Profil instastories

Penghuni Rumah Baru

  Namaku Difa. ceritaku bermula pada saat mama dan papa pindah rumah. Pada saat itu aku biasa saja, malahan aku senang tinggal di rumah baru yang lumayan besar dan memiliki lantai dua. Di perumahan itu juga tetangga jarang terlihat, mungkin karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dua Minggu setelah aku tinggal di rumah itu, mama dan papa keluar kota dalam urusan bisnis. Aku yang sudah kelas tiga SMA memilih tinggal di rumah sendiri karena selain sibuk les private aku juga tidak ingin ketinggalan pelajaran.

 

Pada malam pertama selesai sholat isya, aku memilih berdiam diri di kamar membaca novel dan menyetel musik di laptop. Semua lampu di rumah aku nyalakan, Karena aku takut gelap. Menjelang jam  dua belas malam aku mendengar suara seperti ada seseorang yang memukul tembok bagian depan kamarku. Aku ingin keluar, namun aku takut. Aku memilih tidak menghiraukan hal tersebut.

 

Selang beberapa lama, aku mendengar suara air yang mengalir dari kamar mandi yang ada di samping kamarku. Pikiranku sudah berkelana jauh, menyesal tidak memanggil sepupuku untuk tinggal bersama. Menjelang jam satu pagi aku mendengar banyak suara diluar kamarku, bahkan ada suara dengan nada lembut memanggil namaku. Aku ingin menelpon mama dan papa aku baru ingat ponselku kehabisan daya sedangkan charger tertinggal di ruang tamu dan Wi-Fi belum terpasang di rumah.

 

Suara percakapan seseorang diluar kamar semakin terdengar jelas. Pintu kamarku di gendor-gendor, karena tidak tahan aku memberanikan diri untuk keluar kamar melihat apa yang terjadi. Pada saat pintu kamarku terbuka, semua yang aku dengar tadi menghilang seketika. Hawa dingin sangat kuat saat aku sampai di ruang tengah yang dimana televisi sedang menyala. Aku matikan televisi itu segera mungkin. Pada saat aku ingin kembali ke kamar pandanganku tertuju bada tangga penghubung lantai dua. Di sana terdapat seorang wanita dan anak perempuan berbaju putih dan rambut yang sangat panjang berjalan perlahan-lahan ke lantai atas. Aku yang sedang penasaran mengendap-ngendap mengikuti Mereka tanpa aku sadari. Saat aku mencapai pertengahan tangga, aku tertegun. Mengapa aku ada disini? Belum sempat aku berpikir dengan baik perempuan yang tadinya aku ikuti muncul tiba-tiba di hadapanku. Aku tidak bisa bergerak se inci pun, mulutku keluh aku tidak tau pasti bagaimana bisa aku jatuh dari tangga pagi itu. Yang aku ingat tatapan melotot nya dan jari  kukunya yang panjang itu membuatku ketakutan setengah mati.

 

Sepupuku mengatakan dia menemukanku dengan keadaan terletak bersimbah darah di bawah tangga, pada saat dia datang menjemput ku untuk pergi ke sekolah. Beruntung pada saat sebelum papa dan mama keluar kota dia menitipkan kunci cadangan pada sepupuku. Sehingga aku tidak mengalami cedera yang sangat serius.

 

Hingga saat ini aku tidak mau lagi ditinggal sendirian di rumah. Atau tidur pada saat lampu dimatikan. Aku sedikit mengalami trauma akibat kejadian itu. Sampai sekarang aku selalu waspada saat siang maupun malam tinggal di rumah.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani