Profil instastories

Nggak Ada Reunian Mantan Setelah Alumni

Aku reni bersekolah di SMA N 3 di kotaku, aku kelas XII A IPS Semester 2, kelasku berada dilantai 2, aku tipe manusia yang mudah jatuh cinta. Iya jatuh cinta, bukan di cintai jadi bisa dibilang sering bertepuk sebelah tangan.

***

"riko ganteng lo"ujar gea duduk disampingku.
"gantengan juga gino"seka ku
"mau sampai kapan lo stalker dia, gimana lo yang nembak"celetus gea
"kamu gila, gengsi kali"ucapku geleng-geleng.
"ini 2019 gak perlu gensi"sambungnya dengan santai.

Gea teman sebangkuku sejak kelas X, dia sangat tau tentang diriku, bahkan dia tau seseorang yang aku sukai, dia juga tau aku seorang stalker.

Aku seorang stalker, pria yang aku cintai adalah gino, aku menyukainya sejak pandangan pertama semasa Mos, waktu itu dia memberikan tisu padaku karena tak sengaja menumpahkan air kebajuku, salah aku juga sih yang gak lihat-lihat lagi saat jalan, dengan baik hati dia meminta maaf sembari mengulurkan tisu. ketika mengingat itu kembali, bibirku tak hentinya mengukir senyuman yang lebar.

Aku selalu lihat update terbaru gino di IG Facebook atau Twitter nya, aku ikuti semua akun medianya terkecuali whatsapp itu pribadi nya dia, aku gak punya nomornya. ketika ada jam kosong aku selalu melihat gino dikelas sebelah melalui jendela, terkadang jika pelajaran membosankan aku pura-pura ke wc padahal mau nambah vitamin dengan cara lihat wajah gino.

Kringgg.... !!!

"eh lu kesambet ya"
"apaan sih ganggu aja"tungkasku
"kantin yok"ajak gea

Aku dan gea berjalan menuju kantin, tinggal satu lagi anak tangga akan kami lewati, seseorang memanggil namaku dari atas sembari teriak.

"reniiiiiiii"

Suara ini sungguh tak asing ditelinga, mendengar suaranya berdegup jantungku, apalagi menyebut namaku, aku dan gea menghadap keatas sembari melongo.

"I LOVE YOU my Stalker"

Kurasa waktu terhenti, ya tuhan bisa tidak diulang, aku pengen merekam moment ini atau aku salah dengar, dia tau kalau aku stalker.

"ren itu gino"bisik gea
"renii gimana?"tanyanya kembali

Ini beneran gak ya, aku rasanya mau gila, ini bukan mimpi.

"aku mauuuuuuuu"teriaku mungkin mengalahi toak sekolah.

Sejak itu hari sabtu tanggal 01 April aku dan gio resmi jadian, mungkin ini hadiah sebelum UN.

"beb kamu pulang sama aku ya"ucapnya kami di parkiran.
"ha kok beb ini tempat umum"ujarku melirik kanan kiri
"nggak masalah kamukan pacar aku"

Gino menarik lenganku untuk mendekat, lalu dia mengenakkan aku helm, ya tuhan dia romantis sekali, coba aja dari dulu kayak gini, sakit gimanapun juga aku tetap sekolah.

Diperjalanan gino melajukan motornya dengan pelan, dia menyuruhku untuk pegangan, akupun memegang pinggangnya, masih dengan suasana yang canggung.

"aku tau kamu stalker aku, bahkan dari awal aku udah tau"
"ha"aku bingung
"waktu kelas 10, gea menarik tanganmu, dia memaksa kamu untuk jujur pada aku, tapi kamu malu dan lari, aku ingat saat itu kalian di taman, aku sedang baring dikursi taman, kalian gak sadar ada aku"
"tapi kenapa..."
"kenapa baru sekarang aku mengungkapkan nya, aku juga gak tau kenapa, yang jelas aku sangat senang sekarang"

***

Hari berlalu, UN insyaa allah lancar, tapi aku merasa aneh aku tau gino sibuk belajar, tapi setelah UN dia juga menghilang, kami sudah tidak datang kesekolah jadi aku tidak bertemu dengannya, saat melihat IG dia upload foto bersama mantannya caption "rindu kapan ngumpul bareng lagi", hatiku sakit, Hari perpisahan, gino menghampiriku.

"beb"
"ngapain"jawabku singkat
"kok gitu"
"kamu kenapa?"tanyaku jutek
"nanti cantiknya hilang"
"kamu rindu mantankan pengen ngumpul barengkan, gak pernah hubungi aku"
"aku gak cinta sama dia, pacar aku itu kamu, aku udah hapus upload nya, itu ulah temanku reza"
"iya gak cinta, aku gak percaya, itu pasti kamu, jujur saja kamu sering ketemukan sama mantan kamu, ingat ya Gak ada reunian mantan setelah alumni, aku mau hubungan kita berpisah juga, aku menyesal, mencintai orang gak bisa move on, kita gak akan reunian setelah alumni"

Aku langsung pergi, pesta berjalan lancar, tapi hatiku remuk, aku tidak tau dengan gino bagaimana dengan dia, aku tidak melihat dia.

Ketika hendak pulang parkiran itu, aku merindukan saat iya memanggilku beb, dan mengenakkan helm kekepalaku.

Selesai

Karya Nurul Amalia.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani