Profil instastories

Mugunghwa si Cantik Bunga Mural

Mugunghwa si Cantik Bunga Mural

By : Widia Purnamasari

 

Mugunghwa adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga mallow, Malvaceae. Ini asli berasal dari China selatan hingga China tengah dan bagian tenggara, tetapi diperkenalkan secara luas di tempat lain, termasuk sebagian besar benua Asia. Mugunghwa mempunyai nama latin Hibiscus syriacus, diberi nama julukan syriacus dikarenakan bunga-bunga ini tumbuh subur dan dikumpulkan di kebun Syuriah. Nama-nama umum lain dari bunga Mugunghwa adalah mawar Korea yang masyhur di Korea Selatan, mawar Sharon tersebar terutama di Amerika Utara, ketmia Suriah di bagian wilayah negara Suriah, semak althea dan mawar Mallow sebutan di negara Inggris. Bunga ini adalah bunga nasional Korea Selatan yang disebutkan dalam lagu kebangsaan Korea Selatan.

            Habitus dari tanaman Mugunghwa adalah semak sulung yang keras. Tingginya tegak dan berbentuk vas, mencapai 2-4 m (7-13 kaki) tingginya, bunga berbentuk terompet besar dengan benang sari putih berujung kuning yang menonjol. Bunganya lebih banyak berwarna pink, namun ada juga yang berwarna merah muda gelap (hampir ungu), merah muda terang atau putih. Bunga individu berumur pendek, hanya hidup dan mekar dalam sehari. Akan tetapi, banyak tunas yang diproduksi pada pertumbuhan baru. Tipikal semak memberikan mode pembungaan yang produktif selama periode musim panas yang panjang.

            Habitat Mugunghwa tumbuh adalah di campuran pasir, tanah liat, kapur dan lempung yang lembab tetapi berdrainase baik. Tanaman ini sangat toleran terhadap polusi udara, panas, kelembaban, tanah yang buruk dan kekeringan. Spesies ini telah dinaturalisasi dengan sangat baik di banyak daerah pinggiran kota, bahkan mungkin disebut sedikit invasif sehingga sering kali benih tersebut tumbuh di sekitarnya. Benih akan tumbuh di tanah yang tepat dan sesuai misalnya di tanah yang berair, lembab dan tidak pecah-pecah. Spesies bunga ini telah mengalami naturalisasi dengan sangat baik di banyak daerah pinggiran kota, bahkan mungkin disebut sedikit invasif, sehingga sering berbiji.

               Tanaman Mugunghwa memiliki beberapa ciri khas yaitu cabang-cabangnya tipis dan berwarna abu-abu, putih-lentisel, dengan bekas-bekas luka daun dan tunas kecil. Batang dan cabang tidak banyak bercabang kecuali dipangkas, menghasilkan banyak batang lurus dan panjang yang berasal dari sekitar 1,5–4 cm (0,5–1,5 inci) di atas tanah, sehingga memunculkan bentuk vas keseluruhan semak. Daunnya tampak luar biasa di akhir musim, pada bulan Mei. Daun itu biasanya berwarna hijau atau hijau kekuningan, bergantian, bulat telur lebar, berurat telapak tangan dan panjang 7,5 cm atau 3 inci. Daun-daun ini memiliki tiga lobus berbeda dengan margin bergigi kasar.
               Mugunghwa mempunyai bunga lima mahkota bunga (petal) dengan diameter 7,5 cm atau 3 inci dalam warna solid putih, merah, ungu, ungu muda, ungu pudar, biru atau bicolors, dengan tenggorokan berwarna berbeda, tergantung pada kultivar. Memanjang dari pangkal lima mahkota bunga ini adalah putik di tengah, dengan benang sari di sekitarnya. Karakteristik dasar ini memberikan ciri bunga khas Mugunghwa dan banyak variannya. Tanaman bisa mekar terus menerus dari Juli hingga September, biasanya pada malam hari. Lebar 10 cm atau 4 inci, bunga berbentuk tunggal atau ganda, besar-petaled, warnanya sangat mencolok, bunga ini menghiasi tanaman sepanjang musim panas. Dengan kematangan, batang tanaman yang fleksibel menjadi terbebani di bawah beban bunga musim panas yang subur, dan tipikal membungkuk setengah jalan ke tanah.

                Bunga Mugunghwa tidak mempunyai buah. Kebanyakan kultivar modern hampir tidak membuahkan hasil. Buah dari mereka yang memilikinya berwarna hijau atau coklat dengan ornamen kapsul dehiscent 5 katup yang tidak menarik, yang bertahan sepanjang musim dingin pada kultivar yang lebih tua. Mereka akhirnya akan pecah selama musim tidak aktif dan menyebarkan benih mereka yang mudah berkecambah di sekitar pangkal tanaman induk, membentuk koloni seiring waktu.

            Mugunghwa sering menjadi tanaman viral di daerah nasional korea. Beberapa diantaranya menjadi lukisan bunga Mugunghwa mural dan bunga potong sebagai buket bunga pemberian serta menjadi acara bunga adat setempat. Orang Korea menghargai bunga nasional karena menghormati semangat luhur negaranya dan melambangkan banyak keberhasilan serta kesengsaraan yang dialami bangsa ini. Varietas Mugunghwa dikelompokkan berdasarkan warna bunganya. Kelompok bunga Mugunghwa tersebut adalah dansim, baedal dan asadal. Masing-masing dari kelompok bunga Mugunghwa tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1.    Dansim : Bunga putih, merah, ungu, atau biru dengan bagian tengah merah atau ungu pekat.

2.    Baedal : Bunga putih bersih.

3.    Asadal : Bunga putih dengan pusat merah pekat yang memudar menjadi merah muda pucat di tepi kelopak.

Mugunghwa sering dijadikan sebagai simbol dan pelambang bagi bangsa Korea. Bunga ini melambangkan tentang ketekunan, kelembutan dan keteguhan. Mugunghwa dipilih menjadi bunga nasional oleh rakyat Korea pada masa Penjajahan Jepang (1910-1945) dan ditanam secara luas bahkan dijadikan sebagai budidaya sebagai simbol perlawanan untuk menyuarakan kemerdekaan. Bunga Mugunghwa mekar selama 100 hari, dari Juli sampai Oktober, lebih lama dari bunga manapun. Bunga tanaman lain layu dalam sehari, tetapi Mugunghwa segar berhari-hari. Lagu Aegukga yang dikomposisikan tahun 1907, salah satu syairnya berbunyi mugunghwa samcheolli hwaryeo gangsan atau pesona 3000-li seluruh negeri yang diselimuti mugunghwa

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.