Profil instastories

Saya bukan siapa siapa. Saya hanyalah orang yang ingin membagi cerita dan kisah inspirasi kepada semua orang. Ingin semua yang membaca ceritaku senang dan bahagia.

Menulis Itu (Tidak) Mudah, Kata Siapa

Menulis Itu (Tidak) Mudah, Kata Siapa

 

            Ketemu lagi dech dalam segmen berikutnya, “ Menulis Itu (Tidak) Mudah, Kata Siapa ”. Namun, pembahasan artikel tidak lagi melulu menceritakan Menulis Itu Mudah, Kata Siapa melainkan tema bertitik pada “ Menulis Itu Tidak Mudah, Kata Siapa “. Jujur saja, Menulis memang mudah tapi tidak selamanya mudah, ada kalanya menulis itu begitu sulit. Kalau hanya menyalin materi papan tulis yang diajarkan guru di sekolah, memang tidak sulit.

Pelajaran dasar yang dimulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) saat berhadapan dengan guru di kelas adalah menulis ulang materi mata pelajaran. Tujuannya supaya para siswa dapat mengulang dan belajar di rumah. Para mahasiswa pun juga melakukannya di berbagai kampus, bedanya para siswa pada tingkat sekolah melakukan praktik menyalin materi tersebut secara total 100% dari A sampai Z, sementara para mahasiswa melakukannya dengan komposisi yang berbeda – beda.

Tentunya, komposisi pembelajaran mahasiswa dengan dosen ini bisa bervariasi tergantung strata, jurusan, kebijakan dosen, kebijakan program studi, dan lain – lain. Mahasiswa dituntut tidak hanya menerima transfer teknologi dan transfer pengetahuan dari dosen, namun juga memberikan kontribusi berupa umpan bali (feed back) yang tentunya dituangkan dalam bentuk makalah, karya ilmiah, artikel ringan, jurnal ilmiah, paper ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.

Di sinilah yang saya katakan dari awal Menulis itu tidak Mudah. Menulis dalam bentuk : makalah ilmiah, riset ilmiah, skripsi, dan sejenisnya memerlukan buku, kutipan, dan tulisan orang lain lainnya sebagai penunjang untuk memperkuat tugas mahasiswa tersebut. Bahasa mudahnya teori memperkuat teori dan atau teori melemahkan teori. Tentunya aspek teori disini bukan hanya mendefisinikan pengertian item tertentu secara luas sebagai sosok penting, misalnya pengertian : “ teori kompensasi adalah “.

Aspek lain yang patut dan perlu dipertimbangkan dalam menyusun tugas menulis mahasiswa adalah mendefinisikan pengertian variabel tertentu sebagai sosok lain secara sempit dan berperan sebagai kalimat atau alinea yang menjelaskan dan menguraikan konsep tersebut. Oleh karna itu, tugas menulis di sini menjadi tidak mudah, namun itulah keunikannya. Para mahasiswa yang sedang menyusun tugas kuliah ini melangkah naik menjadi penyusun artikel ilmiah menengah ke atas sampai dengan artikel kelas berat.

Di katakan demikian karna memerlukan konsep pendukung dan dalam penyusunan tulisan tersebut maka mahasiswa tidak diperkenankan untuk menyontek, dilarang menyalin, dilarang mendefinisikan ulang variabel tertentu tanpa mencantumkan sumber penulisan aslinya. Bagaimana, terasa berat bukan ? Awalnya terasa berat dan sulit, namun dengan banyak membaca, maka akan melatih itu semua. Bayangkan proses imajinatif yang dimulai dari pengolahan kata dan ilmiah dari bidang tertentu yang berasal dari pemikiran manusia.

Tentunya, mahasiswa itu tidak sendiri sehingga tidak perlu kuatir juga akan keberhasilan atau kegagalan. Namun pun demikian tetap harus diatasi secara baik supaya hasilnya juga positif. Nasihat dan saran dari dosen juga perlu di garis bawahi. Tanda ada pengajaran dari dosen yang bersangkutan, maka tulisan ilmiah para mahasiswa akan sulit diwujudkan. Disiplin dalam mencari dan membaca berbagai literatur sangatlah penting. Usahakan membaca berbagai sumber ilmiah yang fokus pada bidangnya 5 judul per hari.

Hampir semua aspek “ Menulis itu tidak Mudah, kata siapa “ terjadi pada bidang pekerjaan/profesi juga, tidak hanya pada tugas mahasiswa. Bahasa halusnya aktifitas menulis itu tidak mudah, kata siapa terjadi pada usia diatas 18 tahun sampai akhir hayat. Kenapa begitu ? Hal ini terjadi karna usia 18 tahun ke atas tidak lagi dianggap sebagai anak – anak melainkan individu dewasa yang langsung dan tidak langsung diasumsikan sudah bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitarnya.

            Apabila penulis ingin membuktikan secara empiris konsep tulisannya, maka perlu dilakukan pengujian tulisan melalui eksperimen (research) dan pengamatan (observasi). Dari hasil inilah yang akan memunculkan teori baru yang mematahkan teori lama atau bisa juga teori lama yang masih bertahan dan berlaku. Lagi – lagi saya katakan bahwa Menulis itu tidak Mudah, kata siapa. Suatu teori A bisa mendukung teori B tapi teori A bisa juga menggantikan teori B.

            Perlu di ingat dan dicatat bahwa sastra penulisan hendaknya bermuatan konten positif, santun, dan berkonotasi baik. Hindari bahasa yang bersifat tidak jelas (ambiguitas), bahasa yang tidak santun, menjurus kasar, dan mencitrakan buruk pada orang dan kelompok lain. Elegannya suatu karya ilmiah juga ditinjau dari gaya penulisan, sastra yang baik, kutipan langsung dan kutipan tidak langsung yang mencatat sumber aslinya, daftar pustaka, dan pembacaan di depan masyarakat apabila diperlukan.

            Konsep tulisan seorang profesi tertentu juga perlu di bacakan di hadapan masyarakat luas dengan tajuk yang berhubungan dengan bidang jurusannya, acara masyarakat, hasil penelitian, pidato kenegaraan, tugas presentasi kantor, tugas presentasi mahasiswa, momen pengajaran di kampus – kampus, dan masih banyak lagi. Itulah sebabnya diperlukan beberapa tips untuk mensukseskan konsep : Menulis itu tidak Mudah bisa dijalankan sebaik mungkin.

            Adapun tips – tips tertentu yang ingin dibagikan kepada para responden disajikan sebagai berikut :

1. Tentukan judul dan tema penulisanmu berdasarkan tajuk dan penulisan sebelumnya.

            Menentukan tajuk dan tema tulisanmu bisa dikembangkan dari tajuk dan tema penulisan sebelumnya. Tidak ada yang keliru asalkan tidak meniru habis tulisan pendahulumu. Kita bisa mengambil segmen yang berbeda, misalnya penulis lain mendefisikan teori sebagai landasan dan latihan sebagai sesi tanya – jawab, maka kita dapat mengambil dan mengembangkan model latihan sebagai teori bisa menjadi salah satu alternatif.

            Coba lihat pada segmen saran, biasanya secara normatif berisikan rekomendasi – rekomendasi positif yang bersifat konstruktif. Aspek saran merupakan item – item tertentu yang belum digali karna faktor keterbatasan oleh penyusun sebelumnya, tugas kitalah untuk mengembangkannnya menjadi bentuk tulisan yang baru dan lengkap. Itulah cara yang solutif dan mudah untuk membuka karya baru tanpa dipusingkan materi baru yang sulit untuk dicari.

 

2. Cantumkan Daftar Pustaka

            Kembali lagi, dalam menyusun karya empiris atau karya tulisan lain hendaknya para penulis mencantumkan daftar pustaka sebagai sumber kutipan. Aspek ini perlu di garis bawahi karna tidak mungkin konsep variabel tertentu muncul begitu saja tanpa ada peran individu yang sudah pernah menulis sebelumnya, baik dalam bentuk buku dan makalah ilmiah lain. Dan tidak hanya itu, mencantumkan daftar pustaka berarti kita menghormati dan menghargai hasil karya orang lain. Tentunya, kita juga tidak ingin ada masyarakat tertentu melakukan aspek yang sama pada kita.

 

3. Hidupkan bahasa penulisan dengan mengacu pada gaya dan sastra positif.

            Dalam membuat alinea per alinea pada tulisanmu, hendaknya etika penulisan tetap harus diperhatikan dan diutamakan. Konsistensi juga perlu tapi yang lebih penting adalah gaya penulisan bersifat konstruktif dan bukan sebaliknya. Apapun tujuan penulisan, utamakan norma – norma positif yang membangun sehingga teks yang akan disampaikan menjadi inspirasi bagi semua orang. Hindari bahasa yang terlalu diulang – ulang dalam setiap paragraf dan monoton, lebih baik sastra yang singkat dan tertuju pada 1 hal.

            Aspirasi tulisan kiranya mengutamakan rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, baik penulis terdahulu dan penulis kemudian. Citrakan karya empiris tersebut berguna dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Hindari konflik antar sesama penulis meskipun pengujian riset yang kita kerjakan menuai hasil positif dari pendahulu sebelumnya. Ingatlah, gaya penulisan harus membangun semangat baru. Citra yang baik kelak menghasilkan hasil yang baik juga.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS