Profil instastories

Penyuka Sastra dan Pecinta Budaya Lokal

Tenang Bagai Hawa di Taman Firdaus

I//

dari sudut-sudut perkampungan

aku bagai seekor kupu-kupu asing dibalik lambaian

yang berkeliaran tanpa aroma-aroma nektar

seperti cacing buta di celah-celah semak

 

II//

di bawah bayangan ranting-ranting pohon tua

diam-diam perempuan berselendang merah tua itu lewat

menelusuri jalan sempit di tepi kali

dan sinar matahari yang meleset bergetar di matanya

 

III//

melalui dataran rendah berkotak-kotak

aku mencoba menyusup tatapan lebih jauh di landasan yang dangkal

apakah ia tertawa kecil untuk merenungkannya

sementara hembusan dari arah selatan baru saja memberi peringatan

 

IV//

di atas rumput-rumput yang lapar hujan

aku taat menanti kata-kata pertamanya

bahwa suatu senja jurang mencintai bagai sebuah lagu yang ramah di kedua telinga

seraya mengucap: aku tenang bagai Hawa di taman Firdaus

 

V//

dan esok akan menjadi awal dari semua jalan

di mana rumput basah dapat mengembalikannya

bagi dua insan yang berjalan di tegalan dengan lapar karena cinta 

dan terbang bersama untuk memanggil senja mencatatnya

 

----

 

Atambua, 09 Maret 2020

Ilustrasi Media: @yoventa_n

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah