Profil instastories

Pesan Ayah

Pesan Ayah

 

Satu malam yang kelam, mengukir luka begitu dalam. Pahit dirasa tak berujung, rasa kasih sayang yang kelak akan dirindukan. Satu malam yang panjang untuk diceritakan, yang tak akan hilang jika dikenang. 

Nurfa si gadis manis cantik nan polos. Gadis yang beranjak remaja itu tengah melamun ditemani embusan angin malam. Malam ini tepat empat tahun setelah kepergian sang penerang hidup, yaitu ibu. Nurfa ditinggal pergi sang ibu saat berusia sebelas tahun, dan kini hanya ayah satu-satunya yang Nurfa punya.

“Mfa sayang, ayah boleh masuk?” tanya nya sambil mengetuk pintu.

“Masuk aja, Ayah. Gak dikunci kok,” Balas Nurfa.

Begitu masuk, ayah nya melihat putri tunggal nya tengah duduk di jendela sambil mendekap figura foto yang berisikan potret masa lalu Nurfa, ayah, dan ibu nya.

“Doakan semoga ibumu tenang di sana ya, semoga ibumu diterima di sisi Allah. Pasti ibumu bahagia melihat putri nya kini tumbuh menjadi anak yang shalehah, cantik dan juga pintar.” Pernyataan ayah membuat Nurfa terharu, terlebih lagi ayah nya mengucapkannya sembari mengelus lembut rambut Nurfa.

“Ibu kalau menurut Mfa itu kayak bidadari nya syurga, ibu peri nya Mfa di dunia,” tutur Nurfa dengan kedua sudut bibir nya terangkat dan menampakan senyum indah nya.

“Kalo menurut ayah ibumu itu wanita syurga, bidadari nya ayah.” Tak mau kalah ayah nya pun turut memuji almarhumah istri nya.

 

Nurfa yang mendengar itu pun senyuman nya semakin cantik, menurut nya ayah nya itu bukan sekedar ayah melainkan ibu, sahabat, dan juga kekasih nya.

Setelah ibu dipanggil oleh sang pencipta, ayah nya yang menggantikan peran ibu untuk Nurfa, meski ia sibuk dengan pekerjaan nya. Ayah nya juga cocok sebagai sahabat, karena saat Nurfa sedih. Ayah nya selalu menghibur nya. Cinta pertama Nurfa juga ayah nya. Ia berpikir jika nanti setelah dewasa, ia akan mencari pria seperti ayah nya yang tulus, dan setia. Bukti nya setelah ibu nya meninggal tak ada niat untuk mencari pengganti.

“O iya, Ayah. Teman-teman Mfa bilang, kalo ayah nya berpesan seperti ini. Nak, lukai kembali orang yang telah menyakitimu,” ujar Nurfa dengan polos nya.

“Benarkah?”

“Iya ayah. Tapi menurut Mfa itu gak bener”

“Kenapa?” lagi-lagi ayah nya hanya bertanya.

“Gak tau hehe, apa ayah juga akan berpesan seperti ayah mereka?” tanya Nurfa.

“Tidak, Nak. Pesan ayah, sadarkan kembali orang yang telah menyakitimu,” ujar sang ayah, sambil menatap teduh mata anak nya.

Nurfa kebingungan dengan pernyataan sang ayah, ia memiringkan kepala nya menghadap ayah tanda bahwa ia bingung dan meminta penjelasan.

“Buat orang yang telah menyakitimu itu sadar bahwa kamu telah tersakiti dengan sikap nya atau ulah nya,” jelas ayah, sadar akan kebingungan putri cantik nya.

Ayah nya pun kembali menambahkan, “Karena jika kamu kembali melukai orang itu, maka tidak ada beda nya Mfa dengan mereka yang berbuat keburukan.”

Nurfa langsung memeluk ayah nya dengan berurai air mata haru, dalam hati Nurfa sangat bersyukur mempunyai sosok ayah seperti ayah nya. 

 

Senin, 18 Februari 2018

Short story by: Dila Nur Fadilah (Nurfa)

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani