Profil instastories

Ulasan Novel "Alles Liebe"

SINOPSIS NOVEL

 

Judul              : Alles Liebe

Penulis           : Farrahnanda

Penerbit         : de TEENS

Cetakan         : 1 November 2013

Tebal              : 228 halaman

ISBN               : 978-602-7695-25-2

 

Alles liebe (semua untuk cinta), “bertahan dan berjuanglah untukku” adalah novel yang judulnya diambil dari bahasa jerman. Novel ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Sartika. Sartika menjadi anak tertua dalam panti asuhan yang membuatnya muak dengan kehidupannya. Salahnya juga dulu pernah menolak keluarga yang hendak mengadopsinya. Akibatnya ia harus siap menjadi kakak asuh bagi setiap adik-adiknya di panti. Terlebih teman-teman di sekolah bahkan guru pengajar selalu menganggapnya sebelah mata. Hal itu pula yang membuat Sartika menyamaratakan persepsi terhadap semua teman-teman di sekolahnya. Baginya mereka semua tak lebih dari bedebah brengsek yang tak pernah mengerti kehidupan dari sisinya. Tak terkecuali Ferro, seorang sekertaris osis sekaligus teman sekelas yang menaruh perhatian padanya.

Diceritakan bahwa Sartika adalah seorang perokok berat dan pembolos ulung. Ia menganggap rokok adalah hal yang paling berharga baginya yang mampu menghilangkan segala kepenatan yang ada dalam kepalanya dan melarikan diri saat kegiatan belajar mengajar adalah kegemarannya. Untuk yang kesekian kalinya Sartika membuat onar di sekolah yang meskipun tidak sepenuhnya salah dia. Sikapnya yang kasar kepada guru, nilainya yang selalu jelek serta pelanggaran-pelanggaran yang ia lakukan membuat teman-teman di kelasnya dan anggota osis pun memojokkannya. Sartika disidang dan hendak diberhentikan dari sekolahnya. Ferro pun bertindak membela. Fakta tentang sartika yang masuk ke dalam daftar sepuluh besar saat ujian masuk sekolah membuat ferro tertarik. Ia berani mempertaruhkan jabatannya sebagai Dewan Eksekutor dan Sekertaris Osis kepada Ibu kepala sekolah agar persidangan itu tidak jadi dilaksanakan dengan syarat ia dapat mengubah sartika menjadi seseorang yang lebih baik. Akan tetapi jika gagal maka ia harus bersedia kehilangan jabatannya. Hari-hari kemudian diisi dengan usaha polos Ferro yang bersikeras membuat Sartika menghilangkan kebiasaan buruknya. Perlahan-lahan meskipun sulit diterima. Sartika akhirnya luluh dan mengubah pandangannya terhadap Ferro.

Sartika berjuang dengan laki-laki yang menjadi pacarnya secara tidak sengaja itu. Mengejar semua pelajaran yang banyak ditinggalkan, menggurangi hingga berhenti merokok. Akhirnya Sartika mendapatkan hasil yang baik di akhir semester dan Ferro pun tidak jadi kehilangan jabatannya. Hubungan mereka terus berlanjut hingga kuliah, namun sayangnya Sartika harus menangis di akhir cerita karena seseorang yang selalu memberikan semangat dan menjadi panutan baginya telah pergi meninggalkannya. Ferro meninggal dalam sebuah kecelakaan kapal yang meledak.

 

UNSUR INTRINSIK NOVEL

Tema

Perjuangan seorang laki-laki untuk merubah seorang wanita yang ia cintai menjadi pribadi yang lebih baik.

Perjuangan seorang perempuan yang merasa terasing dengan lingkungannya

Tokoh

Sartika

-Kasar 

Kutipan: “ cih, siapa yang sudi? Memangnya dia pikir aku takut padanya? “terserah kalau ibu mau kelas ini nanti bau pesing,”

Kuangkat tangan kananku perlahan dan mengacungkan jarih tengahku. Guru itu terbelalak melihat ”hadiahku”.

-Tidak Sopan

Kutipan: setelah menerima perintah itu, aku langsung pergi keluar. Tanpa pamit. Peduli apa pada sopan santun?

-Perokok

Kutipan: aku merogoh saku rok. Sebuah clutch kecil yang butut terasa di genggaman. Ya, barang berharga yang tadi ku persiapkan. Kuambil sebungkus rokok dan sebuah korek gas. Tiga batang rokok sudah habis.

-Suka memaki

Kutipan: “pikirkan saja maksudnya tolol!” makiku, tidak tahan melihat kelakuannya.

“aku malah berharap bisa segera keluar dari sekolah ini, keparat!” makiku memotong perkataannya.

“mau mati. Keparat sekali kamu,” makiku dengan wajah dingin.

-Pembangkang

Kutipan: “mau kemana, Sartika?” suaranya menghentikan langkah kakiku. “pembangkang tidak pantas mendapat makan malam. “benarkah?” tanyaku dengan     nada menantang. Aku berbalik menatap ibu panti.

-Tidak Peduli

Kutipan: Aku mengedikkan bahu tidak peduli. Aku sudah terlalu sering mendengar 

celotehan sumbang macam ini. “Biarin aja dia mau ngomong apa.

Ferro 

-Suka membantu

Kutipan: “mau meminjam tugasku? Tanya seseorang mengagetkanku.

-Periang 

Kutipan: belum cukup kemarin pagi cowok periang itu bertingkah aneh kepadaku.

Dia tidak merespon. Hanya suara senandung riang yang terdengar darinya.

-Murah senyum

Kutipan: dia kembali menatapku, menggariskan sebuah senyum di bibirnya lagi.

-Peduli

Kutipan: “aku tidak akan membatalkannya. Meskipun tanpa perjanjian itu, aku akn tetap membantumu melewati ini semua.”

-Perhatian:

Kutipan: “kamu belum istirahat kan? Ini kubawakan roti. “dia mengeluarkan sebungkus sandwich

-Penyayang

Kutipan: “keluarkan semua bebanmu, ada aku. Bagi semuanya padaku. Jangan merasa sendiri lagi.”

Ibu panti

-Penyayang

Kutipan: “maaf kalau kata-kata ibu barusan kasar. Ibu hanya tidak mau kamu dirusak  oleh benda itu, nak. Berhenti merokok, ya?”

-Perhatian

Kutipan: “kamu pikir disini kamu hanya disuruh untuk kerja rodi? Kamu di sini juga dididik, Sartika. dan kelakuanmu itu sangat memalukan!”

“kamu mau jadi perempuan seperti apa?

Ibu kepala sekolah

-Berwibawa

-Bijaksana

-Tegas

Ibu kimia

-Pemarah

-Pilih kasih 

-Suka mengadu

Rana

-Jutek

-Pembohong

-Usil

-Kasar

Nevly

-Baik

-Penyabar

Sela dan gista

-Nakal

-Suka mengadu

-Usil

-Banyak bertanya

Ibu Ferro 

-Baik

-Penyayang

-lembut

 

Alur 

Alur cerita dalam novel “alles liebe” alur mundur.

Dikatakan sebagai alur mundur karena awal ceritanya penulis mengenang kekasihnya yang telah tiada. Dan menceritakan kembali kenangan mereka yang telah berlalu.

Latar

1. latar tempat

-Kelas

Kutipan: suasana kelas begitu hening. Aku menguap untuk yang kesekian kalinya. Pelajaran kimia begitu menyebalkan.

-Atap Sekolah

Kutipan: wah, tempat ini memang luar biasa! Aku suka sekali atap sekolah.

-Panti asuhan

Kutipan: mengesalkan sekali kalau jadi yang paling tua dip anti asuhan. Kegiatan berat dibebankan padaku

-Ruang BK

Kutipan: aku terpaksa berjalan menuju ruang BK.

-Rumah Ferro

Kutipan: sampai di depan sebuah rumah munggil yang asri, ferro membuka gerbangnya, menungguku masuk, setelah itu kembali menutup gerbang.

2.  latar waktu

-Pagi hari

Kutipan: suatu hal yang ajaib karena aku akhirnya berhasil tidak telat. Karena kebetulan dua anak kecil yang biasanya kuantar kali ini berangkat lebih pagi.

-Sore hari

Kutipan: menjelang sore, Ferro mengantarku sampai panti.

-Dini hari

Kutipan: makan malam berakhir. Aku, seperti biasa, kebagian jatah mencuci piring.

3. latar suasana

-Hening

Kutipan: suasana kelas begitu hening. Aku menguap untuk yang kesekian kalinya.

-Tegang

Kutipan: aku memilih bungkam dan menunduk. Napas ibu panti masih mendominasi ruangan. Suaranya menggema seperti getaran Guntur di kaca.

-Senang 

Kutipan: ah, rasanya seperti Aku bisa ikut bernyanyi bersama burung kenari. Entah, Aku sedang larut dalam kebahagiaan.

-Sedih 

Kutipan: sepertinya Aku mulai menangis. Pipiku terasa basah. 

Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan penggarang dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama. Dimana pengarang menggunakan toko aku kata ganti orang pertama. Mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengunggkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.

Gaya bahasa

Gaya bahasa dalam novel ini mengunakan bahasa yang nyaman dan cerita yang ringan serta penggunaan bahasa sehari-hari, penulisannya sangat mengalir, blak-blakan, dan jujur. Cara pengarang mengumpat dan bercerita seolah-olah ocehan sehari-hari, bahasanya renyah dan bisa mengubah kesan cerita yang sebenarnya tidak memberikan hal baru menjadi lebih berkesan.

Amanat

Amanat yang dapat diambil dari novel “alles liebe” adalah: 

-Sebaiknya kita tidak bisa menilai atau menganggap kepribadian seseorang hanya dari penampilan luarnya saja.

-Jangan menyalahkan takdir hanya karena kita tidak bernasib baik. Kesukaran yang kita dapat hari ini mungkin akan menjadi suatu kesenangan disuatu hari nanti.

-Kita harus tetap berjuang keras dalam menjalani kehidupan dan bertanggung jawab menyelesaikan masalah kehidupan.

-Tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai suatu sebab untuk kita menghakimi dan menjelek-jelekkan yang bisa membuatnya menjadi seseorang yang terasing

 

UNSUR EKSTRINSIK NOVEL

 

-Nilai Sosial:

Nilai sosial dalam novel ini adalah kepedulian seseorang terhadap kehidupan orang lain. Seperti ferro yang perduli terhadap sartika.

-Nilai moral:

Dalam novel ini terdapat nilai moral yakni sikap sartika yang kasar dan kurang ajar tehadap gurunya. Tidak seharusnya kita bersikap kasar terhadap seseorang yang lebih tua. Kita harus lebih menghormati dan menghargai seseorang.

-Kelebihan novel:

Novel ini sangat menarik. Ceritanya sangat sederhana, tapi sangat berkesan. Lebih mudah untuk dibaca karena ceritanya ringan dan tidak ada kesulitan dalam memahami setiap kata pada bacaan. Semua kisah dan konflik yang dialami Sartika, bagi saya telah menyampaikan satu pesan besar. Pesan untuk memahami perasaan siswa yang terasing di sekolah. Siswa-siswa yang hanya dicap buruk karena pelanggarannya tanpa pernah dimengerti kenapa dia melakukannya.

-Kekurangan novel:

Kekurangan novel ini berada pada ending, cerita akhir. Cerita ini diakhiri dengan kesedihan yang terlalu dipaksakan. Dimana cerita di buat seolah-olah beberapa tahun kemudian dan diakhiri dengan meninggalnya Ferro karena kapal yang meledak. Dan menurut saya itu adalah akhir yang terlalu dipaksakan dan mengecewakan. Padahal pada bab sebelumnya sudah terdapat adegan dan pemilihan ending yang tepat menurut saya.

 

 

 

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Mei 28, 2020, 6:04 AM - Siti nur wahyuni
Mei 28, 2020, 6:03 AM - Annida Safarulaili
Mei 25, 2020, 7:32 AM - Siti nur wahyuni
Mei 25, 2020, 7:21 AM - Biru Amarantha
Mei 24, 2020, 5:15 PM - N. Salamah
Mei 24, 2020, 5:14 PM - N. Salamah