Profil instastories

Penyuka Sastra dan Pecinta Budaya Lokal

Rembulan Dicelah Matamu

kau (perempuanku) sepertiga malam mulai menuangkan sepi

gelas-gelas masih saja kosong

sebab ada yang retak (jatuh dari tangga keegoisan)

biarkan mereka saling mengadu cibiran

mungkin alkohol sedang menari-nari di kedua bibirnya

 

lihat celah di depan matamu

seberkas cahaya menempel dengan sebuah janji

bagai kitab tua yang tersaji untuk direnungkan

hingga perlahan membuai dalam sesak dadamu

 

angin malam bertopeng sesal

jangan tangkap gadisku

biarkan ia merana menuju jalan pulang

yang telah kusiapkan dengan sekuntum mawar

di pertigaan batas kota

 

Batas Kota (Atambua), 08 Maret 2020

Untukmu yang hatinya sedang merindu rindu

 

Ilustrasi Foto: Gadis Berbusana Tradisional (@fin_seran)

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah