Profil instastories

Mulai dari 0

Keluarga adalah suatu harta yang sangat berharga. Dimana kamu akan selalu merasa nyaman, aman, dan tentram. 

Namun hal itu akan menjadi sesuatu yang hilang ketika kamu tersulut sebuah cobaan.

Kisah ini berawal dari anak perempuan yang memiliki keluarga lengkap. Lengkap tidak hanya berbapak dan ibu, berkaka dan beradik. Namun lengkap disini adalah berekonomi lebih, bertempat tinggal yang wahh (menurut tetanggnya). 

Ketika gadis tersebut menginjak usia remaja (17th), ia merasa sempurna. Menjadi remaja yang ahli akan matematika, fisika dan matematika. Mengikuti segenap pertandingan karate dan perlombaan lari sprint.

Saat ia dihujani dengan kebahagian datanglah sebuah cobaan yang menguji diri nya. Apa itu??? 

Ibunya telah jatuh sakit dan divonis kanker payudara stadium 3. Kini dia tengah merosot akan kejayaannya. Satu persatu extra kurikuler yang menjadi kebiasaannya telah ditinggalkan untuk bisa merawat ibunya yang sedang sakit. Nilai akademiknya pun akhirnya merosot. 

Setiap kali ibunya kemo, gadis tersebut harus merawat ibunya. Dia harus membantu ibunya mandi dengan air hangat, membuatkan jus jambu, memasakkan sayuran brokoli, membuatkan susu khusus untuk kanker, hingga dia harus membantu membersihkan luka yang berada di payudara ibunya. 

Setahun telah dijalani kemoterapi oleh ibunya, namun hal tersebut tidak menuai hasil. Sehingga ibunya telah dipanggil oleh Allah swt. Isak tangis gadis tersebut tak terhenti hingga 40hari sepeninggal ibunya. Dia merasa sangat menyesal telah disibukkan dengan kejayaan yang telah diraih, sehingga dia terlupa jika ada seorang ibu yang berharap bisa menjadi teman ngobrol dirumah. 

Sepeninggal ibunya dia dalam keadaan kelas 12 SMA yang akan mengikuti Ujian Nasional, adiknya kelas 6 yang sedang mempersiapkan Ujian Nasional juga, kakaknya yang sedang menempuh tugas akhir sarjana (Skripsi), dan Ayahnya tengah mulai diberhentikan dari pekerjaannya untuk memasuki masa pensiun. 

Waktu tersebut memang adalah waktu yang tidak tempat menurutnya. Namun, itu adalah waktu yang tepat menurut Allah. Dimana selain Ujian sekolah ada juga Ujian hidup. Yakinlah skenario Allah ada lah yang yang paling baik alur ceritanya. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jun 27, 2020, 3:05 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jun 25, 2020, 3:02 PM - Lilis Puji Astuti
Jun 25, 2020, 2:09 PM - Erbin Simanjuntak
Jun 24, 2020, 1:54 PM - Lilis Puji Astuti