Profil instastories

Rena

1. Cinta dan Saingan

 

Dengan semangat Rena Putri Wulandari memegang raport yang menandakan dia naik kelas 3 SMA dan menjadi juara 2 umum di sekolahnya. tak hentinya mengucap syukur kepada Allah atas keberhasilannya, setelah kepala sekolah mengumumkan bahwasannya Rena mendapat beasiswa ke Universitas paling popular dan terkenal di kota Jakarta.

Rena memeluk ibunya kemudian ayahnya dengan rasa bahagia dan penuh kesyukuran yang tiada hentinya, akhirnya Rena sampai naik kelas 3 mampu mempertahankan juaranya walaupun juara 2 umum di sekolahnya namun itu semua tidak mengurangi rasa bersyukurnya.

"Kamu masuk juara umum lagi Rena ? " ibu begitu bahagia mendengar Rena semakin meningkat.

"Iya bu. Rena masuk lagi, " ucap Rena memeluk ibunya sedikit menitikkan air mata kebahagiaannya.

"dan ini juga berkat ayah." Rena mencium tangan ayahnya dengan penuh kebanggaan.

Mereka saling berpelukan tanda kebahagiaan, Susanto Ayah Rena memang selalu berusaha keras untuk pendidikan Rena anak semata wayangnya, walaupun hanya dengan pekerjaan Tukang parkirnya dan Ibu Rena Lasmini hanya seorang cuci gosok harian yang membutuhkan tenaganya namun itu semua tak menghalanginya untuk pendidikan yang lebih tinggi lagi. Rena bercita–cita menjadi Seorang Penari terkenal karena itu Rena sering mengikuti acara–acara dan latihan menari di sekolahnya.

Setelah liburan panjangnya di sekolah Rena kembali masuk ke sekolahnya dan 1 tahun lagi Rena akan tamat sekolah dan impiannya menjadi seorang penari akan terkabul harapnya dengan bahagia dan tersenyum menyusuri lorong – lorong kelasnya, Rena termasuk gadis yang cantik dengan rambut panjangnya dan warna mata yang hitam mata khas Indonesia dan yang pasti khas Ibu dan Ayahnya.

"Renaa..." teriak Dessy sambil berlari mengejar Rena.

Rena segera menatap dan tertawa menatap Dessy yang terengah–engah menatapnya kelelahan sekali.

"Kamu ga asyik deh.. malah jalan cepat gitu.."

"Sorry Dessy.. aku nungguin kamu kok." ucap Rena menahan senyumnya.

"nungguin apaan?" Dessy memang tampak kesal sekali.

"Sekarang kan kita udah ketemu sih?" Rena tertawa kecil.

"gimana liburan kamu? kemana aja?" tanya Dessy mulai mengalihkan pembicaraannya.

"dirumah aja Des, aku bantuin Ibu aku yang membutuhkan jasa mencuci dan menyetrika. "

"Anak yang baik ! kalau aku sih liburan Ke Australia menyenangkan sekali rasanya bisa kesana Rena." ucap Dessy tersenyum.

"Oh ya?"

Mereka terus berjalan menuju kelas.

"Iya, dan aku bawa oleh oleh buat kamu kok, dress.."

"Buat apa?" Rena tampak bingung dan menghentikan langkahnya.

"Ntar malam kita Party. kan hari ini ulang tahun aku Rena.." Jelas Dessy.

Rena tampak tertawa dan sepertinya memang Rena tidak begitu tertarik sekali dengan acara Party apalagi berkaitan dengan kekayaan yang membuatnya pusing dan seakan tidak akan cocok berada di tengah–tengah itu pikirnya dan melanjutkan jalannya lalu Dessy menyusul sambil bercerita tentang liburannya selama di Australia beberapa pekan lalu.

Alex Lee adalah lelaki sebelah kelas Rena juara 1 umum lebih tepatnya dan sudah lama menyukai Rena namun perasaannya tak pernah dinyatakannya karena takut Rena menolaknya mentah–mentah. Rena gadis yang belum pernah pacaran sama sekali bahkan terlalu polos untuk memulai berpacaran. Rena memilih membaca buku di perpustakaannya dengan baik dan dengan tenang karena hari ini pertama masuk sekolah juga masih dengan suasana liburan mungkin kembali aktif belajar besok.

Alex menatap Rena sendirian duduk membaca buku dengan sangat serius, mungkin ini kesempatanku piker alex dengan senyum manisnya dengan warna mata sedikit menyipit karena keturunan tiongkok—indonesianya. memberanikan diri menghampiri Rena untuk pertama kalinya selama hampir 2 tahun lebih menahan diri untuk tidak berbicara dengan Rena.

Sedikit gugup setelah meraih sebuah buku dari Albert Einstein memang Alex menyukai buku berkaitan seputar motivasi. Sementara Rena menyukai buku seputar menjadi penari terkenal.

Alex berhadapan dengan Rena saat ini dan menatapnya gugup, tanpa sengaja Rena menatap Alex dengan sedikit heran membuat Alex tergagap dan sedikit membaca bukunya dengan sangat tidak konsen.

"Alex?" dengan ramah Rena memanggilnya, setelah beberapa kali tampak gugup.

"Rena, haii," Alex tersenyum menatap Rena.

"Hmm— Suka ke perpustakaan juga?" Rena memulai.

"Iya nih Ren, kamu baca apa?"

"Buku seputar menari." Ucap Rena tertawa kecil.

"Mengagumkan," balas Alex dan Rena hanya membalas dengan anggukan.

"Bagaimana Liburan kamu?" Tanya Alex setelah mereka berdiam diri beberapa saat.

"Aku hanya membantu ibuku saja, bagaimana denganmu?"

"Aku tidak kemana–mana hanya dirumah bermain game favoritku Ren. Oh ya, selamat sudah menjadi juara dan semakin meningkat setiap tahunnya." Alex mengulurkan tangannya.

Rena menjabat tangan alex dan memberikan senyuman naturalnya.

"Kamu juga sulit untuk ku taklukkan! kamu terlalu genius Alex," ucap Rena tertawa lepas membuat Alex begitu kagum padanya kemudian melepaskan jabatan tangannya dari Alex.

"Kamu pasti bisa mengalahkan aku kok,"

"Sepertinya tidak Alex. kamu tahu, kamu bahkan selalu juara Umum kan setiap tahunnya bagaimana mungkin aku bisa mengalahkanmu?" Rena tampak biasa.

"Hanya perlu belajar Rena,"

"Aku juga selalu belajar dan memang ku akui kamu hebat." Ucap Rena sembari mengangguk.

"Makasih ya?!"

"Sama–sama Alex Lee—"

"Hmm— pulang sekolah kamu punya acara nggak?"

Rena sedikit mengerutkan dahinya tanda kebingungan dan menggelengkan kepalanya tanpa menjawab Alex.

"Mungkin kita bisa menonton bioskop atau semacamnya?" Ajak Alex mulai pendekatan.

"Alex? kamu tidak malu mengajakku?" Rena mencoba memperingatkan Alex dan menekankan bahwasannya tidak pantas.

"Why not?"

"Lihatlah aku Alex? Rena yang duduk dihadapanmu saat ini hanya seorang gadis yang biasa saja dan akan menonton dengan Alex Lee yang seorang anak Pengusaha Pertambangan? tidak mungkin Alex! sorry," Rena masih menatap Alex sedikit rasa bersalah.

"Apa yang salah Rena? aku tidak memperdulikan keadaanmu." Alex tetap bersikeras.

"Tapi apa kata teman satu sekolah kita nanti? Rena seorang anak dari tukang parkir dekat dengan anak pertambangan? aku tidak mau di cap yang aneh Alex dan kamu cowok ganteng bisa mengajak wanita lain." Rena mencoba menolaknya lembut.

"tapi aku menginginkan kamu!" Alex begitu serius masih menatap Rena.

Jawaban Alex membuatnya terdiam dan ternyata Rena juga sudah lama ingin mengenal Alex, namun rasanya tidak mungkin karena Alex pasti mempunyai pacar dan banyak perempuan satu sekolah yang menggilainya. namun tak pernah satu pun yang tahu siapa pacar Alex Lee sebenarnya. kemungkinan karena sifatnya yang sedikit tertutup dan sangat pendiam padahal dia Pria Ganteng dan sangat Pintar, bahkan selalu menjadi juara dalam berbagai perlombaan Sains di Manapun diadakan.

Lebih tepatnya saingan berat Rena, tapi mereka saling menyukai. Disatu sisi Rena menganggap Alex adalah saingannya di sekolah namun di sisi lain, Sudah sangat lama dia menyukai Alex.


 

Maafkan kalau masih ada typo, sebenarnya banyak ceritaku ngambang. Cuma memang lagi stuck! Dan cerita ini sudah lama nangkrak dengan 32 episode masih terjalani, tenang kalau banyak yang Vote dan komentarin bakalan update 2x seminggu.

Tapi dengan catatan, Vote sebanyaknya dan komentar! Makasih 🙏🏻

 

Pematangsiantar, 29 Desember 2019

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani