Profil instastories

Seburuk-buruknya Ayahku, Dia Tetap Orangtuaku

Menjadi seorang anak broken home itu tidak enak. Sungguh, ketika melihat teman bercanda bersama ayah mereka, aku hanya bisa meneguk ludah. Berharap, semua yang kulihat akan terjadi kepadaku di hari berikutnya. Kemudian aku menarik nafas, meyakinkan diriku, bahwa semua itu hanya sekedar harapan yang menjadi mimpi.

 

Aku pernah menuntut diriku sendiri. Mengapa harus memiliki ayah semacam itu? Bahkan, aku sangat membencinya. Rasa benciku memuncak ketika kutahu kabar bahwa ia sudah menikah lagi, meninggalkanku bersama ibu di kampung. Sakit? Iya! Entah siapa wanita yang berani merebut posisi ibuku, dan entah mengapa ayahku tega melakukan hal itu.

 

Aku juga berpikir saat itu. Tidak adakah rasa sayang sedikit pun untukku? Tidak adakah sesuatu yang menyadarkannya, bahwa ia memiliki seorang anak? Aku menangis, sungguh. Tak pernah kubayangkan hal ini akan terjadi padaku. Di saat aku dan ketiga adikku meronta-ronta kelaparan, di mana dia? Di saat ibuku menangis, mencari nafkah untuk kami, di mana tanggung jawabnya? Bahkan ia tak mengabari kami hingga saat ini.

 

Jika saja ayah kembali nanti, aku akan memukulnya sekuat tenaga, meluapkan semua emosi yang hingga kini tertahan, kemudian memeluknya. Karena seburuk-buruknya ayahku, dia tetap orangtuaku.

 

Aku tidak dendam kepada ayahku, aku juga tidak melupakannya. Aku hanya marah.

 

"Semua kebaikan yang belum kita dapat di masa lalu, bisa terjadi besok." -Mario Teguh

 

Jadi, hal-hal indah yang belum kamu dapatkan bersama ayahmu, bisa saja terjadi besok atau nanti, walau bukan dengan ayahmu lagi.

 

Ayah, i miss you so much. Comeback, please!

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Zidnyhidayat - Apr 20, 2020, 10:00 AM - Add Reply

Ceritanya sama sperti yang aku alami, kita senasib. Semoga dimasa depan kita mendapatkan kebahagiaan yang belum kita dapatkan dimasa silam.

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.