Profil instastories

Rindu dipenghujung senja

Usai belajar aku bergegas keluar kelas agar segera bisa menikmati sunset, tiba-tiba cika menepuk pundakku dari belakang sambil tersenyum "kalo kamu susah mengingatnya sendiri, kenapa tak menceritakannya padaku saja", karena cika mengatakan seperti itu, akupun mulai menceritakannya apa yang kurasakan sekarang "aku ingin berjumpa dia segera mungkin, aku ingin bersamanya kembali" tuturku dan mataku hampir basah, " you will be fine ok, spirit mygirl" balas cika dengan semangat, "ayo ikut aku!" Ucapku sambil menarik tangan Cika, "sorry, aku dijemput yuda, lain kali saja ya, semoga harimu menyenangkan" balas cika sambil melambaikan tangan, lalu aku pun meninggalkannya sambil menggendong ransel hitamku.Langkahku berjalan dan bergerak lurus tanpa henti di senja hari dengan ditemani sunset yang indah yang pernah kualami, kusaksikan sunset sambil kuraih sebuah permen dalam ransel hitamku dipundak, entah apa yang kupikirkan dibenakku sampai aku berhenti di tempat ini, rasanya tidak ingin kuakhiri begitu saja, ingin berlama-lama disini agar bisa menikmati sunset yang indah ini. namun, aku hanya sendiri kali ini menikmati suasana begini, aneh rasanya. Dulu setelah pulang sekolah, kita tak pernah lupa bermain bersama di tepi pantai sampai senja hari, kini hanya tinggal kenangan. Disaat kau pergi jauh dariku dan tak pernah mengirim kabar untukku, kau tau? Aku sangat menanti-nanti kehadiranmu seperti dulu, tanpa sepengetahuanmu aku selalu menulis surat-surat rindu yang ingin kukirim padamu, tapi aku tak pernah mengirim secarik surat itu pun padamu, melainkan hanya kusimpan dalam lemari kayuku. Aku tersenyum ketika melihat dan membaca surat-surat itu sendirian, lucu rasanya, sepi, hambar bahkan pahit pun kurasakan disaat mengingatmu. Aku sengaja tak mengirimnya padamu, karena aku menanti surat pertama darimu. Enam bulan sudah kumenunggu surat dan parcel darimu namun tak kunjung tiba didepanku, entah mengapa aku merasa sangat sedih ketika jauh darimu, padahal aku mengerti kenapa kamu pergi selama ini meninggalkanku disini bersama kenangan, namun ku hatiku tak pernah tenang jika tak mengingatmu. Maaf jika aku pernah jengkel terhadapmu, kala itu aku merasa jengkel karena kamu berbohong padaku, kamu gak jujur ketika aku menanyakan kabarmu, kamu selalu merasa baik-baik saja didepanku, padahal dirimu sedang gelisah, apa salahnya jika kamu menceritakannya padaku?, Tapi sudah terlambat, aku berusaha untuk mengerti dirimu. Ah... waktu begitu cepat berlalu, tak kusangka hari sudah mulai gelap, rembulan pun sudah mulai bersinar, hatikupun sudah mulai tenang, biarkanlah rindu ini berakhir dengan sendirinya, sebaiknya aku bergegas untuk pulang.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS