Profil instastories

*PRASETYAN RAMADHAN Menempuh sarjana pendidikan matematika di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. "Menulis puisi adalah sebuah kegembiraan yang membuat diri merasa lebih hidup"

Suara Kelaparan

Di tengah kesusahan aku mengeluh pada diri yang tak berarti.

Diri yang lapar karna butuh energi sesuap nasi.

Yang butuh makan agar lambung tidak merasakan siksa kelaparan.

Aku tak seperti orang berada yang makan sehari tiga kali, karna diri menyadari seorang gelandangan kelaparan adalah sakit yang untuk dilawan.

 

Bagi kaum kesusahan, hidup adalah melawan kesusahan itu sendiri.

Melawan dari keluhan-keluhan yang mengingat kesusahan.

Hidup memang hidup, tak dapat ditentukan mati.

Memang kami kaum susah tapi kami tak mau mati gara-gara perut yang kosong tak terisi.

 

Sebagai rakyat lapar kami selalu menuntut kenyang.

Kepada pemerintah kami sampaikan lewat perut yang lapar, "kami butuh keadilan, kami butuh janji-janji ditepati".

Kaum miskin ingin dapat keadlilan seperti yang dijanjikan pemerintahan dalam pasal-pasal indah yang tercantum dalam buku undang-undang.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.