Profil instastories

adalah manusia yang sedang belajar histori kehidupan. Baginya, kurang dan lebihnya setiap rizqi patut dirayakan dengan secangkir kopi. Karena, barang siapa ngopi kesepiannya lekas diampuni. Jejaknya bisa dilacak di akun insatgram @afik.fathur, www.frasasandekala.com

Sejarah Hagia Shopia; Perjalanan Kembali Menjadi Masjid

A. Pendirian Gereja

Gereja pertama yang dibangun pada tanah tersebut dikenal sebagai "Gereja Agung", atau dalam bahasa Latin "Magna Ecclesia", dikarenakan ukurannya yang sangat besar bila dibandingkan dengan gereja saat itu di kota Konstantinopel. 

Gereja ini diresmikan pada 15 Februari 360 pada masa pemerintahan Kaisar Konstantius II oleh Uskup Arian, Eudoxius dari Antiokia, didirikan di sebelah tempat istana kekaisaran dibangun. Gereja Hagia Eirene (secara harfiah bermakna "Kedamaian Suci") di dekatnya telah diselesaikan terlebih dahulu sebelum Gereja Agung selesai. Kedua gereja ini berperan sebagai gereja utama dari Kekaisaran Romawi Timur.

B. Gereja Kedua

Gereja kedua diresmikan pada 10 Oktober 415 atas perintah Kaisar Theodosius II. Basilika ini memiliki atap kayu dan dibangun oleh arsitek bernama Rufinus. Pada masa Kerusuhan Nika, gereja ini terbakar pada 13–14 Januari 532.

C. Gereja Ketiga

Pada 23 Februari 532, hanya beberapa pekan setelah hancurnya basilika kedua, Kaisar Yustinianus I memerintahkan pembangunan gereja ketiga dengan rancangan yang lebih luas dan megah dari sebelumnya.

Pada masa pendudukan Konstantinopel pada Perang Salib Keempat, gereja ini dijarah dan dinodai oleh Tentara Salib, sebagaimana dijelaskan oleh sejarawan Bizantium Niketas Choniates. Pada masa pendudukan Latin di Konstantinopel (1204–1261), gereja ini berubah menjadi Katedral Katolik Roma. Baldwin I dimahkotai sebagai kaisar pada 16 Mei 1204 di Hagia Sophia, dengan upacara yang pelaksanaannya menggunakan adat Bizantium. 

Setelah direbut kembali pada 1261 oleh bangsa Bizantium, gereja ini dalam keadaan bobrok. Pada 1317, Kaisar Andronikus II memerintahkan agar empat penopang (Πυραμὶδας, bahasa Yunani:"Piramídas") baru dibangun di sisi timur dan utara gereja, pembiayaannya menggunakan warisan dari almarhumah istrinya, Irene.

 

D. Gereja Keempat

Konstantinopel ditaklukkan oleh Turki Utsmani pada 29 Mei 1453. Banyak catatan yang merekam kejadian itu, Salah satu versi cerita tersebut adalah yang ditulis sejarawan kontemporer Inggris bernama Steven Runciman yang dikenal karena bukunya yang berjudul A History of the Crusades.

Sultan Mehmed II atau yang kita kenal dengan nama 'Sultan Mahmed al-Fatih' memberikan kebebasan bagi pasukannya untuk melakukan penjarahan selama tiga hari atas kota yang baru ditaklukkan, dan setelahnya ia akan mengklaim isi kota untuk dirinya.

Kemudian Hagia Sophia, disebut Aya Sofya dalam pelafalan Turki, diubah menjadi masjid kekaisaran. Walaupun begitu, keberadaan Gereja Kristen Ortodoks tetap diakui, sebagaimana dalam sistem millet Utsmani yang memberikan agama non-Islam kewenangan khusus dalam mengatur urusan masing-masing.

 

E. Menjadi Museum

Kesultanan Utsmani runtuh pada November 1922 M dan digantikan oleh Republik Sekuler Turki. Presiden pertamanya, Mustafa Kemal Atatürk memerintahkan penutupan Aya Sofya pada 1931 M untuk umum, dan dibuka empat tahun setelahnya pada 1935 M sebagai museum. 

Sejak saat itu, Aya Sofya dijadikan salah satu objek wisata terkenal oleh pemerintah Turki di Istambul. Penggunaan Aya Sofya sebagai tempat ibadah dilarang keras oleh pemerintah Turki yang berhaluan sekuler. Namun perintah itu melunak ketika pada 2006, pemerintah Turki mengizinkan alokasi khusus untuk sebuah ruangan doa Kristen dan museum Muslim staf dan sejak tahun 2013, muazin mengumandangkan adzan dari menara museum dua kali saat siang hari.

E. Status museum dicabut; Hogia Shopia Kembali Menjadi Masjid

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memerintahkan untuk mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Pernyataan Erdogan disampaikan setelah sebelumnya di pengadilan Turki, pada Jumat 10 Juli 2020; mencabut status museum yang disematkan kepada Hagia Sophia.

Meski mendapatkan banyak tekanan internasional, Turki tetap gigih mengembalikan status Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid yang secara turun-temurun menjadi warisan sultan Ottoman Muhammad sang penakluk. Erdogan meyakinkan masyarakat internasional bahwa Turki melindungi hak-hak Muslim serta semua komunitas agama lain.

 

 

 

Refrensi:

https://m.republika.co.id/amp/qdb7gk2089789737 diakses pada 12 Juli 2020.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hagia_Sophia diakses pada 12 Juli 2020.

 

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.