Profil instastories

Semua untukmu, Keyla

Pagi itu, suara alarm sudah bergeming terdengar kedalam indra pendengaran Rossa. Ia langsung bergegas pergi mengambil handuk yang terlampir dibelakang pintu kamarnya.

Tak terasa detik demi detik berlalu, gadis itu sudah terlihat sangat anggun mengunakan dress selutut yang berwarna maroon.

"Ma? Aku berangkat dulu ya!" Rossa menyalimi tangan Bella, ibunda tercintanya.

"Kok tumben baru bangun? Ehhh Kamu gak sarapan nak?" Tanya Bella.

"Gausah Bun. Assalamualaikum." Cewek itu berlari meninggalkan perkarangan rumahnya dan melajukan motornya dengan hati-hati.

Sesampainya di Mall besar dikota kesayangannya, ia melihat kesekeliling, untuk mencari keberadaan sahabatnya, Keyla.

"Duh, Keyla kemana sih." Gadis itu mengumpat kesal, dan mengecek ponselnya. Namun, tak ada satupun chat masuk dari kontak Keyla.

Tiba-tiba terdengar suara "DORRR!!!"
Keyla baru saja mengagetkannya dari belakang.

Rossa membalikan tubuhnya dan menemukan Keyla yang sudsh tertawa cekikikan seperti kuntilanak.

"Ngeliat gue panik malah ketawa!" Rossa kesal, ia mamajukan bibirnya beberapa senti.

"Gausah kesel gitu dong, hahahahah."

"Gausah ketawa deh!"

"Yaudah maaf ya sahabatku yang tercantik, ayo kita masuk!" Keyla menarik lengan Rossa secara paksa.

"IH!! IYA IYA." Akhirnya Rossa pasrah menuruti kemauan sahabat tercintanya ini.

"Gue traktir deh! sebagai permintaan maaf." Keyla membulatkan bola matanya, yang terasa sangat mengimutkan bagi dirinya.

"Gak usah!"

"Idih, masih aja ketus hahaha. Yaudah ke toilet dulu yuk! gue mau pakai liptins."

Lagi-lagi Rossa menyanggupi permintaan Keyla yang terasa menyebalkan bagi dirinya.

Sesampainya ditoilet, ada pria muda yang sudah berdiri di ambang pintu masuk toilet wanita, Keyla dan Rossa hanya melirik keduanya saling pandang dengan rasa bingung.

"Eh itu dia ngapain?" Bisik Keyla, Rossa hanya mengacuhkannya.

Toilet sangat terasa sepi, bahkan didalamnya tak ada seorang pun wanita selain mereka berdua.

"Permisi." Ucap Rossa ketika melewati pria muda itu.

Pemuda itu masih diam, memandangi mereka berdua yang perlahan memasuki toilet.

"Gue ketoilet duluan ya!" Seru Rossa.

"Iya, gue juga mau ngaca dulu."

Rossa mengunci rapat pintu toiletnya, namun setelah 5 menit, terdengar suara jeritan dari mulut Keyla.

"TOO-TOLONGG ROS!"

Rossa dengan tergesa membuka toilet itu dan menemukan tiga pria yang sudah menyekap mulut Keyla, salah satu dari pria itu adalah yang berdiri diambang pintu toilet tadi.

"LEPASIN TEMEN GUE!" Ujar Rossa dengan tatapan marah, gadis ini memang memiliki ilmu bela diri, oleh karena itu ia sekarang agak tidak merasa takut pada tiga pria dihadapannya sekarang.

"Kasih semua isi tas lo!" Ucap salah satu pria tersebut.

"Gue gamau!"

"Udah Ross! kita kasih aja semuanya!" Raut wajah Keyla yang sudah sangat ketakutan membuat Rossa harus bertindak lebih.

Rossa meninjukan pukulannya tepat di perut salah satu preman, dan menghajarnya habis-habisan.

Tak tinggal diam, kedua preman itu ikut melawan Rossa, karena mereka merasa terkalahkan, salah satu diantara mereka menodongkan pisau kearah Rossa.

"Lo mau kasih semua harta lo, atau lo mati!!" Bentak salah satu pria bringas itu.

"Gue gak akan ngasih harta yang udah gue cari dengan kerja keras gue!"

Karena sudah merasa sangat kesal, salah satu pria itu menusukan pisau tajam keperut Rossa.

Seperti hantaman yang keras menusuk perutnya, Rossa merasa tubuhnya mulai lunglai, ia pun tergeletak lemas dengan darah yang mengucur dimana-mana.

Keyla membekap mulutnya sendiri, tak percaya dengan kejadian barusan, karena Rossa membela dirinya, gadis itu menjadi celaka sekarang.

"AMBIL SEMUA HARTA GUE! DAN LO JANGAN GANGGU GUE DAN SAHABAT GUE!" Keyla langsung melempar tas miliknya, dan ketiga preman itu berlari mengibrit keluar toilet.

"Ross, maafin gue, maafin. Lo harus kuat, gue panggil beberapa orang dulu di Mall." Keyla mengusap wajah Rossa dengan mata yang sudah terpejam.

Gadis itu keluar dari toilet, dan berteriak, "TOLONGGG TOLONGGGG!"

Beberapa pengunjung serta karyawan beberapa toko menghampirinya, "Ada apa?"

"Tolongin temen saya ditusuk sama preman!!"

Mereka semua langsung berlari kedalam toilet, dan salah satu mengecek detak nadi ditangan Rossa, "Inalilahiwainalilahiroijun.." Ucapnya, membuat air mata Keyla terjatuh dengan deras.

"ROSSAA!!!!" Keyla menangis sejadi-jadinya melihat pengorbanan dari sahabat yang selalu menemaninya dengan sabar.

Keyla sekarang baru menyadari, kalimat 'Kalau hilang baru terasa.' ternyata memang benar-benar membuat dirinya semakin meeasa bersalah.

TAMAT

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.