Perselingkuhan Picu Trust Issue, Kenali Tanda Kepercayaan Mulai Luntur

Trending 1 week ago 6
ARTICLE AD BOX

Jakarta, Instastori Indonesia --

Istilah trust issue alias masalah kepercayaan mendadak ramai di media sosial. Warganet mengaitkannya dengan isu perselingkuhan yang menimpa pesohor Reza Arap dan Adam Levine.

Sebenarnya, apa itu trust issue?

Kepercayaan ialah bagian krusial dalam hubungan. Seperti dikutip dari Very Well Mind, saat hubungan dibangun dengan kepercayaan, Anda dapat menjadi diri sendiri, merasa aman, dan konsentrasi pada hal-hal lain yang lebih positif. Anda juga tak perlu takut menunjukkan sisi paling rapuh.

Orang yang mengalami masalah pengkhianatan, seperti perselingkuhan, dapat mempunyai trust issue. Kondisi ini terjadi saat Anda merasa tak kondusif dalam hubungan yang dijalani, bagus saat ini maupun yang akan datang.

Akibatnya, hubungan selalu dibayangi rasa curiga dan skeptis akan apa yang dilakukan pasangan.

Celakanya, sering kali trust issue hadir tanpa disadari. Banyak orang merasa baik-baik saja, namun sebenarnya tidak.

Jika dibiarkan, trust issue dapat memicu masalah yang lebih rumit.

Untuk itu, Anda perlu tahu beberapa tanda trust issue. Siapa tahu rupanya Anda pun mengalaminya.

1. Kerap berasumsi negatif

Trust issue membikin seseorang kerap berpikir negatif terhadap orang-orang di sekitar.

Misalnya, Anda akan bertanya-tanya apa yang diharapkan seseorang saat mereka datang memberikan bantuan.

2. Mengecek ponsel si dia

ilustrasi selingkuhIlustrasi. Sering mengecek ponsel si dia, salah satu tanda trust issue. (iStockphoto)

Pernah merasa curiga dengan siapa saja si dia menjalin komunikasi? Mengecek ponsel mungkin jadi agenda wajib sehari-hari. Kebiasaan ini pun dapat lanjut dilakukan meski sudah mempunyai hubungan baru.

Seperti dikutip dari Elite Daily, privasi itu krusial dalam setiap hubungan. Anda tak perlu tiba mengecek ponsel si dia terus-menerus.

Jika memang rasa curiga tak tertahankan, maka Anda dapat meminta izin untuk mengakses ponselnya.

3. Menganggap orang lain sebagai ancaman

Masalah kepercayaan akan memicu munculnya kecenderungan untuk memantau gerak-gerik pasangan. Anda menganggap orang di luar hubungan sebagai ancaman, padahal sebelumnya tidak.

Misalnya saja, Anda merasa tak nyaman saat si dia menyukai beberapa foto kawan musuh jenisnya. Atau, saat Anda merasa resah ketika si dia berjumpa dengan teman-temannya.

4. Sulit memaafkan

Setiap hubungan tak akan lepas dari konflik. Tapi Anda tak perlu khawatir, setiap konflik niscaya dapat diselesaikan saat salah satu atau kedua belah pihak mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Hanya saja, hal ini susah terjadi kalau sudah ada trust issue. Anda cenderung susah memaafkan, bukan hanya pada pasangan, tapi juga orang-orang sekitar.

5. Menjaga jarak

Dalam banyak kasus, trust issue membikin orang membangun 'tembok' antara dirinya dan orang lain.

Di permukaan, rekan kerja seolah tetap melangkah baik-baik saja, tetapi sebenarnya tak ada kedekatan atau komunikasi yang selayaknya. Rasa takut akan pengkhianatan dan kekecewaan membikin orang menarik diri agar tak terlibat dalam rekan kerja lebih jauh.

6. Terus-menerus menguji cinta pasangan

Cinta dan kepercayaan memang perlu bukti nyata, bukan sekadar kata.

Hal di atas benar adanya. Namun, kalau terus-menerus menguji rasa cinta pasangan demi menjawab kecemasan, maka lama-kelamaan hubungan dapat hancur.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]