Profil instastories

Surat cinta untukmu

Pagi datang, fajar mulai menyingsing dan matahari muncur dari ufuk timur, kicauan burung-burung memecah keheningan pagi seolah membangunkan orang dari tidur.

Bunga-bunga merekah mekar, dengan bermacam-macam warnanya. Kupu-kupu dan kumbang bergantian mengelilinginya, alangkah syahdu dan indahnya pemandangan waktu itu. Tapi keindahan dan kesyahduan suasana hari itu tidak menyatu dengan suasana hati perempuan bermata indah tersebut. Ia seakan hanya tenggelam pada suasananya sendiri. Menatap kertas kosong yang dipenuhi garis-garis lurus dan berwarna-warni dan tinta hitam yang tak pernah ia pegang lagi selama beberapa hari.

Keraguan dan ketakutan seakan menghantuinya. Ia tidak ingin lagi melakukan hal yang salah untuk kedua kalinya dalam menulis surat pada seseorang yang selama ini tak melihat cintanya. Sungguh perasaan itu semakin kian menggrogoti otaknya. Tapi, keberanian diri masih sedikit tersimpan dalam kalbunya. Toh ia hanya seorang manusia yang juga dapat takut dan berani. Dan benar manusia itu hanya sebatas makhluk yang dapat melakukan sesuatu atas kehendak tuhan.

Suara angin dan desiran ombak kini mulai memecah kesunyian itu, pelan-pelan ia mulai mengulurkan tangannya untuk memgang tinta hitam yang tak pernah ia sentuh lagi untuk beberapa hari. Ia takut akan keadaan yang akan membuatnya mulai kehilangan kesadaran tentang balasan surat yang ia terima dari orang itu. Saat menulis akan perasaannya dan untuk kali ini ia akan kuat pada apapun yang akan dia terima dari balasan surat yabg akan diberikan kepada lelaki bermata cokelat itu, 'Bismillah' Ucapnya dalam hati dan sesekali menarik turunkan nafasnya.

"SURAT CINTA UNTUKMU"

Assalamualaikum wr.wb


Bismillah... Kuucapkan untuk memulai surat ini dan maaf telah mengganggu aktifitasmu..
Langsung aku mulai...

Aku sekarang memandang ke arah laut, dimana aku bahagia sebagai warga pesisir disini, suasana indah dan kedamaian kurasakan saat aku menghirup udara di kampung halamanku. Kamu tahu? Saat aku memandang ke arah laut aku lihat perahu nelayan tampak timbul di balik ombak dan para nelayan itu berusaha menarik jaring rangkaian mereka sendiri untuk ditangkis dan diambil hasilnya, setelah jaring itu merasakan berenang di dalam air biru nan jernih itu. Kemudian aku tatap sekeliling pemandangan di tepi laut, dimana saat ini aku berada. Angin bertiup silir semilir, nyiur melambai-lambai diterpa angin laut yang segar itu. Hemm... Andai kamu seperti aku, kami pasti akan selaku bahagia, maaf itu bohong aku tidak bahagia tapi jika kamu disini, kamu pasti akan bahagia dan maaf aku telah menceritakan tentang keadaan pagi hari di laut yang sekarang terpampang jelas di mataku.


Kamu tahu di balik kain yang menutupi sebagian dari wajahku, ada senyum kepalsuan disini, tapi senyum kepalsuan itu tetap terukir di bibirku. Aku tak akan berhenti tersenyum walau itu palsu, karena senyum itu bisa membawaku ke alam yang tak akan ada orang yang tahu yaitu alam pikiranku, pikiran yang sekarang beradu dengan hati akan cinta yang selalu membuat rusak segalanya. Mungkin pendapat orang lain mengapa tentang kau menolak cintaku? Iya, aku tahu pasti kamu sudah menebak apa itu, 'Bercadar' iya kan, apa karena aku seorang wanita bercadar yang tidak terlihat wajahnya, sehingga kamu tidak mau denganku? Hemm... Iya aku sudah tahu itu.

Reyhan, apa kamu masih ingat akan perkataanmu waktu kita sedang duduk bersama teman-teman setelah selesai menunaikan sholat dzuhur?, kamu bilang " Aku ingin mencintai seorang perempuan setelah aku mencintai Allah dan Rasulku." wah.. Aku terpesona mendengar itu, kamu mengatakan itu saat teman-teman menakannya apakah engkau mencintai seorang wanita? Dan jawabannya itu. MasyaAllah sejak saat itulah persaan ini timbul terus tanpa tenggelam lagi. Aku mencintaimu, tapi perasaan itu kini hancur tanpa ada sedikitpun yang utuh, saat kamu mengatakan kalau kamu sudah mencintai orang lain dan tak akan menerima siapapun lagi. Kau mengatakan itu di balik suratmu yang kau balas untukku. Apa kau tahu dulu persaan itu sungguh sangat membahagiakan untukku? Karena aku mencintaimu supanya aku bisa mencintai Tuhan dan Nabiku dari apa yang akan kau tuntun untukku? Namun semuanya tak berguna, karena aku telah tersakiti olehmu. Mungkin ini semua gara-gara cadarku. Tapi aku tidak akan melepasnya karena itu perintah orang tuaku. Reyhan, aku tahu sekarang kau mencintai orang lain setelah kau mencintai Allah dan Rasulnya, tapi jangan lupakan aku, anggaplah aku sebagai temanmu meskipun kejadian ini telah terjadi. Aku serahkan padamu.

WALLAHUL MUSTA'AN.

Kamu bisa membalas surat ini atau tidak sama sekali, tapi yang penting aku sudah mengirimkan surat cinta terakhir untukmu dan surat yang membicarakan semua tentang pikiran dan hatiku.

Wassalmualaikum wr.wb

Dari Jannah

"Alhamdulillah sudah selesai, tinggal aku berikan saja pada dia di kampus besok". Ucap gadis bercadar itu. Tapi entah apa yang terjadi lagi? Ia merasakan suasana hati yang mulai tidak tenang kembali, angin yang kian semakin kencang membuat kain yang menutupi wajahnya ingin terbang bersama angin pagi hari itu. 'Tidak aku tidak akan takut lagi jika dia balas suratku, dan isinya adalah penolakan lagi' ucapnya dalam hati.
"Bismillah, aku serahkan semua ini padamu ya Allah". Ucap gadis yang bernama jannah itu setelah kembali tenang denga tarikan nafas yang ia lakukan.

"Jannah, ayo kita ke pasar nak!". Teriak seorang ibu-ibu dari dalam rumah.

"Baik, ummi". Jawab Jannah.

Gadis bercadar itu kemudian masuk ke dalam rumah dan membawa surat yang ia tuliskan sendiri, dan yang akan ia berikan kepada orang yang ia cintai.

***********

Pagi hari ini adalah pagi yang ia rasakan cukup damai dan tenang. Dan pelajaran akan ketakutan karena cinta itu yang selalu ia rasakan membuatnya sadar bahwa cinta tak akan berakhir sempurnah. Tetapi cinta itu butuh sebuah perjuangan. Ya, karena cinta tak mudah di dapat, harus ada usaha yang bisa membuatnya kembali ke pelukan kita. Beginilah cinta yang tak akan pernah sirnah, seperti angin yang selalu datang tanpa henti memberikan ketenangan dan kesejukan pada hati dan pikiran kita.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani