Profil instastories

Sampai Kapan Kau Seperti Ini?

: corona dalam 'catatan' jeritan untuk berbenah
1//
Berkah mungkin hanya menjadi mimpi syair ini
Di mana lautan terbungkus dalam luka
Seperti aliran darah yang terbungkam saat ini
Mengalir lamban menuju mata kaki
 
2//
Tubuh letih semakin menggila
Menutupi mata ini dengan tajamnya belati-belati modern
Mungkin juga mata hati yang menjadi aktor dari perih-perih egoisme
Hingga hancur seperti badai di tengah kota
Tak seperti ombak yang lembut memukul barisan pasir-pasir putih
Untuk berpijak secara harfiah dalam rumah tua
 
3//
Aku mengadu pada langit di cakrawala
Memberiku energi untuk rela berbagi tangis
Seperti putihnya awan yang cerah di pangkuanmu
Rela munurunkan hujan untuk menepati janjinya
 
4//
Sampai kapan kau seperti ini?
Mencabut yang bukan hak ciptamu
Hingga memberi jurang pada cita-cita yang masih berkeliaran di benak
 
5//
Apa yang kami perbuat?
Terus menjerit
Memohon
Mengurung batin
Memahat kebersamaan
 
6//
Mari berbenah perilaku dalam menyapa
Dengan Tuhan
Alam
Dan segala isinya
 
7//
Kita akan kembali pada tempat terindah
Yakni sebuah jejak (suka, duka)
Untuk mengingat pada kebenaran-kebenaran duniawi
Dan kamu adalah kebenaran yang berharga itu
............
 
Batas Kota, 08 April 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah