Nakes Honorer Gelar Aksi di Patung Kuda, Minta Diangkat Jadi ASN

Trending 1 week ago 6
ARTICLE AD BOX

Mereka mendesak Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (PP) spesifik yang mengatur honorer nakes dan nonnakes dapat diangkat menjadi ASN. Ribuan tenaga kesehatan (nakes) honorer bakal menggelar aktivitas tenteram menuntut pengangkatan sebagai ASN. Ilustrasi (Instastori.com)

Jakarta, Instastori Indonesia --

Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non-Nakes (FKHN) akan melakukan aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (22/9).

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Presiden (PP) spesifik yang mengatur honorer nakes dan nonnakes bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kepada yang terhormat kepala instansi fasyankes se-Indonesia agar memberikan izin kepada karyawan honorer untuk mengikuti aksi, serta tak mendiskriminasi karyawan honorer setelah aktivitas tenteram tersebut," kata Ketua Umum FKHN Sepri Latifan.

Sepri mengatakan pihaknya akan memulai aktivitas sekeliling pukul 09.00 WIB. Aksi tenteram akan diikuti sekeliling 2.000 tenaga kesehatan honorer maupun nonnakes.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah menjanjikan pemerintah akan mengangkat tenaga kerja honorer di bidang kesehatan sebagai ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Budi menyebut pengangkatan honorer nakes jadi PNS dilatarbelakangi mengkhawatirkannya kondisi di sektor kesehatan yang kekurangan SDM. Sebagai gambaran, kata Budi, tetap ada 586 dari total 10.373 puskesmas yang tak punya dokter.

Selain itu, 5.498 dari 10.373 puskesmas atau 53 persen Puskesmas belum mempunyai sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Ditambah hanya 302 dari 608 atau sekeliling separuh RSUD kelas C dan D saja yang sudah mempunyai tujuh dokter spesialis komplit alias yang memenuhi standar nasional. Sedangkan sisanya tetap kompromi.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) juga telah menetapkan sebanyak 530.028 kebutuhan ASN nasional tahun 2022 level PPPK.

Jumlah itu merupakan total dari penetapan kebutuhan untuk instansi pusat sebanyak 90.690 dan instansi daerah sebanyak 439.338. Kebutuhan daerah terinci sebanyak 319.716 PPPK Guru, 92.014 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 27.608 PPPK Tenaga Teknis.