Profil instastories

pelajar SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan

Menjaganya dalam setiap DO'A

     1. Hanya Mengenal Nama

      Pagi yang cerah mentari bersinar dengan penuh kehangatan untuk menyinari bumi tanpa meminta balasan apapun. Pagi itu, pagi dimana hari pertama masuk sekolah karna sudah hampir 2 minggu libur karena libur kenaikan kelas.
Ya, perkenalan saya M. Ziyyan Ardian, saya siswa di MA Taufiqurrahman. Pagi ini adalah hari pertama untuk kelas 10 yang baru masuk DIMA, dan hari ini ada acara MOS (masa Orientasi Siswa), aku begitu senang sekali karena nanti disekolah pasti siswa baru bertas kardus, bertopi kerucut macam mau ngrayain ulang tahun anak TK,dan pasti kerepotan membawa banyak barang yang harus mereka bawa untuk dikumpulkan nanti. Sedang asik-asik kan membayangkan itu semua, seketika lamunan ku buyar karena kakak laki-laki masuk kedalam kamar. 
 "Yan, sarapan sana malah senyum-senyum   dikamar, kesambet lu" kata Reykhan, ya dia kakak ku satu-satu makhluk anek kaya'alien yang salah planet. Hihihi
  "apaan si lu Bang, orang lagi ngrapiin buku juga"kataku sambil memasukkan buku kedalam tas dengan sedikit gugup. 
  "yaudah cepetan sono sarapan, aku tungguin didepan.
  "iya, iya abang bawel kek emak-emak ditykang sayur" candaku pada abangku.
Tak lama kemudian setelah aku selesai membereskan buku aku pun beranjak keluar kamar untuk makan sarapan pagi. Setelah aku selesai sarapan, aku pun langsung pamit kepada ayah ibuku untuk bergegas berangkat sekolah, dan sudah malas dengan abangku yang sedari tadi sudah teriak-teriak tak jelas. 
  "yuk Bang, berangkattt"kata ku sambil menepuk bahu Bang Reykhan. 
  "emang gw ojek lu apa Yan"kata abang ku sedikit kesal. 
  "ojek dadakan kalo lu berangkat kuliah doang Bang" jawabku sambil memperlihatkan gigi rapi nan putih ini.
 
   Cuma butuh kurang lebih 35 menit aku pun sudah sampai didepan gerbang sekolahku, aku pun langsung turun dari boncengan Bang Rey, dan mengajaknya tos ala kita berdua. Aku pun langsung menuju kelas ku, saat melewati musholah ada siswi baru yang sedang merapikan barang bawaanya yang amburadul. Hihihi. 
Aku pun memperhatikan dia, setelah agak lumayan jauh darinya aku pun berbalik badan dan tersenyum geli memperhatikan dia yang sedang sebel dengan barang-barangnya sendiri. 
  "Hey, anak baru ya? " sapa ku dan bertanya kepadanya. 
  "udah liat kalo bawa barang-barang gk jelas gini, masih nanya aja" jawabnya sampai tidak melihat kearah lawan bicaranya 
  "kasihan amat kau nak, sini aku bantuin" kataku sambil membantunya membereskan barang bawaannya. 
  "gk usah, aku bisa sendiri, kamu anak baru kok gak bawa barang banyak si, emang muat apa dimasukin kedalam tas" tanya dia dengan menatap sekilas. 
  "enggak" jawab ku singkat. 
  "sini aku bawain barangnya, kamu kelompok berapa? " tanyaku sambil ngejaknya mulai berjalan.
  "kelompok 4,ruangannya di kelas agama satu" jawabnya. 
  "oooo" kataku ber o ria
 

Tak lama kemuadian kita berdua sampai didepan kelas agama satu, dan aku meletakkan semua barang bawaan siswi itu kedalam kelasnya, dan aku bergegas pergi ke ruang osis.ya,aku ketua OSIS diMA ini.Sesampainya aku diruang OSIS aku pun ditegur sama sahabatku ya dia bernama Zaidan,sahabat dari MI (Madrasah Ibtidaiyah)  dulu,rumah kita berdekatan.

  "kok baru dateng, katanya harus dateng pagi-buta, kalo bisa sholat subuh DIMA ini, nah ini jam berapa bro? "

  "hehehe ya maap, tadi bantuin anak baru noh, kasihan juga yak suruh bawa barang banyak-banyak"kata ku sambil menggaruk kepala yang tak gatal ini. 

  "ide siapa coba suruh aneh-aneh gitu"geram Zaidan

  "gak apa-apa setahun sekali doang juga, aku mau jadi wali kelas dikelompok 4 yak, yang ruangannya di kelas agama satu itu tu" pintaku kepada Zaidan. 

  "hey bro, itu tu udah jatah ku lah, lu jatahnya cuma ngisi materi aja, lu kan ketua OSIS disini"jawab Zaidan sambil merangkul ku

  "emang ketua OSIS kagak boleh jadi wali kelas apa, udah aku tetep ngisi materi setiap kelas, dan jadi wlai kelas"pintaku sambil melepas rangkulan Zaidan. 

  "terserah lu Kakak OSIS yang keras kepala" jawaban pasrah dari Zaidan. 

  "kalo empuk noh bapao Mak Minah dikantin buka jam setengah 8"jawabku sambil berlalu dan terkekeh.

    Hari ini aku tidak ada jadwal buat ngisi materi dan akhirnya aky mengikuti Zaidan kekelas agama satu, sesampainya dikelas kita melakukan do'a bersama, selesai do'a bersama kita pun mengadakan perkenalan antara kakak-kakak OSIS dan para anak baru. Aku melihat siswi tadi pagi dia seperti tak menyangka yang dibilang tadi pagi sebagai siswa baru juga ternyata ada didepan berdiri tegap. hihihi kaget pasti ya;)

  

 

 2. Hanya Mengenal Nama (2) 

Siang itu matahari sangat terik sekali, sampai membuat siswa siswi yang sedang mengadakan kegiatan materi dilapangan basket merasa kepanasan sampai ada yang mengipasi dirinya dengan buku,ada pula yang berbisik bisik sendirian.

"duh ya allah panas kali ya Ran" ucap Narizkha kepada Ranti dia teman baru Narizkha dikelompoknya itu.
"iya nih panas banget, tuh kakak OSIS kagak kasihan apa ya, ngadain materi di tengah-tengah lapangan basket, mana panas banget ini" jawab Ranti dengan mengipasi dirinya menggunakan buku nya dengan geram sendiri.
"sabar Ran sabar, gitu amat kamu Ran" senyumku kepada Ranti.
  "aku bilang aja ya sama Kakak OSIS biar pindah kekelas aja, orang ada kelas yang adem malah dipindah ke tengah lapangan begini Kha. Gak kuat deh bener aku" cerocos Ranti.
  "ehhh jangan-jangan nanti malah tambah dilama-lamain disini lagi Ran, udah sabar aja,nihh aku kipasin deh"jawabku sambil mengipasi Ranti dan mengulas senyum ku.

Tiba-tiba saat kita berdua sedang asik berbincang ada kakak OSIS yang memanggil kita berdua.
"heyy, itu berdua yang ditengah itu ngapain malah ngobrol sendiri. Disini kakak Zaidan sedang ngasih materi lho ya, simak baik-baik bukannya malah asik ngobrol sendiri sambil kipas-kipas Dek" tegur kak Sarah,  dia kakak OSIS yang ku ketahui namanya tadi pagi saat berkenalan satu sama lain
  "kalian berdua maju kedepan! "seru kak Ziyyan, yaa dia ternyata ketua OSIS yang tadi pagi membantu ku.
  "cepat!!" tegas Sarah.

Aku pun menyenggol tangan kiri Ranti untuk mengajaknya maju kedepan. Dan akhirnya aku dan Ranti berada didepan kakak-kakak OSIS dan siswa lainnya yang menatap kami berdua dalam-dalam.
"kalian berdua sudah pada pinter apa, sampai gak mau ngedengerin Kak Zaidan sedang menyampaikan materi didepan sini panjang lebar dan kalian berdua dibelakang sana asik ngobrol sambil kipas-kipas. Paham tidak apa yang disampai kak Zaidan tadi" kata Kak Sarah

  Beberapa menit semua terdiam tanpa satu kata pun keluar entah karena takut atau tidak ingin menambah kesalahan. Dan aku pun memberanikan diri untuk angkat bicara didepan Kakak OSIS.
"maaf kan kami kak, kami tau kami salah"belum selesai aku bicara Kak Sarah pun menyambar begitu saja.kek petir gitu lah.
"sudah tau salah tapi tetep asik ngobrol, kalo gak suka materinya boleh gak usah ikut tapi ada sanksinya" tegas kak Sarah.
Menurut ku dia hanya sok galak saja, karna kebanyakan OSIS itu galak-galak dalam pandangan siswa baru macam aku ini.
"hmmm,maaf kan kami berdua kak, kami hanya tak tahan kepanasan kak.Bolehkan materi ini dipindahkan kedalam ruang kelas saja kak"mohonku sambil tak berani menatap diantara mereka bertiga.
"apa!  Berani-berani nya kamu..." jawab kak Sarah, tetapi ada yang memberhentikan ucapannya tadi.
"oke, boleh. Sekarang semuanya pindah kedalam kelas semua, kita lanjutkan materi didalam kelas.  Saya tau disini sangat panas sekali." perintah kak Ziyyan.
"yasudah kalian berdua masuk kedalam kelas, perhatian siapa pun yang sedang berbicara didepan kalian" lanjut kak Ziyyan sambil menatap ku.
"terimakasih Kak"jawabku kompak dengan Ranti. Kaya udah latihan gitu ya,, kompak sekompak aku dengan dia;)

Sesampainya didalam kelas aku dan Ranti pun langsung duduk bersebelahan dikursi kami berdua.
"alhamdulillah ya Ran, kagak diomelin noh sama nenek lampir Sarah" celotehku begitu saja sambil meletakkan kepala dimeja.
"hahaha nenek lampir, bisa nyihir kagak ya?" kata Ranti.
"hihihi, bisa kali menyihir semua siswa disini menjadi diam seribu hati, ehh seribu bahasa karna sok galak nya dia"jawabku.
"bodoamat dah, yang penting dah dikelas adem"jawab Ranti sambil menunjukkan gigi rapinya itu.

   Tak lama kemudian kak Zaidan, kak Ziyyan,dan Kak Sarah pun masuk kedalam kelas.
"silakan semua siswa harap mengumpulkan barang bawaan nya yang disuruh membawa minggu lalu pada waktu pembekalan"kata kak Ziyyan dengan tegas namun penuh wibawa.

Aku pun mengeluarkan barang-barangnya dari laci meja dan tas ku, dan ada satu barang bawaan yang aku lupa bawa.
"Kha, yuk kedepan ngumpulin semua barang gak jelas ini"ajak Ranti kepadaku.
"Duhhh Ran, bukannya disuruh bawa tanaman ya? "tanya ku kepada Ranti.
"iya, kamu gak bawa tanaman Kha? "jawab Ranti dan bertanya kembali kepadaku.
"ketinggalan Ran dirumah, aduhh gimana ya, aku males kalo ngadepin nenek lampir lagi ini"kataku sambil memasang wajah malas.
"kamu ke Kak Ziyyan atau kak Zaidan aja ngabsennya, bilang bisik-bisik aja kalo kamu gak bawa tanaman" kata Ranti sedikit berbisik.
"yaudah deh, aku sama Kak Zaidan" jawabku sambil melangkah kan kaki menuju kak Ziyyan yang berada dimeja depan paling pojok.

  "kak saya Narizkha Nailun Al Hasan mau mengumpulkan"kata ku sedikit gugup dihadapan ketua OSIS yang mungkin saja bisa marah begitu saja.
   "iyah" jawab singkat kak Ziyyan.
   "gak dicek dulu kak?" tanyaku kepada kak Ziyyan.
  "kamu gak bawa tanaman kan? Udah gak apa-apa, udah sana kembali kemeja kamu aja"jawab kak Ziyyan sambil mengulas senyum indahnya. Indah banget bukan disenyumin sama ketua OSIS yang handsome gitu.
   "terimakasih banyak kak"kataku sambil berlalu dari hadapannya.

"dimarahin gak Kha kamu sama kak Ziyyan"tanya Ranti sambil menarik tanganku.
"ehh ehh,, enggak kok dia tau terus bilang gak apa-apa sambil senyum gitu" jawabku sambil melepaskan tangan Ranti.
"hayyo looh,kak Ziyyan suka kali sama kamu Kha" tutur Ranti.
"ihh apaan si kamu Ran, enggak lah"jawabku sambil membenarkan posisi dudukku.

 

  Tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi. tttinggg tiiinggg tiinggg...

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
SHILNA ILA SALSABILA - Apr 22, 2020, 1:02 PM - Add Reply

bagus ceritanya

You must be logged in to post a comment.
Niar, -d - Apr 23, 2020, 10:21 AM - Add Reply

Mksh,,, cara nglanjutin ceritanya gimana ya? 🤣 kok bingung,, apa dibikin story lagi trs update lagi, apa lanjut nulis..
Bantu tutor ya kak

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani