Profil instastories

Be yourself 😊

Untukmu yang selalu kusebut dalam sepertiga malamku

Memang merupakan suatu hal yang sangat bodoh rasanya ketika aku berusaha sekuat dan sekeras mungkin untuk terus memendam perasaan yang sebenarnya kepada seseorang. Dia yang selalu hadir dalam setiap imajinasiku, bahkan hampir pecah kepala ini dipenuhi oleh fiksi tentangnya. Dia yang selalu kusebut dalam setiap untaian do'aku, berharap Tuhan menjadi perantara untuk menyampaikan rasa rindu yang semakin menggebu di kalbu. Dia yang selalu kuceritakan kepada semesta, bahwa dia laki-laki yang selalu membuat hariku menjadi lebih bermakna dan berwarna dan dialah laki-laki yang selalu mengajarkanku makna penantian dan perjuangan.

 

Saat ini, kita sudah terbiasa dengan indahnya jarak. Jarak yang menyekat dan apakah mungkin jika kita berdua bertemu secara tidak sengaja? Ataukah itu hanya imajinasi belaka hatiku kepadamu yang selalu menambah rasa rinduku? Kamu tahu? kenapa aku selalu menghindar saat kamu dengan yang lain sedang bersenda gurau ? Mengapa tak menghampiri mu untuk sekedar bertemu ataupun bercanda bersama. Aku menghindar bukan karena aku tak suka, tapi aku sedang berusaha menjaga hati dan pandangan agar rasa nyaman itu tidak hadir secara berlebihan. Aku tak ingin kita rusak hanya karena satu kalimat yang merupakan sebuah implementasi dari rasa hati ini padamu.

 

Bukannya aku takut kamu tidak membalas perasaanku, bukannya aku takut kamu tidak mempunyai perasaan yang sama kepadaku, dan bukannya aku takut kamu mengacuhkan semua rasa ini. Cinta, sejatinya akan sirna ketika egoisme menguasai segalanya. Aku tahu, tak pernah ada yang salah dari cinta. Namun cinta akan salah manakala kita tak lagi menopangnya dengan kesetiaan dan kedewasaan. Pada saat itu cinta hanya akan menjadi sebuah perasaan yang akan mengundang sejuta pilu di kalbu.

 

Maafkan aku yang belum bisa berterus terang kepadamu. Untukmu yang kini menjadi pangeran di singgasana hatiku, bersabarlah. Suatu saat nanti kamu akan tahu apa arti diamku selama ini. Kamu tahu ? Sesekali aku mencuri pandangan untuk bisa melihat sedang apa kamu disana. Bahkan disela-sela kesibukanku aku masih sempat mengingatmu. Aku belum berani untuk mengungkapkan semuanya kepadamu. Tapi percayalah ! walaupun kamu tak tahu, tapi aku akan selalu menjaga kesucian dan keabadian rasa ini.

 

Akan kuperbaiki diriku terlebih dahulu, sebelum nantinya aku akan bersanding denganmu, amin. Aku akan berusaha untuk menjadi sosok makmum yang suatu saat nanti akan menjadi cahaya di tengah temaramnya kehidupanmu. Aku akan berusaha untuk menjadi sosok wanita yang suatu saat nanti dapat menggantikan posisi ibumu untuk selalu menjaga dan merawatmu dengan sepenuh hati. Sekali lagi, aku akan berusaha menjaga kesucian dan keabadian rasa ini. Percayalah !

 

Bersama hembusan angin di tengah pekatnya angin malam, kutitipkan salam rindu ku untuknya. Untuk dia yang kini entah dimana, untuk dia yang kini entah bersama siapa, untuk dia yang entah kapan kita akan bertemu untuk menuju ke pernikahan ataukah aku hanya sekedar tamu undangan? Hai kamu yang suatu saat nanti akan menjadi imamku, bersabarlah dalam menjalani setiap rintangan dalam hidup ini. Tetapkanlah hati mu pada yang Maha Kuasa, teguhkanlah iman mu padaNya. Jangan biarkan dunia membodohimu. Dunia hanya fatamorgana, hanya ilusi semata. Jangan sampai kau terbuai olehnya.

 

Aku berharap, suatu saat nanti kau akan menjadi seorang imam yang kelak bisa menjadi pelita di tengah temaramnya cahaya kehidupanku, yang akan bisa menjadi penunjuk arah d persimpangan jalan yang kelam. Kutunggu kau ya ikhwan, kutunggu kau untuk bersama, kita arungi arus samudera kehidupan dengan sampan keikhlasan, sehingga suatu saat nanti kita akan sampai di tengah indahnya muara kebahagiaan.

 

Amminnn ❣️

 

Untukmu yang selalu aku sebutkan dalam setiap doaku

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.