Profil instastories

Nama lengkap I Putu Artama , lahir di Tabanan, Bali Pada 2-2-1998, menulis membuat waktu lebih produktif.

THERAVADA, Chapter I, BAB I, Khirriyana Pholen

Permata Kàrttika yang melegenda sempat menghebohkan federasi Theràvada lima ratus tahun yang lalu,usiaku sekarang seratus tujuh puluh tahun tentu saja masih sangat muda bahkan aku belum lahir pada saat itu, dari cerita yang beredar permata itu telah lenyap setelah perang besar melanda satu-satunya planet di gugusan galaksi Cosmimà ini.

Pada tanggal IV di musim gugur tahun 4750 SM di distrik Aagreta, di siang yang sejuk di tengah usianya yang semakin tua Kirriyâna Pholèn tengah bersantai di teras kapsulnya dia memandangi tamannya yang permai, di tengah usia yang damai ini dia tak anyak bergerak dan beraktifitas, sehari-hari dia hanya mengurus taman mungilnya.

Ketika Lembayung datang, ia akan mulai menyanyikan lagu kebangsaan federasi, suaranya begitu merdu, pholen sangat cinta dengan tanah airnya, saat itu setelah menyelesaikan tradisinya pholen beranjak untuk merebahkan badan yang mulai rapuh.

beberapa saat setelah memejamkan mata hidungnya mencium bau manis yang tajam seperti madu Wijjà, madu wijjà adalah madu yang dihasilkan oleh sari bunga Nùnki, madu wijjà berwarna emas dan berbau sangat manis biasanya burung Enìf menghisap madu wijja digunakan untuk membuat sarang

Matanya kembali terbuka lebar,ia curiga dan melirik keluar jendela, taka ada tanda kehidupan di angkasa, ia keluar dan memastikan bahwa itu adalah segerombolan burung Enìf yang membawa persediaan madu, namun nihil,tidak ada apa-apa.

satu hal yang baru ia sadari bahwa burung Enìf hanya keluar pada musim semi, saat itulah pholèn menyadari bahwa dirinya sudah benar-benar tua dan sudah pikun.

semakin dicari baunya semakin menyengat, pholen mencari di setiap sudut tamannya selama berjam-jam , sampai di suatu titik ia kelelahan tulangnya tak kuat lagi menumpu dia duduk dan bersandar di bawah pohon Jàmana, hari semakin gelap saat itu, keingintahuaanya itu membuatnya bersemangat, bau itu seakan membangkitkan memori masalalunya

dia menikmati rasa itu, ketika ia mulai memejamkan matanya pholen merasakan ketenangan yang hilang selama ini, sampai tak terasa air matanya menetes, cepat-cepat ia menyadarkan diri, ketika membuka mata ia terkejut oleh melihat bunga parijàta nya, sebuah terbuka perlahan, setitik kecil cahaya berwarna ungu muncul diantara kelopaknya, kecil sekali tetapi sangat terang, ketika pholen mendekatinya ternyata itu adalah sebuah permata, permata kàrttika, benar-benar permata kàrttika.

Lalu? Aku memotong

Pholèn Menghilang. Khàirra balas menyerempet

Apakah benar dia setua yang diceritakan kakekmu?

 “tentu,dia sudah tua sekali” kakeku pernah melihatnya ketika dia berumur tujuh ratus lima puluh ribu tahun”

 “dan seharusnya kakekmu tidak mengalami encok di usia yang masih duaratus ribu tahun”

Pertanyaanku ini selalu tak bisa dijawab oleh khairra ketika kami membahas tentang kakek pholen. menurut cerita para orang terdahulu pholen hilang setelah menemukan permata jamani yang mekar diatas bunga paarijjata miliknya, ceritanya hanya sampai disitu

Semua anak-anak pernah mendengarkan cerita ini, orang tua mereka sering menceritakan kisah ini karena begitu terkenalnya cerita ini dikisahkan turun temurun sampai ke anak cucu hingga sekarang.

di tengah kota pun dibuat monumen untuk mengenang Kirriyàna Pholèn atas jasanya sebagai salah satu veteran yang memperjuangkan planet ini dari peperangan antargalaksi ya, selain cerita diatas itu dia juga terkenal sebagai seorang pahlawan, ia tercatat tergabung dalam infanteri pasukan khusus dalam angkatan udara federasi thera tetapi belakangan monument ini jaraang dirrawat sehingga ditumbuhi ganggang pùrpurà.

Bertemu Pholen penuh ganggang sudah menjadi pemandangan wajar setiap hari                                         Kami selalu melewatinya setiap hari sepulang sekolah, hanya ganggangnya semakin tebal setiap minggu wajahnya kian tak nampak.

Entahlah mungkin petugas kebersihan di kota ini tidak mendapatkan pesangon yang pantas sehingga patung ikonik kota ini jarang dibersihkan.

Satu hal yang menarik dari cerita itu adalah permata jaamani, permata ungu yang menjadi legenda di planet kami, bentuknya sangat indah dan berkilau berwarna ungu,jika berkunjung ke museum di distrik Asgard disana terdapat sebuah kalung yang berisi permata ungu yang menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang masih bisa kami lihat, terbungkus dalam sebuahkotak kaca anti radiasi yang sangat tebal, konon jika permata itu bersentuhan langsung dengan udara luar, maka dia akan lebur menjadi abu.

Kita bisa melihat nama pemilik kalung tersebut dari ukiran nama di bagian depann

Khirriyàna Pholen

Lahir   : Musim semi,II 23 SM, Distrik Meldtrà

Wafat : Musim Gugur IV 4750, Distrik Àgret

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
YOGIK PRASETYA - Jul 8, 2020, 2:42 AM - Add Reply

mantap

You must be logged in to post a comment.
Trisna aprilia - Jul 8, 2020, 3:00 AM - Add Reply

👍👍

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani