Profil instastories

Tumbuhan Hijau (Plantae)

Tumbuhan Hijau (Plantae)

By : Widia Purnamasari

 

Sebagai mahluk hidup, tumbuhan menunjukkan aktivitas-aktivitas kehidupan, seluruh aktivitas tersebut di kaji di materi fisiologi tumbuhan. Maka sangatlah ideal jika dikatakan bahwa Fisiologi Tumbuhan adalah Ilmu yang mempelajari aktivitas hidup yang dilakukan tumbuhan, juga merupakan ilmu yang menginterpretasikan proses kehidupan tumbuhan itu sendiri yang berguna untuk pengaturan sistematika tumbuhan, misalnya mempelajari tanggapan tumbuhan terhadap perubahan lingkungan, proses metabolisme dan lain-lain. Sebagai mahluk hidup, tumbuhan menunjukkan aktivitas-aktivitas seperti:

• Mampu bertukar senyawa kimia dengan lingkungan, sementara senyawa penyusun tubuhnya hanya sedikit yang hilang.

• Mampu menyerap dan menggunakan energi dari luar.

• Mampu mensintesis bahan kimia yang diperlukan.

• Sebahagian selnya membelah dan bersifat meristematis, kemudian bergabung membentuk jaringan dan berdifrensiasi lebih lanjut. Jika proses ini tidak ada maka tumbuhan akan mati.

Seluruh tubuh tumbuhan tersusun oleh satuan -satuan unit terkecil (seluler). Organisasi tumbuhan terdiri dari struktur dalam tumbuhan (struktur sel) dan organisasi sub selluler. Sel mahluk hidup digolongkan sebagai sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel Prokariotik: Materi intinya tersebar di seluruh sitoplasma, dinding nukleus tidak ada. Contoh: Alga Hijau, Alga Biru, Bakteri. Sel Eukariotik: Intinya jelas dan memiliki dinding inti.

1. Prokariotik (Misalnya: Bakteri).

Ciri-ciri bakteri: ukurannya kecil, tebal hanya ± 1 mm, dilindungi oleh dinding sel, kadang-kadang memiliki kapsul Geli), memiliki membran plasma. Ciri-ciriAlga hijau: memiliki ukuran lebih besar daribakteri, mampu melakukan fotosintesis, Cyanobakteria merupakan wujud lain dari bakteri, dilindungi oleh dinding sel.

Organel - organel pada sel prokariotik: ~ Dinding sel (bukan selulosa) ~ Capsul Gelli, lendir) ~ Plasmalemma

~ Mesosom (Membran luar yang melipat, berguna untuk tempat keluar masuknya zat)

~ Ribosom (tempat sintesis protein)

~ Vacuola (berfungsi juga sebagai tempat cadangan gula kompleks yang bersifat anorganik)

~ Vesicle (Vacuola-vacuola kecil). ~ dan lain-lain.

2. Eukariotik

Contoh: Fungi, Tumbuhan, Protista. Ciri-cirinya:

• Memiliki struktur yang lebih maju, ada struktur tambahan yang dibungkus oleh membran.

• Memiliki ciri khas sel tumbuhan, misal: korteks, ujung akar:, empelur.

• Umumnya memiliki dinding sel, membran, sementara hewan tidak memiliki dinding sel.

• Pada awal pembentukan memiliki dinding primer yang tipis, mengelilingi protoplas dan membran.

• Pada tumbuhan memiliki dinding sekunder, diendapkan diantara membran dan dinding primer.

Telah dijelaskan bahwa sel tumbuhan memiliki dinding sel. Dinding sel terdiri dari dinding primer dan dinding sekunder. Perbedaan diantara keduanya adalah sebagai berikut:

Dinding Primer:

• Tipis: 1-3 ~m

• 9-25 % mengandung selulosa (30 -40 pasang molekul selulosa yang panjang tidak bercabang yang disebut mikrofibril, yang memiliki daya renggang tinggi).

• 10-35 % terdiri dari hemiselulosa (zat perekat) 10% protein

• Mempunyai zat pengatur tumbuh endogen yang berperan untuk melemaskan dinding sel dan menyebabkan mikrofibril bergeser sehingga sel dapat mengembang.

Dinding Sekunder:

• Berukuran lebih tebal dari dinding primer

• Merupakan perkembangan dan penebalan dari dinding primer: memiliki kandungan selulosa (41-45 %), hemiselulosa (30 %), lignin (22-28 %).

• Bentuk tidak mudah berubah, tidak mudah ditekan, tersusun oleh lignin, selulosa.

• Memiliki bahan pektat yang melekat pada sel, pada lamela tengah dalam bentuk gel.

• Pektat (pektin) dapat dirombak oleheDinding Primer:

• Tipis: 1-3 ~m.

• 9-25 % mengandung selulosa (30 -40 pasang molekul selulosa yang panjang tidak bercabang yang disebut mikrofibril, yang memiliki daya renggang tinggi).

• 10-35 % terdiri dari hemiselulosa (zat perekat) 10% protein

• Mempunyai zat pengatur tumbuh endogen yang berperan untuk melemaskan dinding sel dan menyebabkan mikrofibril bergeser sehingga sel dapat mengembang.

Dinding Sekunder:

• Berukuran lebih tebal dari dinding primer

• Merupakan perkembangan dan penebalan dari dinding primer: memiliki kandungan selulosa (41-45 %), hemiselulosa (30 %), lignin (22-28 %).

• Bentuk tidak mudah berubah, tidak mudah ditekan, tersusun oleh lignin, selulosa.

• Memiliki bahan pektat yang melekat pada sel, pada lamela tengah dalam bentuk gel.

• Pektat (pektin) dapat dirombak oleh enzim tertentu pada proses pemasakan buah.

• Plasmodesmata: merupakan kanal yang dibatasi oleh membran sel yang berdampingan dan diisi oleh benang plasma sebingga dapat menyatukan banyak sel.

• Beberapa memiliki zat anorganik pada dinding sel, seperti kersik dan kapur.

Fungsi dinding sel: Melindungi isi sel, memperkuat sel, membentuk sel, menentukan ciri sel enzim tertentu pada proses pemasakan buah.

• Plasmodesmata: merupakan kanal yang dibatasi oleh membran sel yang berdampingan dan diisi oleh benang plasma sehingga dapat menyatukan banyak sel.

• Beberapa memiliki zat anorganik pada dinding sel, seperti kersik dan kapur.

Fungsi dinding sel: Melindungi isi sel, memperkuat sel, membentuk sel, menentukan ciri sel.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.