Profil instastories

Surau di bukit

AWAL MULA

Aku duduk di bukit belakang desa. Menikmati sore, menunggu fajar tenggelam di pucuk mata. Tentu aku tak sendiri. La Ode kekasihku menemani disamping tubuhku, membiarkan aku bersandar dipundaknya. Tapi sebelum matahari tenggelam dia sudah memaksaku untuk kembali ke rumah. Entah mengapa! Tapi jika dia sudah seperti itu, tentu aku harus menurutinya.

Selama kami bersama. Dia tak pernah benar-benar menyentuhku. Memang aku bersandar dipundaknya, tapi itu beralaskan kain baju yang ia kenakan. Dia sangat menghormati agama dia tak hanya belajar saja tapi dia mewajibkan dirinya sendiri untuk mengamalkannya.

Dia menghantarku sampai diteras rumah. Dia tak langsung pergi menunggu ayahku lantas berpamitan. Bersalaman dan mencium telapak tangan ayah dan ibuku. Pria yang baik kata ibuku. Lalu dia langsung pergi meninggalkan rumahku dan menyusuri jalanan.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.