Profil instastories

Tindihan

Hai teman-teman pembaca semua. Aku mau kembali bercerita. Masih dengan apa yang pernah aku alami. Teman-teman semua pasti pernah mendengar tentang Sleep Paralysis atau istilah mudahnya "tindihan". Ada juga yang menyebutnya dengan "rep-repan". Pasti kalian tidak asing dengan itu. Sleep Paralysis adalah ketidak mampuan temporer untuk bergerak atau berbicara saat tertidur atau setelah bangun. Kelumpuhan tidur paling sering terjadi pada orang yang menderita narkolepsi atau gangguan tidur, namun kondisi ini dapat menyerang siapa saja.

Aku masih ingat dengan jelas hingga saat ini meskipun kejadian itu sudah cukup lama. Saat itu mungkin dini hari, aku terbangun dari tidurku. Aku merasa sepertinya sudah membuka mataku. Akan tetapi sulit untuk menggerakkan tubuhku. Aku berusaha meminta bantuan dengan memanggil ayah dan ibuku. Tetapi sia-sia. Suara seakan tak terdengar siapapun meskipun aku sudah berteriak. Aku panik dan ketakutan kala itu. Tubuhku serasa terikat di tempat tidur. Tidak bisa bergerak sama sekali.

Dan saat aku melihat sekitar kamarku, mataku tak bisa beralih dari sudut ruangan. Aku melihat dengan jelas sesosok makhluk berdiri di sudut ruangan kamarku. Pocong. Dengan kain kafan yg putih bersih tetapi dengan wajah yg menghitam serta nampak juga lubang mata dan hidungnya. Seakan ia juga menatap ke arahku. Aku teriak sekuat tenaga tapi percuma. Tak ada yang mendengar. Aku berusaha membaca doa-doa apapun yg ku bisa. Tapi seakan tubuhku makin tertekan. Dipikiranku hanya ingin cepat terbangun. Tapi rasanya sangat sulit.

Entah berapa lama aku berada dalam keadaan itu. Tetapi akhirnya ketika aku benar-benar terbangun, tak ada siapapun dikamarku. Aku minum segelas air dan pindah ke ruang depan menonton TV hingga pagi. "Hahaha kacau", pikirku sembari tertawa. Aku menertawakan diriku sendiri dengan kejadian itu. Setelah semua orang dirumah bangun, aku menceritakan apa yang ku alami semalam. Ibuku tak begitu percaya dengan adanya sosok pocong di rumah yang kulihat semalam.

Dan hari pun berganti. Selang beberapa hari setelah aku mengalami "tindihan" itu, ibuku bercerita. "Mbak, kemaren ibu liat pocong di samping meja TV". Ia menyebutkan ciri-ciri dari pocong tersebut. Dan sama persis dengan yang aku lihat malam itu. Aku tertawa dan berkata "hahaha ibu ga percaya sih.." ucapku. Tapi bagaimana bisa? Ibuku tidak sedang tertidur saat melihatnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani