Profil instastories

RAMADHAN PENUH KESAN

Teriakan bunda membangunkan semua manusia di rumah ini untuk segera melaksanakan shalat malam dan sahur. Itu sudah menjadi tradisi di keluargaku. Namun untuk tiga hari kedepan aku akan pergi DAURAH QURAN 3 HARI 1 JUZ bersama teman-teman rohisku tentunya. Aku rasa aku akan merindukan teriakan bunda yang menakutkan itu.

"Alhamdulillah,kita sudah sampai tujuan untuk semua peserta masuk kedalam kelas dulu ya" arahan sang ketua rohis ikhwan.

Mungkin ini adalah pengalaman pertamaku, ramadhan ditempat dan lingkungan seperti ini, sangat menyenangkan tidak ada waktu yang disia-siakan karena panita sudah mengatur jadwal para peserta dari tidur hingga tidur lagi. Tapi apa aku mampu menghafal satu juz tiga hari? Itu terlalu singkat. Namun aku tidak sendiri, semuanya berjuang untuk target.

Buka puasa dan tarawih pertama sudah dilalui namun setelah tarawih selalu di adakan kultum dan setoran hafalan quran. Memang sulit sekali karena satu hari harus hafal tujuh halaman. Banyak teman-temanku mengeluh karena tidak terbiasa menghafal sebanyak itu ada pula yang menangis. Teringat akan dosa yang kita perbuat sehingga sangat sulit untuk menghafal jangankan tujuh halaman, satu halaman saja belum tentu bisa. Kita tidak menyerah kita terus berjuang dan ini semua memberikan pelajaran untuk kita.

"Dianaaa" seseorang memanggil namaku, seperti biasa aku duduk di teras masjid sembari menghafal Quran, aku mengabaikan suara itu lalu melanjutakan hafalanku. "ini untukmu"  dia mengulurkan tangannya dan memberiku sebuah kertas yang dilipat-lipat, “bukanya nanti aja kalau sudah di kamar” titahnya  “terima kasih Radith.” Jawabku, aku bisa dibilang dekat dengan Radith karena setiap ada aku pasti Ada Radith juga, tetapi aku berusaha menahan agar kita menyukai Radith karena itu akan merusak hafalanku namun entah mengapa aku senang keberadaan Radith disini bahkan aku merasa sepi saat Radith tidak ada.

Adzan Magribpun akhirnya berkumandang seluruh peserta,panitia dan ustadzah ikut berbuka bersama di dalam satu ruangan seperti biasa selesai berbuka dan shalat magrib berjama'ah kami menghafal, kali ini aku menghafal di asrama banyak temanku juga yang selalu menghafal disana.

"Hiks..Hiks..Hiks.." saat ku ingin menaiki anak tangga aku mendengar suara tangisan berasal dari atas, akupun mempercepat langkahku dan segera menghampirinya. Sudah banyak orang yang mengerumuni anak itu untuk menenangkannya. Saatku lihat ternyata dia Ayu teman dekatku.

"Kenapa kamu nangis yu?apa ada masalah?" tanyaku namun dia hanya merenung lalu menatapku sedih teman-temanpun sudah berusaha bertanya mengapa Ayu manangis namun Ayu tidak mau menjawab. Akhirnya aku peluk dan membujuk untuk menceritakan masalahnya. "Diana.. Banyak sekali dosa yang sudah ku buat sehingga aku susah sekali menghafal surat Al-mutaffifin" keluhnya saat dalam pelukanku. Ternyata ini sebabnya semua orang terdiam karena merasakan hal yang sama. 

"yu kamu hanya belum terbiasa saja ayat atau surat yang susah dihafal artinya ayat itu merindukan kamu, ia ingin berlama-lama dengamu karena kamu jarang membacanya namun setelah terbiasa menghafal maka kamu akan cepat pula untuk mengingatnya,berusahalah semuanya butuh proses dan kamu tidak sendiri kita sedang berjuang untuk mencapai Ridho Allah disini banyak ujian dan cobaan yang harus dilalui" jelasku yang sudah tidak memeluk Ayu ternyata semua orang merenungi perkataanku,menyadari semua dosa dan sebagian ikut menangis begitu juga denganku teringat zina hati dan pikiran yang sering ku buat karena Radith.

Soal Radith aku langsung teringat dengan kertas yang dia berikan tadi siang akupun membuka saat semuanya tertidur pulas.

"Assalamua'alaikum bu haji, semangat ya untuk menghafal Qurannya jangan lupa tersenyum dan bersyukur" isi dalam kertas tersebut membawaku berhalusinasi tentang Radith. "Asstagfirullahal'adzim aku mikirin apasih" gerutuku. 

"Game siang ini yaitu mengoper spidol sambil bernyayi saat lagu itu selesai dan pemegang terakhir harus kedepan dan menunjukan bakatnya" ucap panitia game serontak peserta menyetujuinya, Jadwal setelah shalat dzuhur memang game untuk refreshing otak agar tidak terlalu stress dengan hafalan.

Game dimulai, semua ceria dan tertawa namun seketika tawaku meredup karena spidol itu terhenti ditanganku.

"Diana silahkan ke depan" akupun mengangguk, menunggu satu orang lagi untuk menampilkan bakatku tapi sekarang dari pihak ikhwan dan tenyata Radith lah yang ke depan.

"wah cocok sekali ya kalian" celetuk panitia menggoda lalu semua bersorak "Cieee.."

"silahkan tunjukan bakat kalian dimulai dari Radith ya" Radith terdiam beberapa detik lalu membuka mulutnya

"Bahagiamu adalah bahagiaku

Cukup Allah maha tahu apa isi hatiku

Namamu selalu kusebut dalam do'aku 

Agar cepat kita bersatu" sesekali Radith melirik kearahku seolah menunjukan bahwa puisi itu untukku, Radith memang sangat berbakat untuk berpuisi. Lagi-lagi mereka bersorak "Cieee.." wajahku mendadak merah merona seperti memakai blush on dan semua orang menyadarinya lalu tertawa lepas termasuk Radith dan panitia.

Hari perpulangan tiba, sebelum pukul 09:00

Panitia memberikan arahan dan penyerahkan sertifikat, serta mengumumkan orang yang mampu menghafal satu juz. Semua peserta menangis tersedu-sedu antara terharu dan sedih karena tidak sampai target, namun cukup berada disini dan dikelilingi orang-orang shaleh itu sudah hebat menurutku. Aku bersyukur telah mengenal mereka dan berjuang di jalan Allah bersama-sama. Setelah penutupan selesai kami pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput oleh orang tua.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
ummi kalsum khairani - Apr 22, 2020, 3:46 PM - Add Reply

Semua orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya...
Terimakasih atas inspirasinya... Untuk tetap istiqomah...

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani