Profil instastories

Hanya seorang remaja yang suka melakukan survey berbau cinta dan asamara. Serta menulis cerpen yang berbauh cinta dan persahabatan. Penyuka keheningan.

Survey Tentang Patah Hati

Heyyy... Aku balik lagi, cerita kali ini mungkin akan lebih sedih dari sebelumnya. Tapi sebaiknya jangan terlalu larut dalam kesedihan, itu tidak baik. Aku melakukan survey ke ruangan sebelah. Mencoba membuka cakrawala perasaan lebih luas lagi dan aku mendapat jawaban yang luar biasa juga. Aku menemui Fakboy ruangan itu, ia sedang mengerjakan tugas dan harus menghentikannya karenaku yang memang sudah memiliki janji padanya.

Aku membuka catatan usangku dan bertanya, "Apa itu patah hati?" ia mendengar dengan seksama seolah menunggu lanjutan dari pertanyaanku, namun ia tersenyum dan menatapku, "Patah hati itu seperti ketika kamu masih kecil, mainan pertamamu hancur karena ulahmu sendiri." aku menautkan kedua alisku dan membuat ia terkekeh, "Patah hati itu bukan karena orang lain merebut sesuatu yang kamu sayangi darimu, tapi patah hati sebenarnya adalah ketika sesuatu yang kamu sayangi pergi karena ulah mu sendiri." aku mengedipkan mataku kagum karena mendengar penuturannya benar-benar jawaban yang tepat. Namun kenapa ia disebut fakboy? Ahk sudahlah soal itu masih ada hari berikutnya.

Lalu aku menuju Samudra kelas ini. Kenapa aku menyebutnya samudra? Entahlah rasanya ia sangat luas dan tak mempunyai titik yang mudah untuk di gapai. "Samudra, apa itu patah hati?" Samudra tersenyum lalu meraih tanganku dan menyuruhku duduk, "Patah hati itu seperti ini," Samudra merobek sebuah kertas dan membuangnya begitu saja, aku menggeleng tidak mengerti, "Kertas itu ibarat hati yang udah dibuat sebaik mungkin, namun kamu tahu kan? Kertas tidak sekuat itu. Ia akan hancur seiring berjalannya waktu. Entah itu aku yang merusaknya atau dia atau bahkan orang lain." aku mengangguk seolah menunjukkan aku paham, walau sebenarnya kurang sih.

Dan terakhir, aku menuju meja Diary, orang-orang menyebutnya diary, aku tidak tahu pasti. "Diary, apa itu patah hati?" ia tersenyum dan mengatakan, "Patah hati itu seperti membangun sebuah rumah pasir ditepi pantai, ketika ombak datang rumah pasir itu tentu akan hancur. Seperti itu juga patah hati, sesuatu yang sudah kamu bangun dengan baik akan hancur jika Tuhan tidak mengijinkannya." aku mengangguk kali ini aku menyetujui hal itu.

Aku keluar dari ruangan itu dan tersenyum sendu, patah hati? Apa hati tidak sekokoh itu untuk patah? 

Patah hati terhebat itu seperti apa menurut kalian? Jika ingin melakukan survey terhadap diriku sendiri, patah hati terhebatku adalah ketika aku tidak bisa membuat orang yang aku sayangi bahagia.

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS