Profil instastories

Penulis amatiran

Satu Titik Harapan

 

SATU TITIK HARAPAN

 

Cahaya  jingga tampak malu-malu mengintip melalu celah-celah daun di ranting-ranting pohon dengan hembusan angin yang menenangkan,angin itu menerpa helaian-helaian rambut ini yang terurai jatuh di punggung, di sini adalah tempat favorit Untuk merenungi nasib hidup.di sini lah tempat yang menjadi saksi akan turunnya bulir-bulir air yang mengalir di pipi, aku tidak pernah bosan untuk duduk termenung dalam bangku Ini.

 

Setiap biasa tatapan ini kosong tanpa ada gairah hidup dalam raga,hati dalam raga semakin Pilu saat pandangan ini tertuju pada sebuah objek yang semakin membuat hatiku bagaikan teriris pisau ingat kata pepatah ? 'Sakit tapi tidak berdarah?' Itu lah yang sedang kurasakan.

 

Di sana aku melihat sebuah keluarga yang bahagia penuh dengan canda tawa, dalam Sebuah Keluarga Itu ada sepasang suami Istri dan satu orang anak perempuan yang mungkin Umurnya sekitar 5 atau 6 tahun .

mereka sedang bercanda Ria Dengan Wajah Yang memancarkan kebahagiaan seolah mereka tidak mempunyai Satu beban Masalah sedikitpun ,Mereka Seperti saling menghilangkan Beban Pikiran Satu sama lain dengan Bercanda Ria.

Dengan cuaca yang mendukung Ini seolah mendukung mereka Untuk menghilangkan penat Dalam tubuh itu.

 

Terbesit rasa iri dalam hati ini, ingin rasanya aku seperti mereka ,bercanda dengan riang dan seutas senyuman yang tulus dalam bibir ini.entah berapa lama Aku tidak seperti mereka , sudah Beberapa bulan atau bahkan mungkin Sudah bertahun-tahun .

 

Hatiku menangis pilu ingin rasanya aku menjatuhkan bulir-bulir air dalam mata ini tapi sia-sia, walaupun aku paksa sekalipun mataku tetap enggan untuk menjatuhkan bulir-bulir air , Karena terlalu lelah untuk menangis .

aku hanya bisa menangis dalam diam,terbesit dalam hati ini untuk mengakhiri hidup . Aku lelah , hampa dan Sebatang kara di dunia ini .

 

Tidak ada satu orang pun yang ingin membantu ku untuk bangkit dari keterpurukan ini ,mereka hanya bisa berbicara dengan mulut-mulut pedas mereka, tanpa berpikir apakah kata-kata yang mereka lontarkan itu menyakiti orang lain atau tidak.

 

Apakah mereka tau? begitu pedas nya kata-kata yang mereka lontarkan , Bahkan dengan pedas nya Sebuah kata-kata bisa membuat Seseorang Patah semangat dan bisa Membuat seseorang Mengakhiri Hidup nya, hanya karena tidak sanggup mendengar ucapan-ucapan pedas mereka.

 

Tuhan apa aku seburuk itu ? Sehingga mereka semua jijik bahkan memandang ku dengan pandangan menghina dan merendah kan?

Apa salah ku? Aku bahkan tidak mengusik kehidupan mereka tapi mengapa mereka selalu mengusik hidup ku? Mereka selalu menilai ku dengan pandangan yang memancarkan aura ketidaksukaan mereka.

 

Tuhan apa salah ku? Sehingga aku di hukum seperti ini ? Aku hanya seorang gadis remaja yang rapuh,apa karena aku hidup sebatang kara dan dengan keterbatasan fisik juga ekonomi yang rendah ? Apakah aku harus menjadi seorang yang kaya raya? Yang mempunyai banyak sekali mobil serta harta yang berlimpah ? Apakah harus seperti itu ? Apakah dengan hal itu bisa membisu kan kata-kata pedas kalian?.

 

Bukan kah tuhan memandang umatnya sama ? Bukankah tuhan memandang bukan dari seberapa banyak harta yang mereka punya, tapi tuhan melihat dari seberapa kuat Ketaatan umatnya untuk dirinya.

Kenapa dunia begitu kejam, bukankah Tuhan menciptakan manusia untuk saling tolong menolong satu sama lain ? Dan kenapa banyak dari mereka seakan tidak perduli akan hal itu, seakan mereka menutup rapat telinga serta mata hati mereka!.

 

Aku termenung dalam diam mataku terpejam untuk menekan rasa sakit yang sering hinggap dalam hati ini , rasa sakit karena penghinaan serta rasa sakit karena harga diri ini sering di injak-injak oleh orang lain .hati ini seperti di remas-remas sesak rasanya , potongan-potongan memori Pilu terus berputar-putar ulang silih berganti seperti sebuah film seolah mengejek akan buruk nya diriku .

 

Tuhan apakah ada satu titik harapan untuk ku ? Aku yang hanya seorang lulusan Sekolah Dasar, tanpa melanjutkan ke sekolah menengah pertama karena minimnya ekonomi dalam keluargaku pada saat itu .

Tuhan aku hanyalah seorang gadis remaja yang hanya mengandalkan hidup sebagai pemulung sampah, dengan tubuh kotor , udik , kumuh bahkan untuk makan pun aku jarang .

 

Tuhan apakah ada satu titik harapan untuk diri ini menjadi seorang yang sukses ? Aku ingin menunjukkan kepada mereka bahwa aku yang sering mereka hina,di tindas, di rendah kan bisa menjadi seorang yang membanggakan.Tapi aku sadar ! Aku bukan lah Orang yang berpendidikan tinggi! Aku sadar dan musnah lah harapan kecil itu dalam diriku.tetapi aku tidak menyerah dalam menjalani hidup ini, walaupun mereka yaitu kedua orang tua ku sudah meninggalkan aku seorang diri di sinih. tapi ku yakin mereka ada di samping ku walaupun aku tak melihat kebaradaan mereka , ada satu kata-kata yang terus ku ingat dan menjadi alasan ku untuk hidup yaitu;

 

"Nak satu pesan dari ibu untuk mu"

 

"Apa itu bu ?."

 

"Jadi lah sosok yang kuat nak walaupun Ibu dan bapak tidak bisa mendampingi dirimu hingga kamu besar, jika hidup mu sering di rendah kan, di hina bahkan di kucil kan sekalipun , jadi lah sosok seorang wanita yang tegar percaya dan yakin Tuhan selalu mendampingi mu. walaupun orang lain menjauhi mu bahkan seluruh dunia menjauhi mu, tapi Tuhan tidak pernah meninggal kan mu . dan jangan dengarkan apa kata orang lain tentang dirimu mereka yang berkata buruk tentang mu yaitu mereka yang iri akan kesempurnaan hidup yang engkau jalani. Dan jika engkau sedih bahkan berada di titik paling terendah pun jangan putus asa, dekat kan dirimu kepada tuhan yakin dan percayalah tuhan akan menghilangkan beban dalam hidup mu . jangan pikirkan apa perkataan orang lain cukup diam tanpa membalas nya, karena hakikatnya hidup bukan untuk mendengarkan perkataan orang lain, karena mendengar perkataan orang lain tidak ada habis nya cukup menjadi diri sendiri. Jangan pernah menganggap tuhan tidak adil , tuhan itu adil karena tuhan memberikan cobaan hidup yang berbeda-beda kepada umatnya , bersyukur jika kamu di berikan cobaan yang berat karena tuhan sayang kepada mu , tuhan ingin menguji seberapa kuat dirimu dan seberapa kuat kepercayaan mu kepadanya.Jangan takut sendirian ,karena singa yg hebat itu berlari sendirian,tidak seperti semut yang berjalan bergerombol an ."

 

Kata-kata ibu terus terngiang dalam otak ku, itu lah semangat yang bahkan mengembalikan akan pikiran negatif tentang 'tuhan itu tidak adil'.Ku yakin tuhan mempunyai banyak cara untuk membahagiakan umatnya . Dan ku yakin ada satu titik harapan dalam diri, untuk menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain,dan menjadi seorang yang tegar akan hinaan orang lain. Walaupun hanya sebuah kata-kata, tapi itu berharga bagi diri ini, yang membuat aku tetap bertahan dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana dan kejam ini.

 

 

Bogor, 20 April 2020

By: sri ayu

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani