Rusuh di Iran Makin Membara, 8 Tewas dan Pemerintah Blokir Internet

Trending 1 week ago 4
ARTICLE AD BOX

Kerusuhan di Iran semakin membara, korban tewas bertambah jadi delapan orang dan pemerintah memblokir internet. Kerusuhan di Iran semakin membara. (AP/)

Jakarta, Instastori Indonesia --

Setidaknya delapan orang tewas selama demonstrasi hari kelima  di Iran yang berujung rusuh menuntut kematian Mahsa Amini. Pemerintah juga memblokir internet dan Instagram.

Media Iran dan hakim Iran mengatakan empat orang tewas dalam dua hari terakhir. Angka ini menjadikan total delapan korban.

Para korban itu termasuk seorang personil polisi dan seorang personil milisi pro-pemerintah.

Namun, nomor itu berbeda dari laporan golongan hak asasi Kurdi, Hengaw. Menurut mereka 10 pengunjuk rasa tewas, demikian dikutip Reuters.

Lebih rinci, tiga orang tewas pada Rabu, dan tujuh orang dibunuh pasukan keamanan.

Namun, para pejabat Iran membantah tudingan itu. Mereka malah balik menuding korban dapat saja ditembak pembangkang bersenjata.

[Gambas:Video CNN]

Protes di Iran semakin meluas. Tanpa tanda-tanda reda, pihak berwenang membatasi akses ke internet dan Instagram.

Iran sekarang tunduk pada pembatas internet paling parah sejak pembantaian November 2019," demikian menurut NetBlocks.

Selain itu, para pengguna WhatsApp mengatakan hanya dapat mengirim teks, bukan gambar.

Para aktivis banyak yang menyatakan prihatin atas pemblokiran internet itu.

"Kami khawatir bumi akan melupakan Iran segera setelah menutup internet, yang sudah terjadi," kata salah satu seorang aktivis.

Iran tengah bergejolak usai kematian Mahsa Amini di penjara pekan lalu. Ia ditangkap karena dianggap mengenakan pakaian tak sesuai.

Kematian Amini juga memicu kecurigaan. Sang ayah mengatakan Amini tak mempunyai masalah kesehatan dan menderita memar di kakinya dalam tahanan.

Kematian itu juga memicu kemarahan terhadap isu-isu kebebasan di Iran. Warga ramai-ramai menggelar demo. Sejumlah wanita bahkan membuka jilbab mereka dan memotong rambut di depan umum.

Salah satu pejabat Iran berjanji akan menindaklanjuti kasus itu.

Media yang dekat pemerintah, merilis video yang menuduh para pengunjuk rasa membakar sebuah masjid, kuil Islam, dan bus.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]