Profil instastories

Stay Here

Warning!

Ini cerita GxG (Girl x Girl)

Jadi untuk kalian yang tidak berminat silakan lewat. Mohon menjadi pembaca yang baik, bijak dan saling menghargai

Segala hal yang terdapat dalam kisah ini adalah fiktif belaka atau murni imajinasi penulis. Jangan pernah memplagiat. OK?

Sehingga saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini entah dari segi nama tokoh, karakter, tempat dan kejadian

Ingat! Semua itu ketidak sengajaan

Semoga kalian menikmati

 

*****

Cinta itu bisa menyembuhkan sekaligus menyakitkan

 

Cinta itu bisa membahagiakan sekaligus menyedihkan

 

Cinta itu sulit dideskripsikan karena sejatinya hanya dapat dirasakan

 

"Kenapa kamu diam saja? Jawab aku." Gadis itu tak bergeming membuat dara di hadapannya begitu khawatir dan cemas karena tidak ada jawaban darinya.

 

Setelah beberapa kali menghela tarikan napas yang agak dalam. Ia akhirnya angkat bicara. Terasa penuh gejolak di dadanya.

 

"Joana, ini seharusnya nggak terjadi. Kita sudah nggak bisa untuk bersama. Bagaimanapun kamu berusaha, nggak akan pernah bisa. Cinta ini adalah rasa yang tak berujung. Itu yang perlu kamu tahu."

 

Kalimat demi kalimat tersebut bagai ribuan pisau yang menghujam tepat di jantungnya. Terasa sesak yang amat menyeruak. Tanpa terasa buliran bening itu jatuh tak tertahankan dan mengalir deras membasahi kedua pipinya.

 

"Tapi aku akan tetap berusaha membawa hubungan ini, lebih dari saat ini. Aku ingin terus bersama kamu. Ayolah Karin, kita pasti bisa melewati ini semua."

 

Joana masih terus menangis. Mengekspresikan rasa kecewanya terhadap gadis yang sudah menemaninya selama tiga tahun belakangan. Sungguh waktu yang tidak sebentar dan pastilah menyisakan begitu banyak kenangan serta menorehkan luka secara bersamaan.

 

"Hubungan yang seperti apa, Joana? Sekeras apa pun kamu berusaha, semesta dan seisinya akan menentang kita. Itu akan menjadi tamparan yang amat menyakitkan. Ayolah Joana, berpikir nyata. Ini kenyataan yang harus kamu terima, suka atau tidak suka kita hidup dalam realita."

 

Lidah gadis itu mendadak kelu, entah apa yang akan ia katakan untuk membalas semua argumen dari dara yang sangat ia cinta. Semua yang dibilang Karin memang benar. Rasanya ia ingin mengobrak-abrik seisi dunia.

 

Joana masih menatap gadis yang sangat ia cinta. Kedua matanya menatap gadis pujaannya, ia masih mencari kobaran cinta yang masih tersisa. Ditangkup wajah orang yang ia kasihi dan ia memeluk seketika gadis itu sembari masih terisak.

 

"Karin. Aku sangat menyayangi kamu, aku sangat mencintai kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu. Tolong jangan tinggalin aku. Aku mohon."

 

Pelukan itu semakin erat, sehingga Karin dapat merasakan betapa Joana sangat kehilangan dan ketakutan. Namun di sisi lain Karin sudah tidak bisa bersama Joana. Ini semua terasa sulit dan sangat membingungkan.

 

"Joana, kamu harus tetap tegar menghadapi dunia. Aku yakin, kamu pasti mampu. Maaf jika aku begitu menyakiti kamu namun bukan berarti rasa cinta itu sirna begitu saja. Hanya, aku bukan orang yang tepat untuk kamu perjuangkan. Aku sudah lelah, aku sudah tidak kuat dengan ini semua. Kamu merupakan gadis yang paling tegar yang pernah aku kenal. Terima kasih atas semua kasih sayang, cinta dan pengorbananmu kepadaku. Aku sangat mencintaimu, Joana. Tapi maaf aku harus pergi."

 

Kecupan hangat dan agak lama di kening Joana pun terasa begitu menyayat hatinya. Ciuman yang biasanya menenangkan menjadi ciuman yang sangat mengerikan untuk hidupnya. Ia tidak tahu bagaimana ia akan menjalani harinya kini. Gadis yang ia perjuangkan malah pergi meninggalkan.

 

Ia pergi bersama seluruh kenangan dan menyisakan perih yang tak terperikan. Sungguh hatinya telah tercabik dan terobek. Luka menganga tercipta kini, pedih yang begitu sulit untuk terobati.

 

Ingin rasanya merombak dunia dan seisinya. Ingin rasanya membuang rasa cinta yang tak semestinya. Ingin rasanya menghilangkan semua rasa yang ada. Ini adalah peristiwa yang sangat menyakitkan dan membuatnya menjadi manusia bodoh sekaligus paling menyedihkan di dunia.

 

Bersambung...

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani