Profil instastories

Penyuka Sastra dan Pecinta Budaya Lokal

Ratapan Senja

Perih mengukir luka
bertanding dalam gejolak batin
menghujat lewat keresahan kata
hingga jatuh pada keramaian karang-karang tajam

Senja benar-benar melukai rasa
meratap iba menuai pilu
saling beradu pandangan
namun terhalang pintu kegelapan sang malam

Mencoba bersaksi pada bayangan semu
tapi hanyalah menambah lubang jeritan
bercerita pada lembaran folio bergaris
lebih menambah sakit

Lalu meminta pada rembulan
tetapi sama halnya melelahkan
ia sedang malu pada bayangannya sendiri
sebab ada lirikan manja dari tetangganya

Berlari pada potretmu
ada pesona di sana
aku mulai luluh
dan hampir terjerumus dalam senyummu.

Atambua dalam Gigitan Senja, 09 Maret 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah