Profil instastories

Preparasi Kultur Jaringan

Preparasi Kultur Jaringan

By : Widia Purnamasari

 

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara in vitro sangat ditentukan oleh empat faktor utama yaitu sifat genetis eksplan yang akan ditanam, nutrisi, faktor fisik seperti cahaya, suhu dan pH, serta senyawa organik seperti vitamin dan zat pengatur tumbuhan (ZPT). Meskipun sifat genetis tanaman sangat menentukan hasil yang akan diperoleh, faktor-faktor lain sangat menentukan bagaimana sifat genetis tersebut akan terekspresikan. Nutrisi merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan kultur jaringan tanaman karena tanaman memerlukan bantuan nutrisi saat belum autotrof di dalam kondisi in vitro. Faktor-faktor fisik seperti suhu, cahaya, pH dan konsentrasi O2 akan berpengaruh terhadap proses-proses seperti penyerapan air, evaporasi, dan fotosintesis. Senyawa organik ZPT diperlukan dalam jumlah sedikit untuk membantu dalam pembelahan sel serta diferensiasi sel-sel menjadi organ tertentu.

Pemberian nutrisi dalam jumlah dan perbandingan yang sesuai pada media in vitro sangat diperlukan untuk menghasilkan planlet sesuai yang diinginkan. Medium kultur jaringan yang terdiri dari unsur-unsur hara esensiel makro maupun mikro, gula dan zat- zat organik, seperti vitamin dan hormon. Susunan zat-zat tersebut di dalam medium kultur jaringan bervariasi tergantung dari tujuan penggunaan media tersebut dalam kultur jaringan dan bahan yang akan dipakai. Salah satu medium yang banyak dipakai, terutama untuk tanaman-tanaman herba adalah medium dasar Murashige dan Skoog (medium MS). Media MS mengandung konsentrasi garam mineral yang tinggi dan senyawa N dalam bentuk NO3- dan NH4+. Konsentrasi sukrose dan agar yang ditambahkan di dalam media juga akan bervariasi tergantung kebutuhan eksplan. Untuk satu liter media MS biasanya digunakan 30 gram sukrose dan 8 gram agar. Konsentrasi agar dapat bervariasi tergantung media yang diinginkan berupa media padat (solid), semi-solid atau cair.

Penambahan zat pengatur tumbuh yang seringkali digunakan dalam kultur jaringan tumbuhan adalah dari golongan auksin dan sitokinin. Auksin biasanya digunakan untuk induksi kalus (kadang bersama dengan sitokinin) dan induksi akar. Senyawa seperti 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2.4-D) sangat efektif dalam memicu pertumbuhan kalus. Auksin yang juga digunakan dalam kultur jaringan adalah naphtaleneacetic acid (NAA), indoleacetic acid (IAA), dan indolebutyric acid (IBA). Dalam pembuatan media yang mengandung auksin, biasanya akan bersifat asam saat pengukuran pH sehingga perlu disesuaikan dengan penambahan basa untuk mencapai pH sekitar 5.7. Sitokinin juga sering ditambahkan dalam media kultur jaringan.

Sitokinin yang sering digunakan adalah kinetin, benzyl adenine (BA) dan zeatin. Sitokinin biasanya dibutuhkan untuk memicu pertumbuhan tunas, tetapi penggunaannya bersama dengan auksin juga mampu menginduksi kalus.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.