Profil instastories

Semoga suka dengan ceritaku

Terlambat Jatuh Cinta

Sella kini tengah berlari menuju kelas nya. Sampai di simpang ia menemukan cowok yang tidak asing lagi bagi nya.

"RAKA!" pekiknya saat sudah berada di dekat pemuda yang bernama Raka.

Pemuda yang terpanggil itu pun menoleh ke belakang melihat siapa yang memanggilnya.

"Astaga Sella, gue kira siapa tadi yang manggil gue. Kayak orang mau nagih utang aja," ujar Raka— pemuda itu.

"Hehe sori," ucap Sella dengan cengiran khasnya.

"Ngapain sih lo lari-lari macam di kejar setan?" tanya Raka.

"Enak aja, gue 'kan gak mau terlambat lagi hari ini. Secara kan sekarang sudah jam 07.30," ucap Sella panjang lebar.

"Lo halu ya sell? Sekarang 'kan masih jam 06.45. Bahkan sekarang lo datang cepat," ujar Raka santai.

Dan justru itu membuat Sella membelalakan matanya karena kaget atas ucapan Raka.

"Serius Rak? Demi apa. Lah tapi tadi kata Bang Gilang–" ucapan Sella terpotong saat teringat akan kejahilan abang sematawayangnya itu. Tidak salah lagi pasti sekarang ia telah di kerjai sama abang itu.

"Hahaha..., lo lucu tau gak. Percaya aja omongan Bang Gilang. Udah tau dia orang nya usil." ucap Raka masih dengan tawa nya.

"Ketawak aja terus, sampai puas," ucap Sella ketus.

⭕⭕


Sekedar info, mereka itu sahabatan dari kecil karena rumah mereka yang bersebelahan. Tapi kalau sekolah mereka tidak pernah bareng. Alasannya karena Sella itu lambat banget. Jadi Raka tidak mau dirinya terlambat.

Nama nya Sella Trinati Aura biasa dipanggil Sella. Anak kedua dari dua bersaudara. Jadi, dia anak terakhir yang artinya dia itu sedikit manja kalau di rumah.

Sedangkan sahabat nya bernama Raka Adrian biasa dipanggil Raka. Ayah nya sudah meninggal sejak ia usia 7 tahun. Dia anak ketiga dari tiga bersaudara. jadi, dia anak terakhir juga. Tapi jangan salah walaupun dia anak bungsu, tapi dia sedikitpun tidak manja.

⭕⭕


Nampaknya Sella sedang bahagia, lihat saja sedari tadi Raka perhatikan wajah Sella tampak cerah sekali. Sekarang, mereka sedang berada di kantin menghabisi waktu istirahat.

"Lo gila ya? dari tadi senyum-senyum gak jelas gitu," tanya Raka yang memang penasaran karena tingkah sahabatnya ini.

"Enak aja lo bilang gue gila, gue lagi senang tau." jawab Sella ketus.

"Lah terus, lo kenapa?" tanya Raka lagi.

"Gue tuh lagi senang banget Rak, nanti malam gue kencan sama Dafa " jawab Sella dengan semangat.

"Ooh," jawab Raka.

"Ih kok cuma ooh doang," ucap Sella kesal.

"Lah terus gue harus jawab apa? Bilang waw sambil jingkrak-jingkrak gitu. Ya kali, cuma di ajak kencan senangnya kaya dapat uang segudang aja." ucap Raka panjang lebar.

"Ihh gue kok kesel ya, ini tuh masa pendekatan tau gak. Sebagai sahabat harus nya lo itu ngedukung gue, Raka." ujar Sella tak kalah panjang.

⭕⭕


Dirumah nya Raka tengah duduk di ruang tamu sambil menonton tv. Tapi sedari tadi seperti nya Raka tidak menonton acara tersebut.

Malah sebaliknya tv lah yang menonton dia. Rika—mama nya Raka menghampiri dia sambil membawa nampan yang berisi biskuit dan susu coklat yang pasti kesukaan Raka.

"Raka ini mama bawain kamu biskuit sama susu," ucap Rika seraya menaruh nampan di meja.

Tidak mendapat jawaban dari ankanya, Rika pun menepuk bahu Raka dan kembali berucap, "Hei, kamu kenapa?" tanya Rika.

"Eh mah, Raka gapapa kok," jawab Raka.

"Mama ngapain di sini?"tanya Raka.

"Ini, mama bawakan kamu biskiut sama susu coklat." jawab Rika seraya mengelus surai Raka.

"Makasih, Ma," ucap Raka sambil mencomot satu biskuit dan memakan nya. Mengingat kejadian tadi membuatnya lapar juga.

⭕⭕


Saat ini Raka sedang sarapan bersama keluarganya. Tidak ada yang berbicara, hanya detingan sendok dan garpu saja yang terdengar.

"Raka kamu jangan lupa minum obat nya ya," ucap Rika mengingatkan Raka.

"Iya, Ma," jawab Raka yang masih mengunyah nasi goreng nya.

"Ma, hari ini abang pulang agak telat, mau kerjain tugas di rumah teman soalnya" ucap Haris—abangnya Raka yang pertama. Haris baru saja masuk semester dua. Kuliah jurusan Arsitek.

"Iya, tapi jangan malam-malam pulang nya,"jawab Rika.

"Raka udah siap, berangkat dulu ya," pamit Raka kepada semua anggota keluarganya.

"Kakak antar aja, Ka," ucap Rifa—kakak Raka yang kedua. Dia baru saja kuliah semester satu.

"Gak usah, Kak, Raka naik motor aja." tolak Raka.

"Kamu bawa motor jangan ngebut-ngebut ya Ka," ucap Rika menasehati Raka lagi.

"Hmm."

⭕⭕


Raka kini tengah berjalan menuju kelas nya, seperti biasa senyum manisnya selalu terhias di bibirnya. Membuat siapa saja jatuh cinta padanya.

Saat sudah sampai di depan kelas senyum Raka memudar. Masih pagi dia sudah melihat pemandangan yang menyesakkan di hati.

Raka pun berniat pergi dari sini, daripada hati nya tambah sakit. Tapi niat itu tidak terjadi karena dia di panggil oleh orang yang ia lihat tadi.

"RAKA!"

Raka pun hanya memberi senyum terbaiknya saja. Orang tersebut pun menghampiri Raka sambil tersenyum juga.

"Lo kok gak masuk ? Padahal udah di depan kelas." tanya Sella, ya orang itu adalah Sella.

"Eh ini, pas sampai disini tiba-tiba gue ingat ada barang yang ketinggalan di jok motor gue." jawab Raka setenang mungkin tidak mungkin 'kan ia mengatakan yang sebenarnya kepada Sella.

"Oh ya, sekalian aja deh. Gue mau nyontek pr kimia lo dong gue belum siap nih, Hehe," ucap Sella.

"Makanya di kerjain Sella, kapan mau pintar nya kalau cuma ngandelin gue doang," ujar Raka kesal.

"Ih ya udah sih gue kan cuma nyontek lima soal doang, parah amat," ucap Sella sambil memanyunkan bibirnya.

"Iya iya, nih buku nya," ucap Raka mengulurkan buku tersebut "gue ke parkiran dulu ya," lanjutnya.

"Ok," jawab Sella.

⭕⭕


Tidak. Raka tidak ke parkiran, melainkan ke tempat yang bisa membuatnya tenang. Tempat itu rooftop, hanya tempat itu yang bisa meluapkan segala emosi nya.

Raka kecewa sama perasaannya sendiri. Kenapa ia bisa suka sama sahabat kecilnya, Sella.

Padahal dulu mereka berjanji, tidak akan ada hubungan lain selain menjadi seorang sahabat. Tapi kenapa perasaan itu muncul. Sedangkan Sella tidak merasakan nya.

Ingin sekali Raka mengungkapkan semua isi hatinya pada Sella. Tapi dia terlalu takut, dia takut akan dibenci Sella.

Sedangkan di tempat lain ...

"Akhirnya selesai," gumam Sella senang karena tugasnya sudah selesai.

Tapi saat Sella melihat bangku di sebelahnya kosong, dia langsung teringat oleh Raka.

Padahal tadi katanya cuma mau ngambil barang ketinggalan, kok belum balik,-batin Sella.

Dafa sudah pergi sedari tadi, katanya takut bel masuk. Jadi Sella mengerjakan tugasnya sendiri. Jadi dia tidak memerhatikan sekitarnya saat ia sedang menulis.

"Apa gue cari aja," guman Sella.

Akhirnya Sella pun memutuskan untuk mencari Raka. Pertama sekali, tempat yang harus Sella telusuri yaitu parkiran.

Tapi saat sudah sampai di parkiran dia tidak menemukan siapa-siapa.

Apa Raka di toilet- gumam Sella.

Sella pun memutuskan untuk ke toilet. Sesampai nya di sana, Sella tidak melihat Raka di sana.

Jadi kemana tuh anak, ROOFTOP! mungkin Raka ke sana.Eh tapi ngapain coba dia kesana? -batin Sella.

Akhirnya Sella memutuskan untuk pergi ke rooftop. Karena hanya tempat itu yang belum dikunjunginya.

Sesampainya dia di sana, benar saja Raka sedang berdiri di sana sambil melihat kedapan.

Tiba-tiba Raka berteriak membuat Sella berhenti.

"GUE SUKA SAMA LO SELLA, GUE CINTA SAMA LO!" teriak Raka karena jujur ia sudah tidak tahan lagi kalau tidak beriak seperti itu.

Tiba-tiba Raka terdengar seperti buku jatuh dan Raka pun langsung menoleh ke belakang.

Seketika ia membeku karena melihat siapa yang ada di belakangnya.

"Se ... Sella," ucap Raka terbata.

Raka pun memberanikan diri menghampiri Sella.

"Lo ngapain disini?" tanya Raka.

"Lo suka sama gue?" bukan nya menjawab Sella malah bertanya balik.

"Gu ... e-" ucapan Raka terpotong.

"Kenapa lo bisa suka sama gue, Raka. Apa lo lupa sama perjanji kita. Hah!" ujar Sella menahan air matanya.

"Maafin gue Sella, gue juga gak tau sama perasaan gue ini," ucap Raka.

"Tapi kita itu udah janji gak akan ada hubungan lain selain sahabat. Lagipula gue gak suka sama lo, Raka. Gue suka sama Dafa dan semalam kita udah jadian," ungkap Sella panjang lebar dan itu membuat hati Raka menjadi perih seperti tertusuk ribuan duri. "Maaf ka, gue gak bisa balas perasaan lo." lanjutnya meminta maaf.

"Lo gak salah, yang salah itu gue. Seharusnya gue sadar, gue gak berhak mencintai lo,"ucap Raka.

Sella langsung memeluk tubuh Raka. Jujur dia tidak sampai hati melihat sabahat nya itu, yang sudah lama mencintainya.

"Maaf ...," ucap nya lagi.

Raka pun membalas pelukan itu tak kalag erat. Selang beberapa menit, akhir Raka pun menguraikan pelukan nya.

"Udah, gak perlu di pikirin perasaan gue ini. Lihat lo bahagia aja udah membuat gue bahagia Sell," ucap Raka. "oh iya, hampir aja gue lupa. Gue ada kado buat lo," lanjutnya seraya mengambil kotak kecil bewarna biru muda dengan pita pink didalam tas nya.

Raka pun menyodor 'kan kotak kecil tersebut. "Buat lo."

"Lo gak salah Rak, ulang tahun gue 'kan minggu depan." ucap Sella kaget.

"Gapapa, takut nya pas hari ulang tahun lo, gue gak sempat ngasih kado ini," ujar Raka.

Meski bingung dengan jawaban Raka, Sella pun menerima kotak kecil tersebut. "Makasih ya Rak." ucapnya berterimakasih.

"Sama-sama, buka kadonya di hari ulang tahun lo ya," ucap Raka.

⭕⭕


Ini sudah jam tujuh malam, tetapi Raka masih saja betah di kamarnya.

"Raka kok belum turun ya?" tanya Rika kepada anak pertama dan keduanya Haris dan Rifa.

"Gak tau Ma, biar coba aku panggilkan aja ya. Siapa tau dia lagi belajar," usul Rifa.

"Ya deh, kamu panggilin Raka ya Rif," jawab Rika.

Sesampainya di kamar Raka, Rifa pun langsung mengetuk pintu kamar adiknya tersebut.

_Tok_ ... _tok_ ... _tok_ ...

"Raka ...!" teriaknya tetapi tidak ada yang menyahuti

"Raka ...!" teriaknya lagi tetapi tetap tidak ada jawaban dan itu membuat Rifa khawatir. Pasalnya Raka tidak pernah kaya gini, karena kalau Raka di panggil pasti langsung menyahuti walau hanya suara kecil.

Rifa pun mencoba membuka pintu kamar Raka. _Ceklek_ ..., benar saja pintu tidak di kunci. Alhasil ia bisa masuk, saat di dalam ia melihat adiknya tertidur. Saat mendekat ke tempat tidur tersebut. Baru Rifa menyadari ada yang tidak beres dengan adiknya kita.

Raka kelihatan sedang menahan sakit, bahkan tangannya sudah meremas dada kirinya. Keringat dingin membaluti wajah tampan adiknya.

"Raka ... Raka ... hei, bangun Sayang," ucap Rifa pelan.

Rifa terus saja mengguncang pelan tubuh adiknya karena tidak mendapatkan jawaban dari adiknya.

Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Raka membuka matanya dan menatap kakaknya tersebut.

"Raka, apa yang sakit sayang? Kasih tau kakak!" tanya Rifa yang masih setia menggenggam tangan dingin adik nya itu.

"Se ... hah ... sak ... hahha kak," jawab Raka di tengah kesulitan nya bernapas.

"Obat kamu mana?" tanya Rifa lagi.

"T ... as ... Hahhah."

Rifa pun langsung mengambil tas hitam Raka yang berada tak jauh dari tempat tidur Raka. Setalah mendapat kan obat tersebut, Rifa langsung menghampiri adiknya yang masih saja kesulitan bernapas.

Rifa menyodorkan dua butir obat tersebut dengan segelas dengan segelas air. Tidak lama kemudian Raka meminum obat, sakitnya sudah mereda. Mapasnya sudah mulai teratur walau masih terdengar berat.

"Kamu udah gapapa 'kan Raka?" tanya Rifa memastikan apakah Raka masih kesakitan atau tidak.

Raka pun hanya bisa menjawabnya dengan mengangguk. Jujur, ia tidak mau membuat kakaknya khawatir. Tapi mau di apain lagi memang sudah jalan nya dia selalu menyusahkan keluarganya tersebut.

Terlahir istimewah membuat keluarga overprotektif kepadanya. Apalagi saat dia kambuh seperti ini.

⭕⭕

Pagi ini Sella terlihat begitu berbeda. Sella yang selalu ceria, selalu tersenyum dan tertawa, hari ini begitu berbeda. Sedari tadi Sella duduk sambil membenamkan kepalanya di atas lipatan tangannya diatas meja.

Tak lama Raka datang dengan senyumannya. Singkat cerita. Yah, Raka masih bisa sekolah hari ini berkat sifat keras kepalanya. Dia bisa membujuk mamanya untuk membolehkannya ke sekolah hari ini dengan alasan dia sudah sembuh. Semua keluarganya memang sudah tau kalau Raka sempat colleps karena Rifa sudah menceritakan nya.

Ok balik lagi kecerita awal.

Raka pun mendudukkan dirinya ke bangku tepat di sebelah bangku Sella.

Dahi Raka mengenyir saat mendapati Sella nya yang selalu ceria kini membenamkan kepalanya di meja.

"Lo kenapa Sell?" tanya Raka penasaran.

"Gapapa," jawabnya singkat.

"Lo sakit?" tanya Raka lagi.

"Gak."

"Terus, lo kenapa kayak orang galau gini?" tanya Raka lagi dan lagi. Jujur Raka penasaran masalah apa yang kali ini menimpah sahabatnya ini.

Baru saat ucapan Raka tersebut berhasil membuat Sella mengangkatkan kepalanya. Dan menoleh kepalanya ke Raka.

"Raka... Gue mau curhat," rengek Sella dan itu membuat Raka mendengus kesal.

"Kalau mau curhat, curhat aja kali gak usah gitu juga ngomongnya," ucap Raka kesal.

"Ih Raka, gue lagi sedih nih," ujar Sella dramatis.

"Ok ok, lo mau curhat apa, Sella?" tanya Raka sebaik mungkin.

Tiba-tiba saja Sella malah menangis, untung saja teman sekelasnya belum pada datang hanya mereka berdua di kelas. Dan itu membuat Raka semakin bingung.

"Lo kenapa sih Sella? Bilang aja sama gue." ucap Raka seraya mengusap bahu Sella yang bergetar

"Hiks ... gue ... lihat ... Dafa ... hiks ... pelukan ... hiks ... cewek ... lain ... hiks ... hiks ...," cerita Sella di sela-sela tangisnya.

"Dimana lo lihatnya? Udah lo tanya sama Dafa?" tanya Raka penasaran sebab iya juga tidak tega melihat sahabatnya menangis seperti ini.

"Semalam ... hiks ... waktu ... gue ... hiks ... disuruh ... mama ... gue ... hiks ... kekedai ... hiks ... hiks ...," jawab Sella.

"Ok lo tenang dulu ya Sella, mungkin aja itu sepupu nya Dafa atau sahabatnya yang lagi punya masalah. Lo jangan berburuk sangka dulu sama dia. Emang udah lo tanya? Atau paling enggak saat kejadian itu lo nyamperin dia 'kan?" nasihat Raka panjang lebar dan hanya dibalas gelengan oleh Raka.

Saat mendengar kalimat itu dari mulut sahabatnya Raka entah kenapa membuat hati Sella merasa lebih tenang. Terbukti sekarang dia sudah bisa menghilangkan air matanya.

"Gue chat dia aja kali ya Rak." ujar Sella dan dibalas anggukan Raka

Sella pun mulai mengetikkan pesan singkat ke Dafa.

Kamu dimana?

Beberapa menit berlalu tapi belum ada balasan dari sang kekasih, membuat Sella ingin menangis lagi.

"Gimana udah dibalas?" tanya Raka.

"Belum, apa gue ke kelasnya aja ya?" tanya Sella balik.

"Hmm, itu lebih baik," jawab Raka.

Sesampainya Sella di depan kelas Dafa yaitu XII IPA 3, membuat hati Sella hancur lagi.

‍‍‍‍‍‍‍‍‍Dia lagi-lagi melihat Dafa, kekasihnya sedang berpelukkan bersama perempuan lain. Sella pun berlari meninggalkan tempat itu sambil menangis.

Sedangkan Raka yang sedari tadi mengikuti langkah Sella pun segera berlari juga mengikuti kemana Sella nya pergi.

Rupanya Sella menuju ke- _rooftop_ entah karena apa Raka pun tidak tahu.

Raka melihat Sella menangis sejadi-jadinya. Dia pun menghampiri Sella dan memeluk Sella untuk menenang pikirannya.

"Lo gak boleh kaya gini Sell, lo tuh harus tetap jadi Sella yang gue kenal," ucap Raka. "gue mau lo jadi penyemangat gue sampai gue lelah, Sell." lanjut Raka masih mendekap tubuh Sella dari belakang.

Sella pun tidak menangis lagi Ia hanya diam temenung. Raka benar dia harus tetap jadi Sella yang ceria dan selalu menyemangati Raka.

Tapi hati Sella hancur ketika melihat kekasihnya bermain di belakangnya.

"Sakit ... hiks ... hiks ... hati ... hiks ... gue Rak, lihat ... hiks ... Dafa ... hiks ... dekat ... hiks ... sama cewek lain ... hiks ...," ucap Sella masih dengan tangisnya.

"Iya gue tau Sell, sakit rasa saat melihat orang yang kita suka dekat dengan yang lain. Tapi kalau kita terus-terusan kaya gini, gak akan menyelesaikan masalah lo, Sella. Buat keputusan supaya lo tidak masuk terlalu dalam," nasihat Raka panjang lebar.

Sella pun menguraikan pelukannya dan menatap mata Raka. Entah apa yang Sella rasakan saat ini. Yang pasti ada kenyamanan saat melihat mata indah milik sahabatnya itu.

⭕⭕


Dua hari kemudian ...

Sella sudah memutuskan hubungannya dengan Dafa. Dia tidak mau tersakiti lagi oleh laki-laki jahat seperti dia lagi. Sudah cukup Sella merasakan sakit.

Dan sudah dua hari juga Raka tidak masuk sekolah. Entahlah Sella juga tidak tau apa alasannya sahabatnya itu tidak datang.

Yang pasti Sella khawatir dengan keadaan Raka. Sella sudah mencoba menghubungi Raka tetapi pemuda itu tidak pernah mengangkatnya.

Sudah dua hari juga Sella tampak murung. Bahka ia sudah pergi kerumah Raka, tetapi dirumahnya pun kosong.

Sekarang Sella berada di kursi taman. Karena berhubung kelasnya jam kosong jadinya ia memilih duduk ditaman. Dari pada harus bergabung dikelasnya yang bisa bagaikan pasar. Saat tiba-tiba melamun Handphone Sella bergetar menandakan pesan masuk.

Sella pun segera mengambil hp nya yang berada disaku, lalu membaca pesan dari nomor yang tidak diketahui.

0895xxxxxxxx
Sella ini gue, kak Rifa. Pulang sekolah lo kerumah sakit xx ya!

Melihat pesan dari kak Rifa itu membuat perasaan khawatir Sella pun bertambah. Pasti ada hubungan dengan Raka.

Iya kak

Hanya itu lah yang bisa Sella balas. Sungguh, perasaan nya tidak enak sekarang.

⭕⭕


Kini Sella sudah berada di ruma sakit. Langkahnya menuju kamar VIP dua yang berada di lantai dua, sedangkan saat ini Sella baru menaiki anak tangga pertama.

Sesampainya Sella di depan pintu ruangan VIP, ia pun segera membuka pintu tersebut.

Saat masuk ke dalam ia bisa melihat Raka terbaring lemah di brankar dengan masker oksigen yang melekat menutupi hidung dan mulutnya. Disamping itu ada kak Rifa yang masih setia menggenggam tangan dingin Raka dan membelai surai Raka.

"Kak ...," panggil Sella pelan.

Jujur ia tidak sampai hati melihat kondisi sahabatnya kalau sedang drop begini.

Merasa dipanggil Rifa pun menoleh ke belakang dan tersenyum saat melihat Sella lah yang memanggilnya.

"Sini Sell, dekat kakak," ucap Rifa.

Sella pun hanya mengikuti perintah kak Rifa. Saat sudah berada di dekat ranjang Raka, barulah air mata Sella keluar. Sungguh sangat menyakitkan melihat Raka yang menutup matanya gini. Ia hanya ingin Raka yang selalu tersenyum.

Kak Rifa yang melihat Sella menangis pun segera berdiri dan memeluk sahabat adiknya itu.

"Sudah Sell, kamu jangan nangis. Raka 'kan gak suka kalau lihat kamu nangis," ucap Rifa menenangkan.

"Sejak kapan kak? Kok aku baru dapat kabar sekarang? Setelah dua hari berlalu. Kenapa kak?" tanya Sella bertubi-tubi.

"Sejak pulang sekolah dua hari yang lalu Sell. Maaf kakak baru sempat ngabari kamu. Semuanya sedih Sell saat mendengar penuturan dokter kemarin. Bahkan mama aja sudah beberapa kali pingsan saat mendengar kabar begitu. Bang Haris juga dia sangat terpukul," jawab Rifa panjang lebar.

"Emang bang Haris ke mana? Dan gimana sekarang kondisi Raka kak? Kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?" tanya Sella lagi.

"Bang haris ngantar mama kakak pulang Sell, sedari tadi mama selalu saja nangis. Jadi kakak tidak tega melihatnya. Maka dari itu kakak suruh bang Haris mengajak mama pulang. Kalau tentang Raka ..., saat itu Raka pulang dari sekolah dengan wajah pucat. Kakak juga khawatir saat itu. Apalagi saat itu hanya ada kakak di rumah. Selang beberapa jam, saat Raka tidak keluar kamar lagi. Kakak pun curiga, jadi kakak cek lah ke kamar Raka.

Saat kakak lihat ternyata Raka sudah pingsan di meja belajarnya. Awalnya kakak kira dia ketiduran aja. Tetapi saat banguni gak bangun². Saat kakak lihat wajah Raka, kakak pun terkejut. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin bercucuran di wajahnya.

Kakak juga tidak tau kenapa Raka bisa sampai pingsan gitu. Saat ini kondisi Raka kritis Sell. Kamu doakan ya supaya Raka cepat bangun dari tidurnya," jelas Rifa panjang lebar.

⭕⭕


Besok adalah hari ulang tahun Sella, tetapi Raka belum juga menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.

Setiap hari Sella selalu menjaga Raka saat ia pulang sekolah. Ia bercerita banyak tentang sekolah nya. Walaupun akhirnya Sella tidak bisa menahan tangisnya.

Dan saat ini Sella sedang bercerita sama Raka layaknya Raka itu menyahuti nya.

"Besok ultah gue Rak, lo gak mau apa ngucapi selamat ke gue yang pertama gitu," ucap Sella.

"Lo 'kan udah janji sama gue. Kalau lo mau jadi orang yang pertama ngucapin selamat buat gue. Tapi kenapa lo tidur terus," ucapnya lagi.

"Kado yang lo kasih masih ada kok, lo tenang aja " ucap Sella lagi dan lagi.

Tiba-tiba Sella melihat tangan Raka bergerak. Dan perlahan matanya pun terbuka.

"Sella," panggil Raka dengan suara lirih.

"Lo udah sadar, gue panggilin dokter ya." ucap Sella senang.

Tetapi tanganya dicekal.

"Gak perlu, gue gapapa," ucap Raka. "ini tanggal berapa?" tanya Raka.

"Tanggal 14," jawab Sella.

"Selamat ulang tahun ya Sell," ucap Raka.

"Hah! Ulang tahun gue 'kan besok Rak. Kenapa ngucapinya sekarang?" tanya Sella kaget.

"Gak papa, takutnya besok gak sempat," jawab Raka.

⭕⭕


Hari ini adalah hari ulang tahun Sella. Walaupun bukan hari libur yang pasti Sella senang karena di hari ulang tahunnya kali ini masih ada Raka yang setia bersamanya.

Terbukti sekarang Sella sedang tersenyum di depan cermin. Udah siap berangkat ke sekolah.

Getaran hp nya membuat Sella mengurungkan niatnya melangkah keluar.

Kak Rifa
Sella! Raka udah gak ada😭😭😭

Saat membaca pesan singkat itu seakan dunia Sella runtuh. Bukanya semalam Raka baik-baik saja setelah sadar. Apa ini? Bahkan kami sempat bercanda bareng kak Haris.

"Gak mungkin,"gumam Sella.

"Gak mungkin, gak mungkin lo tinggalin gue Rak. Kak Rifa bohong kan? Lo baik-baik aja kan Raka," ucap Sella sendiri.

Hati Sella hancur, ingin menangis tapi tidak bisa. Ia tidak bisa menumpahkan air matanya. Terlalu mendadak. Kenapa jadi seperti ini? Ah mungkin kak Rifa hanya bercanda. Sella pin membalas pesan singkat tersebut.

Kakak bercandakan?

Gak Sell, jam 12 malam. Raka udah gak ada. Kamu datang ke rumah kakak ya hari ini. Raka udah dipindahkan.

Sekarang. Baru lah airmata itu keluar. Sella gak kuat sekarang. Kenapa orang yang dia sayang selalu pergi meninggalkannya.

Bahkan di hari bahagianya, kenapa orang yang begitu amat dia sayang pergi.

⭕⭕


13.30

Selesai pemakaman Sella masih berada di pusara sahabatnya itu. Sella masih tidak menyangka bahwa waktu Raka hanya sebentar. Kenapa di saat Raka ada dia malah mengkhianiatinya. Sekarang Sella benar-benar menyesal. Sekarang dia benar² merasakan kehilangan sosok yang selama ini yang selalu membuatnya nyaman.

Dan Sella baru sadar bahwa dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan Raka. Tapi kenapa dia baru menyadarinya sekarang?

Sella menyesal. Sangat-sangat menyesal. Kenapa dia baru menyadari setelah sosok itu menghilang.

Sella pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia tidak mau menangis di sini. Karena pasti Raka tidak menyukai hal itu.

"Gue balik ya Rak. Lo baik-baik di sana. Gue salah Rak. Sebenarnya gue cinta sama lo. Tapi gue gak tau. Maaf. Sekali lagi gue minta maaf," ucap Sella dan beranjak dari tempat itu.

⭕⭕


Sesampainya di rumah, Sella langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia sudah tidak sabar lagi membuka kado dari Raka. Mungkin itu adalah kado terakhir dari Raka.

Setelah menemukanya di laci nakas, Sella pun membuka ikatan tali bewarna pink tersebut dan mulai membuka kotanya.

Terlihatlah isinya yang berupa kalung dengan mainan betuk love yang bisa di beri foto didalamnya. Sella pun menemukan sepucuk surat didalam kotak tersebut.

Selamat ulang tahun ya Sella. Sahabat gue yang paling gue sayang dan gue cintai. Eh.

Sori keceplosan ... Oh ia mungkin hadiah gue tidak seberapa. Tapi gue ikhlas ngasih itu ke lo.

Harus lo pakai ya! Di dalam mainan kalung itu udah gue letak foto kita waktu masih kecil.

Mungkin saat lo baca surat ini gue udah gak bisa sama-sama lo lagi Sell. Gue minta maaf ya karena gue udah ninggalin lo.

Semoga lo suka ya kado terakhir gue ini. Pasti suka lah. Yakan?

Salam hangat,
Gue. Sahabat lo yang paling ganteng.

RAKA ADRIAN

Setelah membaca surat itu tangis Sella pecah. Dia tidak menyangka Raka sudah merencanakan ini jauh hari.

"Gue ... hiks ... hiks ... gak ... akan ... hiks pernah lupain ... hiks ... lo ... hiks ... Raka," gumam Sella.

"Gue ... hiks ... sayang ... hiks ... sama ... hiks ... lo ... gue ... bahkan ... hiks ... hiks ... cinta ... hiks ... sama ... hiks ... lo ... hiks ...," gumam Sella lagi.

"GUE SAYANG SAMA LO, RAKA. GUE UDAH TERLAMBAT MENYATAKAN CINTA INI SAMA LO. GUE MINTA MAAF!" teriak Sella.

END

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani