Profil instastories

Sembilu

Kalau jendela mengabarkan mendung di luar

Aku sudah tak takut lagi pada petir

Sebab sebagian besar hidupku terlampau getir

Menyayat batin yang kian satir

 

Sebuah dongeng membuai

Imanku jadi terbengkalai

Menangisi laku saja masai

Ragaku hilang di tengah badai

 

Hari ini aku bernapas lega

Esok telah di gotong keranda

Lalu ditanya sang penanya

Gagu lah aku menjawabnya

 

Dari lubang tak bernama

Aku di giringnya ke padang macam sabana

Berjuta mata tampak merana

Tak menyapa, apalagi mengulurkan tangannya

 

Aku menonton pertunjukan

Dimana aku sebagai pemeran

Hinalah aku di hadapan Tuhan

Langkah kaki tak pernah sejalan

 

Dari padang luas, aku meniti jembatan

Di bawahnya api sebagai jilatan

Ragaku bergetar tak karuan

Adakah pantas aku mengharap ampunan?

 

Mulutku di robek 

Sebab ucapku selalu molek

Mataku ditusuk paku

Sebab pandangan tak pernah di belenggu

 

Aku berjalan 

Tapi kakiku menolak teruskan

Sebab bara api sebagai hamparan

 

Aku mendengar suara yang begitu memekakkan

Teriakan, isakan, bahkan gaungan penyesalan

Akupun demikian 

Tapi jamuan belum selesai di hidangkan

 

Aku masih harus mendekam

Di samudra api terdalam

Tubuhku telah lelam

Tapi kemudian kembali macam sihiran

 

Ya Rabbuna

Adakah ampun bagiku yang durhaka

Tak sanggulah menahannya barang sedetik saja

Membayangnya sudah pening kepala

 

Ya Rabbuna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
AM - Apr 22, 2020, 6:49 AM - Add Reply

Niicee

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah