Profil instastories

Novel : Kangga. Bab 2

Hari ini akan menjadi hari yang bersejarah dalam hidup Raka. Ada sesuatu yang sudah di tentukan sejak beberapa bulan yang lalu. Keputusan yang berat namun sudah dipikirkan matang-matang. Hari ini akan menjadi hari terakhir Raka di lintasan sirkuit. Cuaca begitu cerah, bertolak belakang dengan diri Raka yang sedikit murung. Kalaupun ada senyum di wajahnya, itu semua hasil rekayasa dirinya agar terlihat kuat. Dalam hidup seorang pembalap akan ada tiga hari yang sangat menguras emosi. Yang pertama hari ketika dia memulai debut balapannya. Yang kedua hari ketika dia memenangkan balapan pertamanya dan yang ke tiga hari ketika dia memutuskan untuk berhenti membalap. Raka sudah merasa siap. Sebelum meninggalkan kamarnya, dia memerhatikan beberapa piala yang sudah dia raih selama sepuluh tahun menjadi pembalap. Piala yang mungkin tidak akan terjejer di lemari jika dulu dia tidak meminta kepada ayahnya untuk masuk akademi balap. Kini semua impian Raka sudah tercapai. Banyak kemenangan dan podium yang dia raih selama ini. Semangatnya yang kuat dan ambisinya yang sangat besar bisa menjadi contoh bagi anak-anak yang ingin menjadi pembalap. Alasan Raka memutuskan untuk pensiun karena dia merasa mimpi masa kecilnya sudah tercapai. Di usianya yang sekarang, dia akan lebih fokus pada hal yang belum pernah dia capai selama menjadi pembalap. Raka seolah memberi jalan bagi pembalap-pembalap muda untuk unjuk gigi. Indonesia membutuhkan mereka, para pembalap muda. “Kamu siap?” tanya ayah raka sebelum berangkat ke sirkuit. “Siap, Yah.” Raka di temani ayah dan mamanya berangkat ke Sirkuit dengan perasaan yang sedikit berbeda dari biasanya. Hari ini bukan saja hari terakhir Raka mengaspal di Sirkuit, akan tetapi hari ini akan menjadi hari penentuan siapa yang akan meraih gelar bertajuk Indospeed Race Series (IRS). “Arkan benar-benar tidak mau ikut, Ma?” tanya Raka sedikit kecewa dengan keputusan Arkan yang tidak mau ikut menonton balapan terakhir kakaknya. “Sudah jangan paksa adikmu.” “Tapi ini terakhir kalinya, Ma.” “Kamu fokus sama balapan terakhir kamu saja, bawa kemenangan untuk Mama.” Kali ini Arkan tidak bersuara. Benar kata mama, sebaiknya dia fokus dengan balapan kali ini karena akan lebih menyenangkan jika dia memenangkan balapan terakhirnya. Raka tidak akan menyia-nyiakan dukungan kedua orang tuanya selama ini. Mereka tiba di Sirkuit satu jam sebelum balapan di mulai. Ayah dan mamanya memilih duduk di bangku penonton untuk menyaksikan langsung anaknya berjuang demi kemenangan terakhir. Semua orang di dalam paddock menatap Raka dalam-dalam. Mereka masih belum percaya pembalap yang mereka naungi selama 8 tahun kini akan mengaspal untuk terakhir kalinya. Mereka tidak membicarakan hal itu kali ini karena takut mengganggu konsentrasi Raka. Balapan akan di mulai 10 menit lagi, semua tim bersiap untuk menyambut juara kejuaraan IRS kali ini. Raka memasuki lintasan dengan perasaan yang aneh, ada semangat untuk menjalani balapan terakhir, merasa bahagia karena sudah memiliki pengalaman sejauh ini, dan bersedih karena akan berpisah dengan dunia balap. Cuaca sangat cerah, sangat mendukung jalannya balapan hari ini. Balapan di mulai, selepas start Raka langsung tercecer di posisi lima. Dengan kerja keras dia terus menempel pembalap di depannya agar tidak terlalu berjarak. Memasuki lintasan lurus, Raka melakukan slipstream yaitu mencuri angin dari pembalap di depannya. Di akhir lintasan lurus, Raka berhasil menyalip pembalap di depannya ketika hendak memasuki tikungan untuk merebut posisi ke empat. Kini tinggal tiga pembalap lagi yang harus dilewati untuk menikmati podium tertinggi. Ritme balap Raka sangat konstan. Dia sangat menikmati jalannya balapan. Raka bertekad untuk membawa pulang kemenangan untuk mama. Raka melibas tikungan dengan cepat, seolah menari-nari di atas motor dengan cekatan. Di sisi chicane, Raka menyalip pembalap dengan cerdik. Membuntuti dari lintasan lurus lalu melibas lawan ketika akan memasuki chicane. Keunggulan Raka di tikungan membantunya stabil ketika melibas tikungan berbentuk huruf S itu. Kini Raka berada di urutan ketiga. Balapan tinggal tiga putaran memaksa Raka untuk berjuang lebih keras lagi. Kesempatan menyalip ada di tikungan ke lima, tipe tikungan fast corner memang sangat di sukai oleh Raka, dengan mudah Raka menaklukan pembalap di depannya. Balapan menyisakan satu putaran. Raka semakin dekat dengan pembalap di posisi pertama. Raka mencoba segala cara untuk menyalip, berpikir keras menentukan strategi untuk menyerang di tikungan terakhir. Di lintasan lurus dan chicane dia gagal namun di tikungan terakhir strategi Raka sepertinya akan berjalan sesuai dugaan. Pembalap di depannya sedikit melebar, Raka memaksa motor untuk memasuki celah di depannya. Raka masih berada di racing line, dia melaju di sisi apex dan berhasil melewati pembalap di depannya. Raka berhasil memenangi balapan terakhirnya, dia akan tersenyum lebar di atas podium kali ini. Benar saja, setelah melakukan selebrasi dengan melakukan whelie memutari sirkuit, Raka tersenyum lebar di atas podium. Semua orang bertepuk tangan atas pencapaian Raka selama ini. Semua tim balap Raka bahagia bercampur sedih karena kehilangan pembalap hebatnya. Setelah kembali ke paddock semua orang merayakan kemenangan hari ini. Ayah dan mama Raka ikut hadir ke dalam paddock. Mereka tersenyum melihat anaknya berhasil memenangi kejuaraan IRS tahun ini. “Mama punya hadiah buat kamu.” “Hadiah apa, Ma?” tanya Raka penasaran. Mama Raka keluar dari ruangan itu sebentar dan kembali dengan menggandeng tangan Arkan. Raka tidak percaya, adiknya yang sangat benci balapan kini menyusulnya ke Sirkuit. Raka menghampiri Arkan, “Terima Kasih.” Arkan yang berkalung kamera hanya tersenyum melihat kakaknya terharu. “Sekarang aku akan memotret kalian semua,” tukas Arkan kepada keluarganya. Raka berpose memamerkan pialanya. Mereka semua bahagia dan bisa kembali ke rumah dengan wajah ceria. Kedatangan Arkan berhasil menambah kebahagiaan pada diri Raka Alfian.   

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani