluar meninggalkan kelas dan murid mulai berhambur keluar kelas, ada yang ke kantin, ke perpustakaan, ada juga yang nongkrong di lorong sekolah.

 

"Vhie, kamu mau ke kantin bareng aku gak?" tanya Intan pada Viona yang sedang fokus pada benda pipih yang di genggamnya.

 

"Nggak deh, aku mau ke perpus," jawab Viona masih fokus pada benda pipih yang di pegangnya.

 

"Kamu masih suka chat-an sama sahabat maya kamu itu, Vhie?" tanya Intan lagi.

 

Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka.

 

"Masih, kenapa?" Viona menjawab pertanyaan Intan tanpa menatapnya, pandangannya tidak teralihkan dari ponselnya.

 

"Udah deh gak usah berharap sama yang belum pasti. Yang pasti-pasti kan ada..." jawab Intan sambil tersenyum menggoda Viona.

 

Belum sempat Viona menjawab ledekan dari sahabatnya, tiba-tiba seorang pemuda muncul di hadapan mereka.

 

"Vhie, ke kantin yuk! Hari ini gak ada penolakan ya!!" Ajakan Arka sedikit memaksa Viona untuk ikut ke kantin bersamanya.

 

"Iya Vhie, yuk ke kantin!" ucap Intan memelas. Viona pun tidak tega akhirnya menyetujui ajakan sahabatnya.

 

"Ya udah deh, yuk..." jawab Viona malas namun tetap pergi karna tidak enak terlalu sering menolak ajakan Intan dan Arka.

 

"Nah gitu dong, jangan asik chat-an aja." jawab Intan semangat dan langsung dapat pelototan dari Viona.

 

"Chat-an sama siapa?" Tanya Arka penasaran, Ia menatap Viona dan Intan secara bergantian seolah meminta penjelasan.

 

"Eh, nggak kok... Katanya mau ke kantin, nanti keburu bel masuk," jawab Viona sambil berdiri melangkahkan kaki ke luar kelas diikuti Intan dan juga Arka.

 

"Apa dia gadis yang aku cari?" gumam Fajar, Ia menatap punggung Viona hingga punggung itu menghilang dari pandangannya.

 

Fajar beranjak dari tempat duduknya, kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kelas. Karena Fajar masih baru dan masih sangat asing berada di sekolah barunya, Ia belum punya aktivitas yang bisa Ia kerjakan saat istirahat. Mengingat tadi pagi Fajar tidak sempat sarapan, jadilah Fajar memutuskan untuk pergi ke Kantin. Ia sedikit bingung jalan menuju kearah kantin, namun Fajar gengsi untuk sekedar bertanya pada murid lain. Fajar memutuskan untuk mengikuti murid lain berharap yang diikutinya juga akan menuju ke kantin.

 

Dan beruntungnya Fajar, orang yang diikutinya ternyata membawanya menuju tempat yang hendak dikunjunginya, yaitu kantin. Sejenak pandangannya berhenti saat matanya tidak sengaja melihat seorang gadis, entah mengapa baru sekali melihatnya saja sudah menarik perhatian Fajar. Perhatiannya teralihkan saat perutnya berdemo ria meminta untuk segera diisi makanan. Fajar pun segera memesan makanan dan minuman untuknya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani