Profil instastories

Sang Gadis Penari

Kanaya Hirata ,gadis luar biasa yang baru ku kenal sejak pertemuan yang tanpa sengaja terjadi ,lebih tepatnya semua berawal sejak aku pulang sekolah ,tanpa sengaja melihat kerumunan orang yang membuatku penasaran .Di tengah kerumunan itu ada seorang gadis yang tengah menari dengan lincah dan memakai topeng ,ku perkirakan umur gadis itu sebaya denganku ,tak ada yang aneh darinya tapi entah mengapa aku merasa di balik topeng itu ada mata sendu yang menahan rasa pilu .Gadis itu menari dengan begitu indah hingga membuat orang tertarik dan memberikan nya beberapa uang receh ,tak adil menurutku jika tarian Yang begitu indah hanya dibayar dengan uang receh 

 

🍃🍃🍃

 

"Sudah berapa lama kamu menari?"tanyaku setelah semuanya bubar dan dia sedang memunguti uang receh yang terjatuh tidak pada topi yang dia sediakan

 

"Dari umur 7 tahun ,aku sudah sering menari bersama ibuku"balasnya yang tak kutahu bagaimana ekspresinya saat bicara karena topengnya masih enggan terlepas dari wajahnya

 

"Kamu tidak sekolah?sepertinya kita seumuran"tanyaku sambil membantunya memunguti sisa uang receh nya

 

"Sekolah?hahaha ,bahkan untuk bermimpi memasuki sekolah saja aku tak berani"katanya dengan tawa yang menurutku penuh dengan luka dan sekarang kami berada di bangku taman kota

 

"Kenapa?"tanyaku semakin penasaran dengan kisah hidupnya

 

"Bahkan untuk mencukupi kehidupanku dengan ibuku saja aku tak mampu apalagi untuk bersekolah sepertimu"balasnya dengan melepas topengnya dan ternyata gadis itu memiliki wajah yang sangat manis dengan mata sendu yang begitu banyak luka

 

"Kamu yang jadi tulang punggung?"tanyaku sedikit ragu karena takut dia kesal karena aku yang terlalu kepo dengan kehidupannya

 

"Maaf ,kalau terlalu kepo"kataku selanjutnya karena dia tak kunjung membalasku

 

"Tidak papa ,aku hanya mencoba mengasihani nasib karena terlahir yatim dan tinggal bersama ibu yang terbaring lemah di atas kasur"katanya dengan mata yang berkaca-kaca

 

Aku masih terdiam menunggunya melanjutkan kata-katanya 

 

"Aku tak pernah membenci Tuhan untuk semua nasib dan cobaan-Nya ,aku hanya mengasihani diriku"katanya selanjutnya dengan senyum yang begitu pilu aku bahkan bungkam saat melihat senyum penuh lukanya itu

 

"Kamu wanita hebat ,aku iri denganmu ,kau begitu kuat sementara aku ,bahkan tak bisa membuat orangtuaku bangga "kataku apa adanya

 

"Hahaha,kamu mah beruntung bisa sekolah sementara aku"katanya menghiburku 

 

"Hehehe ,oh iya namaku Putih Amanah ,biasa di panggil putih"kataku memperkenalkan diri dengan mengulurkan tanganku

 

"Namaku Kanaya Putri Hirata biasa di panggil Kanaya"balasnya dan menyambut uluran tanganku

 

Sejak saat itu aku sering menemui nya dan membantunya ,bahkan aku banyak belajar dari seorang gadis penari yang tabah itu

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Shoheh Maklumat - Apr 24, 2020, 7:22 PM - Add Reply

DILANjut. Semangat berkarya 😁🎸

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.