Profil instastories

Rute Kehidupan Memang Tidak Mudah, Terus Berjalan, Permainan Belum Berakhir

Hidup seperti perahu di tengah lautan, terkadang tenang, dengan jelas kita bisa melihat hamparan lautan dan kesejukannya, terkadang penuh dengan goncangan, ombak riuh menyamarkan keindahan tadi, mengobrak abrik ketenangan.

Hidup laksana roda, terkadang di atas, berada di posisi yang nyaman untuk berdiri, terkadang pula di bawah, begitu perih, menyakitkan, sebuah tempat dimana kita harus menghadapi kerikil yang menggilas.

Hidup ibarat permainan, terkadang menang, berjingkrak, berjumawa, bangga atas apa yang dapat diperoleh, terkadang kalah, membisu, mengumpat, mengutuk keadaan, seolah sedang berada di lingkaran kemalangan.

Hidup bak sebuah perjuangan, terkadang penuh dengan semangat, membara, menampar keadaan, membantai aral, melangkah terus maju tanpa henti, terkadang penuh dengan kelesuan, mati, malas, seperti hidupnya telah ditunggu mati saat dia berkedip.

Beberapa perumpaman tentang bagaimana seseorang menghadapi hidup.

Lalu, bagaimana jika yang kita umpamakan adalah kehidupan itu sendiri, kehidupan amat sangat relatif, kehidupan penuh dengan sudut pandang, kehidupan luber dengan polemik di dalamnya.

Bagaimana menyikapinya?

Tak perlu berpeluh memikirkannya, jalani dan resapi apa yang telah kau dapatkan, tak perlu menangis menghadapinya.

Nikmati dan syukuri apa yang telah menjadi takdir untukmu, jangan tenang ketika kamu berada di ketenangan lautan, ombak bisa datang kapan saja.

Waspadalah, jangan teledor ketika kita di atas, karena roda pasti berputar, bisa gilasan berikutnya adalah kita, berpeganganlah, jangan menggebrak meja saat kemenangan di tangan kita.

Sebab, permainan belum berakhir, mungkin kita bisa berlalu dengan merunduk setelah kesombongan mengguncah, jangan membakar api dengan api lainnya, semangat yang singgah mungkin bisa kita pertahankan, tapi ingatlah, semangatmu tak ada artinya jika tubuhmu lemah.

Aku tak sedang menakutimu, aku juga tak sedang mengguruimu, aku masih hidup, masih penuh diselimuti ketakutan, masih perlu banyak belajar, bagaimana cara melabuhkan perahu di dermaga yang indah nan kokoh.

Bagaimana cara menuntun roda ke jalan yang benar nan terang, bagaimana cara menjaga jiwa agar tetap kuat nan bijaksana, bagaimana cara menentukan waktu yang tepat untuk merayakan kemenangan.

Belajarlah pada kehidupanmu, berpeganganlah pada junjunganmu, berkeluh kesahlah pada pemilikmu.

Kehidupan dunia adalah sarana menuju kehidupan akhirat.

Semoga Allah selalu menjaga kehidupanmu, di sini dan di alam kehidupan yang hakiki (akhirat), Aamiin.

 

 

Sultra, 10 Maret 2020

@Ladyrose 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Mei 28, 2020, 6:04 AM - Siti nur wahyuni
Mei 28, 2020, 6:03 AM - Annida Safarulaili
Mei 25, 2020, 7:32 AM - Siti nur wahyuni
Mei 25, 2020, 7:21 AM - Biru Amarantha
Mei 24, 2020, 5:15 PM - N. Salamah
Mei 24, 2020, 5:14 PM - N. Salamah