Profil instastories

Rasa yang Tak Lagi Sama

50Sore itu, suasana taman begitu tenang. Angin berhembus dengan lembutnya, sambil sesekali terlihat angin itu berusaha menerbangkan rambut seorang gadis yang semenjak kedatangannya lebih banyak duduk melamun dan menatap kosong. Gadis itu bernama Melani.

Tak lama kemudian, seorang gadis lagi yang bernama Nia datang menghampiri Melani yang sedari tadi masih asyik dengan lamunannya sampai tidak menyadari kedatangan temannya yaitu Nia.

"Ehh woiii," tegur Nia sambil menepuk pundak Melani.

"Ehh, kamu Nia. Sejak kapan disini?" Tanya Melani yang terlihat bingung dan masih kaget dengan temannya yang datang tanpa Melani sadari.

"Dari tahun gajah, lagian kamu tuh aku panggil-panggil dari kejauhan tapi gak ngerespon. Malah bengoooong aja. Hati-hati lho, nanti yang ada kemasukan karena ngelamun sendiri" jawab Nia sambil mengambil posisi duduknya.

"Ihh amit-amit enak aja, iya maaf maaf," ucap Melani meminta maaf.

"Mikirin apa sih kamu, Mel? sampai aku panggil gak nyahut. Aku sampai ada disamping kamu pun, kamu masihh gak sadar juga" ucap Nia yang masih terlihat kesal dengan sikap temannya yang sedari tadi tidak menyadari akan kedatangannya.

"Gak papa kok, Nia," jawab Melani

"Yakin? Ohh atau jangan-jangan kamu masih kepikiran mantanmu itu yah. Ya ampun, Mel itu udah satu bulan kali masa masih belum move on juga sih," ucap Nia.

"Dikit sih, abis mau gimana lagi" balas Melani.

"Gini aja deh, aku punya temen cowok. Siapa tau aja kalian cocok, aku kenalin yah?" Ajak Nia dengan semangat.

"Emmhh.." respon Melani masih ragu-ragu.

"Ayolah, kamu gak usah takut, dia baik kok. Mau yah kenalan? Biar gak sedih lagi dan gak kepikiran mantan terus" lanjut Nia meyakinkan Melani.

"Yaudah deh aku coba" jawab Melani pasrah

Kurang lebih 2 minggu, Nia berusaha menjodohkan Melani dengan teman cowoknya. Nia pun berharap bahwa dengan ini, Melani bisa kembali semangat dan ceria. Tak lama kemudian, usaha Nia berhasil. Mereka resmi jadian. Namun, Melani masih selalu meminta Nia untuk menemaninya ketika bertemu dengan cowok yang bernama Adit tersebut.

"Kamu ini, kenapa sih masih harus selalu ngajak aku buat ketemuan sama si Adit. Ohh ..jangan-jangan kamu seneng yah jadiin aku nyamuk nya kalian terus?" Ucap Nia kesal seusai mengantar Melani bertemu Adit yang kini menjadi pasangannya.

"Nggak,, bukannya gitu. Aku masih canggung aja. Aku hubungan sama dia masih kayak setengah hati gitu lho, jadi belum klop banget" jawab Melani.

"Trus mau sampai kapan aku bisa bebas jdi nyamuk kamu?" Tanya Nia masih dengan nada kesal

"Sampai waktu yang belum ditentukan batasnya, hahahaa" jawab Melani sambil tertawa.

"Huhh dasaarr.." gumam Nia kesal.

Satu tahun berlalu, hubungan Melani dan Adit berjalan baik sampai suatu hari Melani tidak sengaja membuka chat Adit dari seorang perempuan yang ternyata itu adalah vokalisnya. Kebetulan, Adit sangat senang bergelutt di dunia musik. Setelah itu, Melani meminta maaf kepada Adit karena telah berburuk sangka dan meminta Adit untuk kembali lagi menjalani hubungan dengannya.

Adit memaafkan Melani dan merekapun kembali menjalani hubungan. 2 tahun berlalu, masalah sepele sih mungkin bagi sebagian orang tapi itu masalah besar bagi Adit. Mereka renggang kembali.

"Kamu kenapa sih, Dit?" Tanya Melani sedih dan bingung

"Kamu masih tanya kenapa? Aku gak suka ditelpon terus-terusan." Jawab Adit marah

"Tapi cuma gara-gara ini kenapa kamu putusin aku? Padahal kemarin-kemarin kamu kan masih biasa-biasa aja. Kamu nelponin aku beberapa kali karena khawatir dan takut aku deket cowok lain, tapi kenapa sekarang aku spam telpon kamu malah kamu marah sampai mau putusin aku?" Ucap Melani panjang lebar sambil menahan tangisnya yang sudah tidak kuat ingin ia tumpahkan.

"Ahh sudahlah" jawab Adit singkat.

"Kenapa kamu berubah sih, Dit. Kamu gak kayak dulu lagi. Masa cuma gara-gara spam telpon kamu sampai semarah ini?" Tanya Melani yang masih berusaha meminta kejelasan.

Setelah itu, Adit tak merespon lagi Melani. Mereka renggang untuk beberapa hari bahkan bisa dikatakan hubungan mereka sudah diambang perpisahan. Tetapi, satu minggu kemudian hubungan Adit dan Melani mulai membaik kembali. Mereka sepakat untuk saling memaafkan. Mereka kembali menjalin hubungan meskipun Melani merasa bahwa Adit sudah tidak sama dengan yang dulu. Namun, Melani mencoba berusaha menerima semuanya dan berniat ingin lebih melibatkan orang tua dalam memantau hubungannya agar lebih baik.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani