Profil instastories

Penyuka Sastra dan Pecinta Budaya Lokal

Puing-Puing Usang yang Tercatat

puing-puing usang masih menyendiri di tepi pantai,

menggigil di atas pasir tanpa gerak,

gemuruh gelombang mengangkatnya,

dengan mulutnya terbuka tanpa pesan.

 

angin malam menyentuh dengan tangannya,

mengeluarkan noda-noda di atasnya,

seraya menyerukan isyarat sebuah kematian,

di bukit pasir segalanya bermuara.

 

bulu-bulu burung camar yang ditembak masih rapi tersimpan,

botol-botol masih menggulingkan raganya dengan bisu,

ikan-ikan ditemukan mulai membengkak,

menunggu giliran untuk lenyap.

 

jam demi jam,

hari demi hari,

tanah yang berlumpur meluncur jauh,

pohon-pohon kerdil pulas dalam rayuan tangan-tangan berdosa.

 

masih saja hati pemilik akal bertingkah seperti cerobong pabrik,

yang menatap seluruh ciptaan adalah haknya,

bahkan ia sendiri tak tahu,

hiruk-pikuk jejaknya hanya sebuah kekosongan.

 

///

 

Atambua, 09 Maret 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah