Profil instastories

Purple Pellucide Grapes

Purple Pellucide Grapes

By : Widia Purnamasari

 

 

Purple pellucide grapes atau yang biasa dikenal dengan Mega purple ialah jenis konsentrat sari anggur yang terbuat dari buah anggur. Efek dari pemberian sari anggur yang berwarna ungu ini ialah dapat memberikan warna ungu yang lebih gelap dengan rasa yang sedikit lebih manis dari jenis wine yang biasa. Saat proses pembuatan dituangkannya fermentasi anggur, hal ini dapat dilihat sebagai perpanjangan dari praktik pencampuran dalam beberapa buah anggur Petite syirah atau Alicante untuk menggelapkan dan meningkatkan warna ungu anggur.

Mega purple dapat menjadi topik kontroversial di kalangan pecinta wine. Beberapa orang mungkin menganggap Mega purple hanya sebagai salah satu dari sekian banyak alat yang digunakan oleh pembuat anggur untuk membuat anggur yang lebih baik dengan biaya yang sakit. Jenis wine ungu ini masih tergolong biasa, beberapanya yang lain masih merasa bahwa ada konsentrasi yang terlalu berlebihan yaitu steroid wine.

Mega purple ialah konsentrat jus anggur yang dibuat oleh Canandaigua Concentrates of  Madera, California, sebuah divisi dari Constellation Brands. Ini digunakan sebagai aditif makanan. Proses yang digunakan untuk memproduksi aditif adalah hak milik.

Berdasarkan uraian tentang efek wine oleh pembuatnya, kemungkinan besar dihasilkan oleh serangkaian proses seperti distilasi vakum, distilasi fraksional dan ekstraksi pelarut. Hasil wine tersebut merupakan salah satu rangkaian konsentrat yang dipasarkan sebagai aditif. Adapun beberapa nama lain dari wine ungu ini adalah Grape Juice concentrate, Mega Purple Grape Juice concentrate, Mega red Grape Juice concentrate.

Ini diproduksi dengan memusatkan anggur teinturier Rubired, yakni persilangan antara Alicante Ganzin dan Tinta Cao yang memliki 60% gula. Gula yang dikandung di dalam buah anggur ini ialah fruktosa, yaitu kandungan gula yang terdapat di dalam buah-buahan.

Mega purple telah menimbulkan kontroversi dalam komunitas wine, karena kegunaannya yang dianggap mirip dengan wine yang berwarna ungu bening. Di dalam beberapa sejarah, terdapat seorang pembuat anggur yang menyatakan bahwa kebutuhan akan penggunaan wine ini ialah bukti dari pemeliharaan anggur dan atau mungkin justru pembuatan wine yang buruk.

Dalam beberapa dekade, telah terjadi beberapa diskusi dan forum di dunia industri mengenai penggunaan aditif seperti Mega purple untuk meningkatkan atribut sensorik seperti warna, aroma dan rasa di mulut. Dilaporkan bahwa sebanyak 20% dari total produksi aditif tersebut terkait dengan jenis wine. Menurut laporan jurnal, Mega purple digunakan oleh hampir setiap produsen anggur bernilai rendah hingga harga yang tertinggi sekalipun. Hal ini dilakukan agar membantu menstandarisasi produk botolan memastikan produk yang lebih seragam.

Jenis wine yang satu ini diambil dari konsentrat wine yang paling muda, karena sayang untuk dibuat, akhirnya dimanfaatkan kembali sehingga warnanya menjadi ungu bening (purple pellucide).

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.