Satgas: Hati-hati Memaknai Akhir Pandemi Covid-19

Trending 1 week ago 7
ARTICLE AD BOX

Satgas Penanganan Covid-19 mewanti-wanti masyarakat agar berhati-hati dalam memaknai akhir dari pandemi Covdi-19. Ilustrasi. Warga berpiknik di masa pandemi. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)

Jakarta, Instastori Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mewanti-wanti masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memaknai akhir dari pandemi Covid-19. Ia memastikan Indonesia tak akan latah dan gegabah mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia tanpa didukung data yang valid.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito juga menambahkan pencabutan status pandemi menuju endemi merupakan kewenangan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Kesimpulannya kita perlu berhati-hati dalam memaknai akhir pandemi. Kita perlu memandang perspektif yang lebih luas dan lebih dalam dari aspek keseluruhan lapisan masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama bertanggung jawab mencegah terjadinya kenaikan kasus di kemudian hari," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (22/9).

"WHO sebagai badan bumi yang berwenang menentukan akhir pandemi. Dan tugas Indonesia ialah mempersiapkan semaksimal mungkin agar ketika dinyatakan telah berakhir kita tetap siap dengan skenario terburuk seperti terjadinya kasus di kemudian hari," imbuhnya.

Wiku juga menyoroti rendahnya capaian vaksinasi virus corona dosis ketiga atau booster di tengah masyarakat. Hal itu menjadi salah satu dalih pemerintah tetap khawatir terkait kondisi Covid-19 di Indonesia. Padahal menurutnya dengan vaksinasi booster maka penduduk dapat mempunyai imunitas tambahan sehingga bisa menekan transmisi Covid-19.

Per 22 September, total capaian vaksinasi dosis satu mencapai 204.404.924 orang. Sementara vaksin dosis kedua 171.018.809 orang, dan dosis ketiga baru 62.968.993 orang atau 26,83 persen dari total sasaran 234.666.020 orang di Indonesia.

"Pengaturan wajib booster yang dikeluarkan tanggal 26 Agustus lampau juga belum bisa meningkatkan cakupan vaksin booster secara signifikan. Ditandai dengan naiknya cakupan yang kurang dari 1 persen," kata dia.

Adapun hingga saat ini baru tiga provinsi yang mencatatkan capaian booster di atas 50 persen, merupakan DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau. Dengan demikian ia meminta agar pemerintah daerah berikhtiar menggenjot capaian vaksinasi dengan bekerjasama dengan stakeholder lainnya.

Wiku juga mewanti-wanti tingkat kematian kasus (CFR) virus corona di Indonesia tetap di atas rata-rata kasus kematian global. Kondisi itu menurutnya menjadi PR bagi pemerintah untuk meningkatkan pelacakan kontak dan perawatan pasien.

"Saya ingatkan untuk jangan menganggap remeh Covid-19, karena tingkat kematian mingguan di Indonesia tetap di atas 100 jiwa," ujar Wiku.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebelumnya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 di Amerika Serikat sudah berakhir meski Negeri Paman Sam tetap harus berurusan dengan penyakit tersebut. Biden tak menjabarkan lebih lanjut data mengenai tren penularan Covid-19 di AS dan bukti bahwa pandemi di negaranya sudah berakhir.

Pernyataan Biden itu juga senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang baru-baru ini mengatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 'sudah di depan mata'.

(khr/isn)

[Gambas:Video CNN]