Profil instastories

Pelvelea

Apa yang akan kau lakukan jika bisa menghentikan waktu? Merampas uang dari kantong semua orang yang kau jumpai? Membuka buku catatan saat ujian? Atau kabur dari pekerjaan dan tidur untuk melepas lelah?

Pernahkah muncul dipikiranmu untuk menghentikan jarum jam dan menyelamatkan seseorang dari kematian? Tanpa berfikir pun aku akan melakukannya, karena itulah tujuanku diciptakan. Diriku bukan berasal dari khayangan. Lahirku bahkan jauh dari menara BigBen didirikan.

Mungkin kau heran dan ber angan kerabatku adalah masa dan waktu. Namun jangan sebut aku sebagai dongeng sebelum tidur.

Aku sama seperti remaja yang mendengarkan musik di setiap perjalanan menuju ke sekolah. 

Tin! Tin!

Mataku terbuka. Musik dari ponselku berhenti bersuara. Terlihat disampingku duduk pekerja kantoran dengan dasi merah membuka mulutnya tengah menguap. Di balik kaca bus yang ku naiki ini ada seorang ibu menggandeng putrinya dengan permen lollipop yang hampir terjatuh dari tangannya.
Ku beranjak keluar dari bus yang terhenti ini. melihat sekeliling dan menemukan seekor burung terdiam di udara seperti tergambar dalam jepretan foto. Langkah kaki ini membawaku ke depan badan bus. Ada siswi berseragam sama sepertiku tengah menutup kedua telinganya seraya menutup mata. Ku rangkul bahunya dan membawanya ke trotoar. Kulirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku.

“ah, aku lupa lagi.” Segera ku kembali ke bus menyadari jam tangan ini berhenti berdetak.
Sesaat sebelum naik, ku berbalik. Memandang anak kecil dengan ibunya tadi. Hatiku berkata untuk mendekatinya. kini ku berdiri di hadapannya seraya tanganku membenarkan permen lollipop di pegangan tangan mungil itu.

Tak menunda lagi, ku bergegas menuju bus dan duduk di bangku semula. Dengan aerphone yang masih setia menempel di dua telinga ini, ku kembali memejamkan mata.

“Aaah!” semua seisi bus berteriak menyadari bus berhenti tiba tiba.

“ada apa? Apa yang terjadi?” salah satu dari mereka bertanya pada supir yang tengah menampilkan raut muka bingungnya meyadari tak ada siapa siapa di depan badan bus nya seperti yang ia lihat tadi.
Yang kulakukan hanya terdiam. Mendengarkan musik dari ponselku yang kembali terputar.

***

Tok! Tok! Tok!

Mendengar ketukan pintu kelas, siswa yang tengah menggerombol membentuk lingkaran gosip itu langsung kembali ke bangkunya masing masing. Terdengar lirih masih ada bisik bisik mereka asyik membahas berita hangat siang tadi.

“ujian sudah dekat. Fokus pada belajar kalian! Tidak usah membicarakan orang lain, pikirkan diri kalian sendiri!” geram Pak Santo, guru matematika yang tengah menuliskan beberapa rumus trigonometri di papan tulis.
Diriku masih sama dalam posisi tidur ber bantalkan lipatan kedua tangan ini memandang kaca dengan langit mendung seraya berusaha melupakan kejadian siang tadi yang menjadi perbincangan se antero sekolah.

Entah kesekian kalinya kafna ku berkata menyesalkan waktu malas itu. Namira, teman ku yang hendak menabrakan dirinya ke bus tadi pagi, kini berhuni di sel kantor polisi. Andai ku biarkan saja, pasti dia tak seputus asa itu.

Kring! Kring!

“akhirnya pulang” ucap syukur Weni, teman sebangku ku. “velea, aku duluan ya” pamitnya padaku hanya ku balas dengan anggukan singkat.

Rooftop.

Itulah tempat tujuan ku sore ini. satu per satu anak tangga ku naiki, terngiang di kepalaku berita yang tak kalah hangat dari pencurian namira. Duka seorang ibu yang anaknya meninggal karena tersedak permen, dan aku tahu benar siapa anak malang itu.
Angin semilir sore menyambutku. Sepi disini, dan aku menyukainya. Ku langkahkan kaki menepi. Berharap di hari kematianku nanti waktu tak berhenti, karena ku tahu penyesalan itu akan datang. Lebih baik tak menerus memanjakan waktu malas.

Mataku terpejam. Setelahnya serasa ada yang mendorongku kedepan. Angin kencang menerpa tubuhku. Dingin keringat seakan memaksa keluar. Detak jantung pun berpacu. Terkejut ku buka mata, dan setelahnya, gelap.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani