Profil instastories

Lebih baik telur hari ini daripada ayam esok hari

Memek - Makanan khas pulau Simeulue

Aceh punya jajanan memek yang enak. Jangan berpikiran jorok dulu. Di Kabupaten Simeulue, memek merupakan jajanan dari campuran beras ketan dan pisang.

Meski namanya berkonotasi negatif, tapi kuliner khas pulau Simeuelue ini bikin ketagihan. Bentuknya sekilas mirip dengan bubur. Namun saat dimakan, rasa pisang dan beras ketan gonseng (sangrai) lebih terasa. Aroma gurih sangit dari beras sangrai juga menusuk ke hidung.

Untuk membuat memek, bahan yang harus disediakan yaitu beras ketan yang sudah digonseng, pisang sesuai selera, santan biasa tidak kental atau tidak encer, garam dan gula. Setelah semuanya siap, pisang selanjutnya ditumbuk kasar sehingga tekstur pisangnya masih ada dan kemudian dicampur dengan semua bahan tadi.

Proses pembuatannya butuh waktu satu jam. Karena kita harus menggonseng beras terlebih dulu. Berasnya harus beras ketan.

Sejak zaman dulu, masyarakat Simeulue kerap membuat memek untuk disantap bersama keluarga. Tapi sekarang makanan ini sudah mulai jarang dijumpai di hari-hari biasa. Alasannya, karena terbuat dengan campuran santan, makanan ini tidak tahan lama.

Saat ini memek hanya dibikin pada hari-hari besar atau bulan tertentu saja seperti Ramadan. Selama bulan puasa, hampir setiap rumah di daerah penghasil lobster itu membuat memek sebagai salah satu sajian berbuka. Sebagian besar masyarakat di sana pun, tahu cara membuat memek.

Nama memek ini sebenarnya memiliki arti mengunyah-nguyah atau menggigit. Pada masa dulu, nenek moyang mereka kerap mengunyah-nguyah beras ketan yang sudah dicampur pisang sehingga muncul istilah mamemek. Lambat laun, makanan tersebut disebut dengan memek.

Ini makanan khas Simeulue, warisan lelulur. Tidak boleh diganti namanya. Di daerah kami tetap bilang namanya memek.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.