Profil instastories

Penikmat kata dalam luka ketika senja penuh warna sedangkan hati tengah menahan air mata.

Serpihan Kisah

"Apa kabar dengan rindu? Tidakkah engkau merindukanku?" Sesaat terngiang oleh kata-katanya. Ketika netra sepagi itu mulai terbuka dan disambut oleh sapaan manisnya. 

 

Seperti susu dengan gula sudah manis akan bertambah manis pada masanya. Cerita bersama penuh tawa. Curhatan bersama sepertinya tiada duka. Semua mengalir begitu saja. Ia singgah dan ia tinggal. Dengan hati yang pada mulanya rapuh pada jiwa yang jatuh.

 

Kesannya seperti begitu indah. Ia dengan kata-katanya dan aku selalu memerah ketika semua itu ia lontarkan. Termasuk sebuah perasaan.

 

Aku bagaikan kertas kosong yang belum bertulisan. Aku yang polos akan cinta seakan tidak mengerti jalan cerita. Ia terlampau sempurna untukku yang hanya serpihan debu. Ia terlampau baik untukku yang begitu buruk.

 

Teruntuk Samudera, Nabastala, Buana, Bagaskara, dan Ariska yang pernah singgah di hidup Adira. Terima kasih telah membuat diri menjadi nyaman yang tak berkesudahan. Walau pada akhirnya harus tertampar dengan kenyataan. Kenyataan bahwa engkau singgah sementara kala engkau menjadikanku tokoh sementara dan pengganti dia. Lalu dengan terpaksa sepertinya, aku telah jatuh dalam perasaan yang tak bisa kuungkapkan.

 

Kediri, 24 Maret 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah