Profil instastories

Pamit Setelah Mati

#Pamit_Setelah_Mati

=================

Oleh: Jelaga Lara (Ra....)

 

Nafasku tersengal

Dan kusadari ajal segera menjemput.

Kulihat semua keluargaku di hadapanku

Tapi aku tak temukan Dia

 

"Maa... maafin aku

Semuanya maafkan aku

Ikhlaskan aku...

Aku pamit duluan ya...

Assalamu'alaikum...

Laa illa ha ilallah Muhammadar Rosulullah."

 

Seketika semua jadi gelap, serasa berpindah ke ruang hampa nan gelap gulita tak ada cahaya tak ada siapa pun. Kemudian terlihat ada dua titik cahaya turun dari atas mendekatiku, aku terdiam terpaku dan hanya menunggu kedatangan keduanya.

Kulihat mereka terlihat sangat tampan dan bersayap putih bersih bercahaya, membawa buku masing-masingnya di tangan.

Kemudian mereka berucap salam padaku.

Setelah Aku jawab salamnya kemudian mereka mengapitku kanan kiri dan segera membawaku terbang entah ke mana.

 

Maaf apakah saya benar sudah meninggal dan saya akan di bawa ke mana. 

 

Mereka tak menjawab hanya senyum dan tetap membawaku pergi.

 

"Wahai kedua Malaikat Allah apakah mungkin aku masih di beri satu kesempatan untuk menemui seseorang di dunia, ada yang belum kuselesaikan dengannya" 

 

Mereka lalu berpandangan lalu tersenyum padaku dan mengangguk, lalu menunjukkan 1 jarinya. Seketika aku berada di sebuah tempat dan kutanyai orang-orang yang kutemui. Aneh! mereka semua sombong tak ada satu pun yang mau menjawabku. 

 

Lalu kulihat ada seorang laki-laki yang sepertinya kukenali, dia dulu sempat jadi rekan kerjaku, tapi sepertinya dia sedang sangat sibuk membawa dan mengantarkan barang-barang ke tiap alamat tujuan pengiriman. 

 

Aku mendekatinya lalu kupanggil namanya.

dan Ia pun menoleh "eh iya, kenapa, ada apaan" katanya. 

"Lu masih inget gue kan? Yang dulu pernah satu kerjaan." Tanyaku cemas karena sikapnya yang cuek dan dingin

 

"Iya gue inget, kenapa emang?" Tanyanya lagi sambil membereskan barang-barang di motornya.

 

"Gue mau minta tolong, hanya Elu yang bisa nolongin Gue sekarang" Ucapku memohon.

 

"Tolong apaan, Gue lagi sibuk, masih banyak kiriman belum kelar." Jawabnya ketus tanpa senyum.

 

"Please tolong Gue, Bantu Gue temui seseorang, waktu Gue terbatas." Ucapku menjelaskan.

 

"Gak bisa, Gue enggak ada waktu, banyak kerjaan " Jawabnya lagi.

 

"Tolongin Gue Yon...pleaseee..., Gue udah mati dan Gue cuma punya waktu sebentar untuk selesaikan masalahku." Ucapku lagi menjelaskan.

 

" mabok lu ya..." Sahutnya sedikit membentak

 

"Beneran Yon, nih klo lu gak percaya" Lalu kujulurkan tanganku pada sebuah tembok bangunan pos parkir tempatnya memarkirkan motornya. Tanganku menembus tembok itu.

 

 "Dan lihatlah orang-orang yang lewat dan melihatmu, yang mereka lihat lu ngomong sendiri" Yono terperanjat jatuh terduduk.

 

"Ja ja jadi lu setan, lu beneran dah mati?" Tanyanya ter bata

 

"Iya Gue dah mati, tapi Gue bukan setan, Gue cuma mau minta tolong lu bantuin Gue cari alamat cewek ini dan pertemukan Gue sama cewek ini," Sambil kukeluarkan foto cewek dari kantong celanaku.

 

Yono masih belum percaya dan masih mengucek-ngucek matanya....meyakinkannya dengan apa yang dilihatnya.

 

 

"Jadi lu mau bantuin gue kan yon?" Tanyaku lagi

 

"Oke oke gue bantu, tapi gimana caranya, gue kenal juga enggak, tahu alamatnya juga enggak." Jawabnya melegakanku

 

"Masalah alamat itu udah ada di tumpukan barang yang bungkusnya warna merah marun, nanti lu kesana untuk nganterin barang itu dan lu minta harus orangnya sendiri yang menerimanya, agar gue bisa menemuinya" Ucapku menjelaskan pada Yono yang bekerja sebagai kurir pengiriman barang.

 

Yono pun mengangguk angguk tanda mengerti yang kujelaskan padanya.

 

"Terus nanti lu gimana kesananya, motor gw kan bawa barang gak bisa boncengin lu." Tanyanya polos

 

"Gak usah khawatir bro, kan gue dah mati, gue tar ikut lu jalan ke sana, lu sampe gue juga sampe. Jalan sekarang ya...waktu gue dah mau habis bentar lagi gue ilang " Jawabku padanya 

 

Ia pun bergegas segera menyalakan motornya dan melajukan motornya ke arah rumah Sukma. 

 

Setibanya di depan rumah sukma setelah 15 menit perjalanan, Yono memencet bel seraya teriak "pakeeeet!"

Tak lama ada anak laki-laki yang sudah remaja keluar dari dalam rumah dan bertanya pada Yono.

 

"Paket untuk siapa pak?" Tanya anak laki-laki itu

 

"Untuk mbak Sukma mas, tapi harus mbak Sukma sendiri yang terima di note-nya." Jawab Yono.

 

"Oh gitu, bentar ya pak saya panggilin dulu...miii umiii...ada paket mi, katanya harus umi sendiri yang terima." Anak lelaki itu menjawab Yono lalu berlalu melangkah ke dalam sambil teriak panggil Sukma.

 

Oh iya anak itu sebenarnya keponakannya tapi sudah terbiasa memanggil sukma dengan sebutan ummi.

 

Tak lama sukma pun keluar dengan pakaian lengkap serba hitam dan membuka gerbang rumahnya sedikit untuk dia keluar menghampiri kurir Yono.

 

"Ya pak...buat saya? Dari siapa ya? Saya enggak merasa pesan apa-apa kok." Tanya sukma seraya memberi pernyataan bahwa dia tak memesan pembelian On-Line atau sejenisnya.

 

"Iya mbak ini dari teman saya mbak dan orangnya ada di balik pohon itu, dia minta mba menemuinya untuk terakhir kalinya." Jawab Yono menjelaskan

 

"Enggak bisa pak, saya enggak bisa bertemu lelaki lain yang bukan muhrim atau mahram saya pak. emang siapa teman bapak itu dan ini apa yang ia kirimkan" Jawab Sukma pada Yono.

 

"Isinya ini saya enggak tahu mbak, saya cuma bantu teman saya untuk terakhir kalinya

Nama teman saya a...a...a...arif mbak"

Jawab Yono menjelaskan dan ter-bata sambil terisak saat menyebut namaku.

 

"Arif!?! Arif siapa pak, kenapa bapak menangis, dia kenapa, dia dimana......" Jawab Sukma seraya langsung panik, matanya menyapu segala arah mencari keberadaanku.

 

"Mbak ke balik pohon mangga itu dia ada di sana....menunggu mbak untuk bertemu terakhir kalinya" ucap Yono sambil menunjuk sebuah pohon mangga samping taman dekat rumah sukma.

 

Tanpa ada kata lagi dari Sukma dan Ia pun lalu lari berhambur ke arahku, dia seolah tak peduli lagi ada kendaraan atau tidak yang melintas, kulihat matanya sudah berkaca kaca seolah ia sudah tahu apa yang terjadi padaku.

 

"Mas kamu dimana....? Panggil Sukma

 

" aku disini Ay'...." menampakkan diriku pada sukma

 

"Mas kemana aja, Mas sehat kan, Mas baik-baik saja kan, Ay’ kangen masss"  Ucapnya dalam tangis sambil berusaha memelukku.

 

Alangkah terkejutnya Sukma yang tak bisa menyentuh dan memelukku.

 

"Kok gak bisa....mas....mas kenapa...kenapa Ay’ gak bisa memelukmu" Tangis Sukma semakin menjadi sambil tertelungkup di bangku bambu di bawah pohon mangga itu.

 

"Tenangkan dirimu dulu Ay’ hapus air matamu dan tersenyumlah....berikan senyuman termanismu untukku terakhir kalinya." Ucapku menenangkannya

 

"Ini apa-apaan mas....mas kenapa...." Semakin menjadi tangis Sukma.

 

Dan untuk permintaan terakhirku berdoa dalam hati untuk di beri kesempatan memeluknya terakhir kalinya. Kupejamkan mataku dan kutarik nafasku dalam-dalam, Lalu aku peluk Sukma yang tangisnya semakin tersedu.

 

"Ay'....maafin mas ya, mas sayaaang banget sama kamu, tapi kita tahu takdir tak berpihak pada kita untuk bersatu, kamu jaga diri baik baik ya, dan berbahagialah sepeninggalku."

 

Pelukan Sukma semakin erat seolah tak ingin melepaskan lagi.

 

"Ay' berbahagialah dengan hidup barumu, dengan suamimu. Tentang kita cukup di kenang saja. Maafkan aku yang tak bisa tepati janji untuk menunggumu menyatu di dunia, tapi mas tunggu di sana"

Sambil kubelai hijabnya sembari membetulkan yang akan miring.

 

"Tidak mas....mas gak boleh pergi, gak boleh tinggalin aku sendiri disini....siapa yang akan menjagaku nanti selain mas"

"Mas lagi becanda kan lagi pamer ilmu sulap”

“Iya kan mas?"

Ucap Sukma yang terus-terusan di-iringi isak tangis .

 

"Ay'...maafin mas....mas harus segera pergi, waktu mas sudah habis....mas sudah tak ada di dunia ini lagi, maafin mas ya sayaaang"

Ucapku padanya sambil masih terus berpelukan. Namun perlahan tubuhku yang Sukma peluk erat berubah menjadi debu cahaya kembali ke langit.

 

" Maafin mas Ay'....mas duluan....mas tunggu di syurga"

“Selamat tinggal Sukma sayang”

“Assalamu’alaikum  ”

 

Sukma pun pingsan.

 

~ End ~

 

***

 

Dari cerita "Pamit Setelah Mati" mungkin ada kebingungan dari tokoh di dalamnya. Siapa Arif dan Sukma, Sukma punya suami, Sukma memeluk Arif, tapi suami Sukma bukan Arif.

 

Jadi begini ceritanya Arif dan Sukma adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, tapi mereka terpisah, karena Sukma di jodohkan sama kakaknya untuk menikah dengan lelaki lain, teman dari kakaknya.

 

Sukma tinggal dengan kakaknya dan Sukma juga merasa punya hutang budi sama kakaknya, makanya tak bisa menolak ketika kakaknya menjodohkannya. Sebenarnya sudah berusaha menolak dengan halus dengan mempersilahkan lelaki teman kakaknya itu untuk mencari wanita lain yang jauh lebih baik darinya.

 

Tentang hubungannya dengan Arif, Sukma pun serius dan sudah pernah sampaikan pada kakaknya, tapi kakaknya tak merestui dengan beberapa alasan yang hanya mereka yang tahu.

 

Sukma sudah pernah minta waktu 2 tahun untuk menyelesaikan dan membuktikan agar restu pun di dapat. Tapi justru berakibat kakaknya menyegerakan Sukma untuk di nikahkan dengan temannya.

 

Dunia serasa kiamat dan hancur bagi Arif. Ia pun semakin terpuruk, begitu pula dengan Sukma, namun masing-masing sembunyikan luka.

Sampai pada akhirnya Arif yang punya riwayat sakit ginjal jatuh sakit dan sampai di rawat di rumah sakit.

 

Komunikasi mereka terputus sama sekali selama beberapa bulan setelah Sukma menikah, Sukma pun sakit-sakitan terus dari sebelum sampai sesudah menikah.

 

Hingga tiba waktunya bertepatan dengan hari Jumat 17 April 2020 Arif hembuskan nafas terakhirnya.

Pergi untuk selama-lamanya dengan membawa serta cinta sejatinya.

 

Begitu kisah di baliknya.🙏

 

*Kisah ini fiktif terinspirasi dari mimpi mati di malam Jumat. Mohon maaf jika ada kesamaan nama ataupun perkataan yang menyinggung dak kurang berkenan.🙏

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani