Profil instastories

Semua ada waktunya, roda kehidupan masih berputar, dunia pun belum berakhir

Semua ada waktunya, roda kehidupan terus berputar, dunia pun belum berakhir

 

Beribu perumpamaan tentang kehidupan kerap mewarnai diksi kata para pujangga, menjadi alur cerita yang begitu manis, membuai, melenakan hingga membuat diri lupa segalanya, sementara perumpamaan lain pun tentang hidup ini kerap mengoyak hati, meremukkan rasa yang ada, jatuh, terjungkir, tertindas dan tergilas roda kehidupan yang terus berputar, puncaknya berteriak kapankah semua ini berakhir?

Alur cerita yang begitu manis, membuai, pada posisi diatas,  tak perlu pongah pada sesama, berkacak pinggang dengan posisi keberuntungan dan mungkin dari hasil usaha yang telah diraih, seolah dunia ini milik seorang dan orang lain hanya numpang kewat, ingat! Roda kehidupan terus berputar, pergantian antara kejayaan dan kehancuran terus dipergilirkan. Harta, uang, jabatan dan kekuasaan siapa yang sanggup menatap tampa menundukan kepala ketika berhadapan dengannya, ingat ada Penciptamu, kala dirimu masih kuat dan perkasa, tapi jika keperkasaan itu telah dicabut? karena semua ada waktunya. Pada posisi di warna ini ibarat dilautan yang begitu tenang, angin spoi-spoi basah, semua kemegahan dan keindahan samudra kehidupan yang begitu luas nampak begitu indah mengagumkan, tenag dan tenang.... Namun tiba-tiba langit nun jauh disana menghitam,  petir menggelegar hujan dan badai menerjang perahu yang sedang berlayar, sementara gelombang menggunung menghempas ..... apa yang terjadi?

Bagi sekarang yang berada dibawah, tersakiti, difitna apalagi sampai teraniaya, tersenyumlah, hapus air matamu  tak perlu dendam, karena dendam hanya menambah penyakit dalam tubuhmu, ingat roda kehidupan terus berputar, dunia pun belum berakhir, biarkan waktu terus berlalu, terus mengukir sejarahnya dalam diksi menit, jam dan detik. Biarkan waktu berlalu dengan lembut membelai wajahmu yang pernah berurai air mata, biarkan waktu berlalu, melaporkan apa yang pernah disaksikan kepada penciptaNya, hingga  waktu itu datang, semuanya telah bergulir dan kamu pun tersentak seperti mimpi, kemudian bersyukur kepadaNya.

Tak ada diri merasa lebih baik dari yang  lain, karena ada Pencipta yang lebih mengetahui siapa yang paling baik amalnya,  roda kehidupan masih terus berputar,  yang dianggap buruk bisa saja esok lebih baik, dan yang baik bisa saja berubah lebih buruk, Allah Maha memboolak-balikkan hati. Diri ini bagai nokta kecil yang tak punya arti, sebutir debu yang mudah diterbangkan angin.

Lalu?

Tak ada yang sedang diajari,  hanya belajar, berupaya memperbaiki diri, sebagai bekal berpulang kepadaNya, kelak suatu hari nanti.

Tak ada yang sedang diajari, bercermin diri,  berupaya mengokohkan jiwa agar tidak rapuh menapaki kerikil-kerikil kehidupan, tak melepaskan prinsip keimanan yang bak bara ditangan saat sedang teruji.

Pun tak ada yang sedang dihakimi  sebab ada hakim yang paling adil dan berhak menuntut, hanya berupaya mengingatkan diri jika terlena dengan lezatnya secangkir madu kehidupan yang kerap singgah disecawan anggur kehidupan yang membuai diri.

Pun tak ada hati yang terluka ketika diri berusaha bertahan dalam kokohnya prinsip yang seolah dipaksa untuk lepas dari relnya. 

Mari bergandeng tangan dalam kebaikan, membangun diri lebih baik dimasa-masa mendatang.

 Majene, 2020

 

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Mei 28, 2020, 6:04 AM - Siti nur wahyuni
Mei 28, 2020, 6:03 AM - Annida Safarulaili
Mei 25, 2020, 7:32 AM - Siti nur wahyuni
Mei 25, 2020, 7:21 AM - Biru Amarantha
Mei 24, 2020, 5:15 PM - N. Salamah
Mei 24, 2020, 5:14 PM - N. Salamah