Profil instastories

Pemuja rindu yang sedikit kutu buku.

Surat untuk Corona

Corona dan segala pemberitaan tentangnya menyadarkanku banyak hal. Dia tidak menyerang berdasarkan kasta. Dari menteri hingga jelata bisa dirasukinya. Tidak pula peduli umur atau pun kondisi kesehatan. Sebab yang nyata-nyata atlet olah raga pun bisa terpapar. Sampai di sini, selain berikhtiar mengikuti himbauan para ahli, doa-doa menjadi senjata utama yang membuatku tersadar, betapa diri ini lemah dan di hadapan kematian sama sekali tidak punya nilai tawar.

Corona dan segala komentar tentangnya menyadarkanku banyak hal. Betapa dia bisa menjadi pembuka topeng watak manusia. Yang egois akan memborong apa saja demi bertahan hidup. Yang menyombongkan ibadahnya kian pongah, lalu mengacungkan telunjuk seenaknya pada yang waspada, dengan mengatakan imanmu lemah. Padahal yang seperti itu sama sekali tak membantu dan bukan akhlak muslim yang bermutu. Yang bebal akan tetap menyepelekan. Sedang yang becik dan bijak akan menghindari perdebatan kusir tanpa faedah dan memilih peduli, menggelontorkan tenaga, harta, pikiran untuk kemaslahan bersama tanpa menghitung untung rugi lagi.

Corona dan segala ketakutan yang dibawanya menyadarkanku banyak hal. Betapa aku takut mati. Betapa aku takut kehilangan anak istri dan sanak famili. Betapa hatiku masih terpaut kepada dunia ini yang barangkali jika kata-kata ini kuubah menjadi, 'Orang yang takut mati adalah orang yang hubbud dunya dan lemah imannya' tidak lantas membuat imanku meningkat, dijamin surga, menyadarkan orang lain, atau membuat kepanikan berhenti. Maka kusadari, betapa kalimat seperti itu selayaknya disimpan dalam renung, relung, dan munajat dini hari.

Corona, terima kasih. Karena setidaknya engkau telah membuat banyak manusia memiliki jeda dari hiruk pikuk duniawi. Aku kira masa tiga bulan kemarin yang telah kaubuat heboh sudah cukup. Lekaslah pulang, kembali ke ketiadaan. Kami berjanji akan lebih mensyukuri napas ini, lebih menyayangi alam ini, dan lebih peduli pada sesama serta saling mengasihi.

AM. Hafs

Malang, 19 Maret 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS